Category Archives: gangbang

Monopoli

54
Filed under gangbang

Cerita ini adalah cerita sebenarnya mengenai pengalaman hidup saya ketika saya masih kuliah di Bandung. Saat ini saya sudah bekerja di salah satu perusahaan BUMN terkenal di dekat Gedung sate. Di dalam cerita ini saya mengubah nama dan settingnya untuk menjaga identitas asli orang-orang yang terkait di dalam cerita ini tanpa mengurangi jalannya cerita.

Semuanya dimulai ketika saya masih menjalani usaha jual-beli komputer. Kegiatan saya cukup banyak menyita waktu kuliah saya dan menyebabkan kuliah saya sedikit terbelengkalai. Saya sering dipanggil dengan nama Boby, dan rekan kerja saya Martin. Pada suatu sore saya dan Martin mampir ke tempat penjualan Komputer milik rekan usaha kami juga. Sampai di sana kami hanya membicarakan masalah penjualan komputer saja hingga tokopun ditutup. Yang menjaga toko di situ terkenal suka main wanita, padahal dia sudah memiliki istri dan anak, saya memanggilnya Jefri. Ketika saya dan Martin ingin pulang, Jefri ternyata ingin ikut kami, maka kamipun tanpa keberatan menyetujuinya. Hari itu kami pulang naik mobil saya yang tidak menggunakan kaca film, jadi kalau orang di jalan melihat kami seperti ikan di dalam aquarium.

Di dalam perjalan pulang tiba-tiba Jefri mengajak kami untuk jalan-jalan dulu, alasannya malam ini adalah malam minggu. Kamipun setuju-setuju saja, soalnya saya dan Martin lagi kosong (lagi tidak punya pacar), jadi tidak punya kegiatan ngapel malam minggu.
“Daripada kami bengong di rumah, mendingan kami main-main aja ke tempat cewek kenalan gue.” kata Jefri dengan wajah mesumnya.
“Kalo gue sih ok-ok aja, gimana lu, Tin?” Tanya saya ke Martin.
“Jekas gue sih ok aja, gue udah BT seminggu ini,” katanya sambil mengiyakan.

Agak lama kami sampai juga ke tempat kosnya Mira kenalan Jefri di daerah Tubagus Ismail. Waktu itu sudah jam 8 malam, jadi jalanan macet karena malam minggu di Jl. Juanda ramai orang menimati malam. Ternyata kos-nya Mira adalah kos-kosan khusus wanita yang ramai dengan gadis cantik. Saya senang sekali dan pasti sama dengan Martin, soalnya kami sudah lama tidak dekat dengan gadis setelah putus hubungan dengan pacar kami masing-masing.

Ketika sampai di depan kamarnya Mira yang lumayan besar itu kami tertegun sebentar karena melihat pemandangan yang indah di depan mata kami. Ada 3 orang gadis cantik dan seksi sedang bermain monopoli sambil tiduran di atas ranjang springbed yang lumayan besar.
“Hai, jeff.. udah lama ngga ke sini, tumben, ehh siapa tuh? Temen lu?” kata Mira dari dalam kamarnya.
“Biasa, gue kan sekarang lagi sibuk, nah kebetulan mampir. Kenalin nih temen gue. Boby dan yang satunya Martin.”
“Ehh, ngomong, ngomong siapa tuh temen lu berdua yang cantik di dalam?” tanya Jefri yang melihat ada dua cewek yang cantik dan sexsi lagi tidur-tiduran di ranjangnya Mira sambil tersenyum ke arah kami.
“O..ya, temen gue, Mona sama Jeni.” Kata Mira.
“Gila.” dalam hati kata saya, rupanya kedua temennya tidak beda dengan Mira yang memiliki tubuh yang sensual dengan buah dada ukuran 36B dan kulitnya yang putih mulus. Saat itu saya sempat membayangkan kalau tangan saya merabanya, pasti akan asyik. Mira berbeda sedikit dengan kedua temannya karena tubuhnya sedikit lebih tinggi dan rambutnya digerai laksana perempuan nakal yang saat itu hanya menggunakan daster merah yang lipatan dasternya hanya 15 cm di atas lututnya. Pamandangan seperti itu membuat kami terutama saya terangsang. Sedangkan Jeni dan Mona hanya memakai tentop dan celana pendek jeans belel yang semakin memamerkan paha mereka yang putih mulus itu.

Setelah diajak masuk ke kamarnya, kami langsung pura-pura akrab dan kami mengambil posisi pasang-pasangan, saya dengan Mona, Martin dengan Jeni dan tentunya Jefri dengan Mira. Kami saat itu sedang bermain monopoli. Rupanya kebiasaan Jefri yang suka datang ke kamar Mira itu sudah dianggap biasa sama Jeni dan Mona dan mereka sepertinya sudah mengetahui kalau di antara Jefri dan Mira sering bercinta di situ. Jeni dan Mona sepertinya tidak malu-malu dan bahkan mereka langsung merangkul kami sambil tertawa karena menikmati permainan monopoli tersebut.

Tidak lama, mungkin sekitar 10 menit lamanya kami bermain, Jefri menawarkan permainan baru kepada kami.
“Wah seru banget nih kalau kita mainnya pake aturan baru.” Kata Jefri.
“Kaya apa Jef?” Tanya Jeni.
“Gimana kalau yang kalah buka baju,” kata Jefri yang dari tadi tangannya sibuk meraba pantatnya Mira.
“Ok, setuju.” Kami kompakan menjawab.
Rupanya hasrat seperti itu sudah dari tadi kami pendam, dan untungnya Jefri pintar mengambil situasi dan permainanpun dimulai dengan timnya Jeni dulu yang pertama membuka pakaian. Permainan terus berlanjut sampai kepada timnya Jefri dan Mira yang sudah telanjang bulat ternyata masih kalah lagi, dan kami minta hukumannya saling ciuman. Mereka memang sudah biasa, tapi hal itu membuat kami semua yang menontonnya menjadi terangsang, apalagi ciuman mereka sambil meraba-raba begitu. Pemandangan saat itu merangsang saya yang saat itu hanya tinggal CD membuat burung saya menegang hingga kepalanya keluar dari CD karena kebetulan burung saya kalau sudah menegang bisa sampai 17 cm. Rupanya tidak beda dengan Martin yang dari tadi terlihat sudah mesra sekali dengan Jeni yang saat bermain mencium pipinya terus. Gelagat menegangnya burung kami terlihat Mona dan Jeni yang cekikikan melihatnya, tetapi dengan nakalnya mereka memegang burung saya dan Martin dengan penuh gairah. Awalnya hanya memegang tetapi lama-kelamaan Mona mulai memainkan tangannya naik turun. Saya tidak tinggal diam, sayapun langsung meraba buah dadanya dengan belaian dan remasan mesra. Sebenarnya pengalaman saya dalam melakukan seks dengan wanita hanya baru berciuman dengan pacar saya sendiri. Hal serupa juga dialami oleh Martin dan pasangannya Jeni.

Tidak tinggal diam, saya langsung mengajak Mona yang dari raut wajahnya sudah mencapai nafsu birahi setelah memegang burung saya ke kamar mandi Mira yang kebetulan berada di dalam kamar itu juga. Tanpa ada penolakan, Mona saya tuntun ke kamar mandi sambil kami berciuman bertukar lidah. Mona yang CD-nya sudah basah langsung saya buka setelah menutup pintu kamar mandi, saya memilih kamar mandi karena saya sebenarnya baru kali ini telanjang bulat di depan gadis yang juga sudah telanjang bulat kecuali hanya tinggal CD yang menutupi badan kami. Entah kegilaan apa yang sudah saya lakukan malam itu, perasaan saya jadi sedikit ragu ketika Monapun tanpa kelihatan malu-malu membuka CD saya dan kemudian menjilati burung saya dalam posisi jongkok, tapi memang nikmatnya terasa sampai ke ubun-ubun saya waktu itu, sehingga saya tidak berpikir panjang lagi dan langsung meremas buah dadanya yang padat, putih, mencuat dengan puting merahnya yang mungil seperti buah ceri di atas es cream vanila. Permainan terus berlanjut dengan kami berganti posisi, saya awalnya ragu, karena kemaluannya yang lebat ditumbuhi bulu halus itu baru kali ini saya lihat dari jarak dekat. Saya memulainya dengan menyibakkan bulu-bulu halus itu pelan-pelan.
“Ehh.. enak Bob.. kamu.. ahh..” rintihnya.
Mendengar rintihan itu saya langsung membenamkan muka saya ke bulu-bulu halus itu dengan memainkan lidah saya di sekitar clitorisnya. Lagi-lagi Mona mendesah, dan kali ini malah meremas-remas rambut saya sambil sedikit-sedikit dia menggoyangkan pinggulnya karena kegelian nikmat. Sambil terus menjilati kemaluannya yang semakin membasah itu, saya mendudukkan Mona di pinggiran bak mandi agar Mona terasa nyaman.
“Terus Bob, terus.. saya ingin, ehh..” Kata-katanya tak sempat diteruskan karena saat itu Mona menggeliat karena orgasme dan dari kemaluannya mengalir cairan bening yang baunya tidak pernah akan saya lupakan.

Tangannya semakin keras menjambak rambut saya karena hebatnya dia mengalami orgasme. Kami bertukar posisi, kemudian dia langsung memeluk saya dan mengangkat kakinya dengan tangannya menuntun burung saya ke kemaluannya yang sudah basah itu.
“Bob, ayo kamu masukkan punya kamu ke meki gue, gue udah ngga tahan lagi..” desaknya.
“Seperti ini?” Tanya saya pura-pura polos sambil mencoba mengarahkan burung saya ke kemaluannya yang masih sempit itu.
“Ehh.. aduhh.. pelan-pelan ya Bob.. saya belum terbiasa..” Katanya lirih.
Saya mendorong pelan-pelan dan ahirnya masuk setengah burung saya yang lumayan besar untuk kemaluannya. Saya memulai dengan mendorong dan menarik pelan-pelan sambil mencium bibirnya dengan mesra dan tangan kanan saya meremas-remas halus buah dadanya.
“Ehmm.. enak Bob.. terus Bob.. tekan lagi..sam..pai masuk semua..ohh..” desahnya tak karuan karena merasa kenikmatan yang dasyat saat itu.
Saya menusukkan burung saya makin lama makin ke dalam dan semakin cepat frekuensinya. Bunyi decakan terdengar karena gerakan saya diikuti oleh gerakan pinggulnya yang ke kiri-kanan itu. 20 menit berlalu dengan posisi itu dan ahirnya saya mencapai puncak.
“Gue mau keluar nih..keluarin di dalam?” Tanya saya sambil terus memasuk-keluarkan burung saya.
“Keluarin aja di dalam bob.. gue juga kayaknya mau keluar lagi.. ohh..” Jawabnya sambil terus menggila berciuman.

Kami ahirnya mencapai puncak kenikmatan hampir bersamaan, dan tubuh kami saling berpelukan sangat erat dalam posisi berdiri. Nafas kami berdua terengah-engah dan kamipun menghentikan gerakan sambil berciuman sampai lama.
“Gue sayang sama lu Bob..gila enak banget Bob.” Kata Mona di dekat telinga saya yang dari tadi juga menjadi sasaran lidahnya yang haus itu.
“Lu nggak apa-apa kan Mon..? Gue baru kali ini ngerasaain yang kaya gini.. gila enak banget Mon.” Kata saya.

Kami kemudian mandi bersama dan membersihkan diri. Ketika keluar dari kamar mandi rupanya kedua pasangan Jefri-Mira dan Martin-Jeni menertawai kami berdua. Rupanya mereka juga melakukan hal yang sama seperti yang kami lakukan di kamar mandi, bedanya mereka melakukan di ranjangnya Mira dan mereka melakukannya berempat bersamaan. Sambil malu-malu saya mengambil pakaian saya dan kemudian bermesraan lagi dengan Mona. Dan perasaan saya saat itu senang sekali. Saya dan Mona bermesraan di Sofa tidak menghiraukan keberadaan teman-teman yang lain sampai ahirnya Jefri dan Martin mengajak pulang karena saat itu sudah hampir jam 12 malam. Walaupun sedikit bebas di lingkungan kosannya Mira, tapi kami masih merasa tidak enak kalau-kalau ada tetangga di situ yang menegur gara-gara kami bertamu kelewat batas.
“Bob, mau pulang sekarang..? Telpon gue yahh besok..?” Rayunya sambil mencium pipi saya yang terahir kalinya sebelum pulang.

Kami pulang dengan masing-masing menyimpan cerita dan pengalaman yang terindah malam itu. Di perjalanan kami saling menceritakan apa saja yang sudah kami lakukan tadi, dan sejak saat itu saya dan Mona berpacaran rutin sampai 2 tahun.

Bercinta Berempat

24
Filed under gangbang

Cerita ini berawal dari perkenalanku dengan seorang wanita karir, yang entah bagaimana ceritanya wanita karir tersebut mengetahui nomor kantorku.

Siang itu disaat aku hendak makan siang tiba-tiba telepon lineku berbunyi dan ternyata operator memberitau saya kalau ada telepon dari seorag wanita yang engak mau menyebutkan namanya dan setelah kau angkat.

“Hallo, selamat siang joko,” suara wanita yang sangat manja terdengar. “Helo juga, siapa ya ini?” tanyaku serius. “Namaku Karina,” kata wanita tersebut mengenalkan diri. “Maaf, Mbak Karina tahu nomor telepon kantor saya dari mana?” tanyaku menyelidiki. “Oya, aku temannya Yanti dan dari dia aku dapat nomor kamu,” jelasnya. “Ooo… Yanti,” kataku datar.

Aku mengingat kisahku, sebelumnya yang berjudul empat lawan satu. Yanti adalah seorang wanita karir yang juga ‘mewarnai’ kehidupan sex aku.

“Gimana kabarnya Yanti dan dimana sekarang dia tinggal?” tanyaku. “Baik, sekarang dia tinggal di Surabaya, dia titip salam kangen sama kamu,” jelas Karina.

Sekitar 10 menit, kami berdua mengobrol layaknya orang sudah kenal lama. Suara Karina yang lembut dan manja, membuat aku menerka-nerka bagaimana bentuk fisiknya dari wanita tersebut. Saat aku membayangkan bentuk fisiknya, Karina membuyarkan lamunanku.

“Hallo… Joko, kamu masih disitu?” tanya Karina. “Iya… Iya Mbak… ” kataku gugup. “Hayo mikirin siapa, lagi mikirin Yanti yaa?” tanyanya menggodaku. “Nggak kok, malahan mikirin Mbak Karina tuh,” celetukku. “Masa sih… Aku jadi GR deh” dengan nada yang sangat menggoda. “Joko, boleh nggak aku bertemu dengan kamu?” tanya Karina. “Boleh aja Mbak… Bahkan aku senang bisa bertemu dengan kamu,” jawabanku semangat “Oke deh, kita ketemuan dimana nih?” tanyanya semangat. “Terserah Mbak deh, Joko sih ngikut aja?” jawabku pasrah. “Oke deh, nanti sore aku tunggu kamu di Mc. Donald plasa senayan,” katanya. “Oke, sampai nanti joko… Aku tunggu kamu jam 18.30,” sambil berkata demikian, aku pun langsung menutup teleponku.

Aku segera meluncur ke kantin untuk makan siang yang sempat tertunda itu. Sambil membayangkan kembali gimana wajah wanita yang barusan saja menelpon aku. Setelah aku selesai makan aku pun langsung segera balik ke kantor untuk melakukan aktivitas selanjutnya.

Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 17.00, tiba saatnya aku pulang kantor dan aku segera meluncur ke plasa senayan. Sebelumnya prepare dikantor, aku mandi dan membersihkan diri setelah seharian aku bekerja. Untuk perlengkapan mandi, aku sengaja membelinya dikantin karena aku nggak mau ketemu wanita dengan tanpak kotor dan bau badan, kan aku menjadi nggak pede dengan hal seperti itu.

Tiba di Plasa Senayan, aku segera memarkirkan mobil kijangku dilantai dasar. Jam menunjukkan pukul 18.15. Aku segera menuju ke MC. Donald seperti yang dikatakan Karina. Aku segera mengambil tempat duduk disisi pagar jalan, sehingga aku bisa melihat orang lalu lalang diarea pertokaan tersebut.

Saat mataku melihat situasi sekelilingku, bola mataku berhenti pada seorang wanita setengan baya yang duduk sendirian. Menurut perkiraanku, wanita ini berumur sekitar 32 tahun. Wajahnya yang lumayan putih dan juga cantik, membuat aku tertegun, nataku yang nakal, berusaha menjelajahi pemadangan yang indah dipandang yang sangat menggiurkan apa lagi abgian depan yang sangat menonjol itu. Kakinya yang jenjang, ditambah dengan belahan pahanya yang putih dan juga montok dibalik rok mininya, membuat aku semakin gemas. Dalam hatiku, wah betapa bahagianya diriku bila yang aku lihat itu adalah orang yang menghubungiku tadi siang dan aku lebih bahagia lagi bila dapat merasakan tubuhnya yang indah itu.

Tiba-tiba wanita itu berdiri dan menghampiri tempat dudukku. Dadaku berdetuk kencang ketika dia benar-benar mengambil tempat duduk semeja dengan aku.

“Maaf apakah kamu Joko?” tanyanya sambil menatapku. “Iy… Iyaa… Kamu pasti Karina,” tanyaku balik sambil berdiri dan mengulurkan tanganku.

Jarinya yang lentik menyetuh tanganku untuk bersalaman dan darahku terasa mendesr ketika tangannya yang lembut dan juga halus meremas tangaku dengan penuh perasaan.

“Silahkan duduk Karina,” kataku sambil menarik satu kursi di depanku. “Terima kasih,” kata Karina sambil tersenyum. “Dari tadi kamu duduk disitu kok nggak langsung kesini aja sih?” tanyaku. “Aku tadi sempat ragu-ragu, apakah kamu memang Joko,” jelasnya. “Aku juga tadi berpikir, apakah wanita yang cantik itu adalah kamu?” kataku sambil tersenyum.

Kami bercerita panjang lebar tentang apapun yang bisa diceritakan, kadang-kadang kami berdua saling bercanda, saling menggoda dan sesekali bicara yang ‘menyerempet’ ke arah sex. Lesung pipinya yang dalam, menambah cantik saja wajahnya yang semakin matang.

Dari pembicaraan tersebut, terungkaplah kalau Karina adalah seorang wanita yang sedang bertugas di Jakarta. Karina adalah seorang pengusaha dan kebetulan selama 4 hari dinas di Jakarta.

“Karin, kamu kenal Yanti dimana?” tanyaku.

Yanti adalah teman chattingku di YM, aku dan Yanti sering online bersama. Dan kami terbuka satu sama lain dalam hal apapun. Begitu juga kisah rumah tangga, bahkan masalah sex sekalipun. Mulutnya yang mungil menjelaskan dengan penuh semangat.

“Emangnya Yanti menikah kapan? Aku kok nggak pernah diberitahu sih,” tanyaku penuh penasaran. “Dia menikah dua minggu yang lalu dan aku nggak tahu kenapa dia nggak mau memberi tahu kamu sebelumnya,” Jawabnya penuh pengertian. “Ooo, begitu… ” kataku sambil manggut-manggut. “Ini adalah hari pertamaku di Jakarta dan aku berencana menginap 4 hari, sampai urusan kantorku selesai,” jelasnya tanpa aku tanya. “Sebenarnya tadi Yanti juga mau dateng tapi berhubung ada acara keluarga jadi kemungkinan dia akan datang besok harinya dia bisa dateng,” jelasnya kembali. “Memangnya Mbak Karina menginap dimana nih?” tanyaku penasaran. “Kebetulan sama kantor sudah dipesankan kamar buat aku di hotel H… “jelasnya. “Mmm, emangnya Mbak sama siapa sih?” tanyaku menyelidik. “Ya sendirilah, Joko… Makanya saat itu aku tanya Yanti,” katanya “Tanya apa?” tanyaku mengejar. “Apakah punya teman yang bisa menemaniku selama aku di Jakarta,” katanya. “Dan dari situlah aku tahu nomor telepon kamu,” lanjutnya.

Tanpa terasa waktu sudah menunjukan pukul 10.25 wib, dan aku lihat sekelilingku pertokoan mulai sepi karena memang sudah mulai larut malam. Dan toko pun sudah mulai tutup.

“Jok… Kamu mau anter aku balik ke hotel nggak?” tanyanya. “Boleh, masa iya sih aku tega sih biarin kamu balik ke hotel sendirian,” kataku.

Setelah obrolan singkat, kami segera menuju parkiran mobil dan segera meluncur ke hotel H… Yang tidak jauh dari pusat pertokoan Plasa Senayan. Aku dan Karina bergegas menuju lift untuk naik ke lantai 5, dan sesampainya di depan kamarnya, Karina menawarkan aku untuk masuk sejenak. Bau parfum yang mengundang syaraf kelaki-lakianku serasa berontak ketika berjalan dibelakangnya.

Dan ketika aku hendak masuk ternyata ada dua orang wanita yang sedang asyik ngegosip dan mereka pun tersenyum setelah aku masuk kekamarnya. Dalam batinku, aku tenyata dibohongi ternyata dia nggak sendiri. Karina pun memperkenalkan teman-temannya yang cantik dan juga sex yang berbadan tinggi dan juga mempunyai payudara yang besar dia adalah Miranda(36b) sedangkan yang mempunyai badan yang teramat sexy ini dan juga berpayudara yang sama besarnya bernama Dahlia(36b). Dan mereka pun mempersilahkan aku duduk.

Tanpa dikomando lagi mereka pun perlahan-lahan memulai membuka pakaian mereka satu persatu, aku hanya bisa melotot saja tak berkedip sekali pun, tak terasa adik kecilku pun segera bangun dari tidurnya dan segera bangun dan langsung mengeras seketika itu juga. Setelah mereka telanjang bulat terlihatlah pemandangan yang sangat indah sekali dengan payudara yang besar, Karina pun langsung menciumku dengan ganasnya aku sampai nggak bisa bernafas karena serangan yang sangat mendadak itu dan aku mencoba menghentikannya.

Setelah itu dia pun memohon kepadaku agar aku memberikan kenikmatan yang pernah aku berikan sama Yanti dan kawan-kawan. Setelah itu Karina pun langsung menciumku dengan garangnya dan aku pun nggak mau tinggal diam aku pun langsung membalas ciumannya dengan garang pula, lidah kamipun beraduan, aku mulai menghisap lidahnya biar dalam dan juga sebaliknya. Sedangkan Miranda mengulum penisku ke dalam mulutnya, mengocok dimulutnya yang membuat sensasi yang tidak bisa aku ungkapkan tanpa sadar aku pun mendesah.

“Aaahh enak Mir, terus Mir hisap terus, aahh… ”

Sedangkan Dahlia menghisap buah zakarku dengan lembutnya membuat aku semakin nggak tertahankan untuk mengakhiri saja permaianan itu. Aku pun mulai menjilati vagina Karina dengan lembut dan perlahan-lahan biar dia bisa merasakan permaianan yang aku buat. Karina pun menjerit keras sambil berdesis bertanda dia menikmati permainanku itu.

Mirandapun nggak mau kalah dia menghisap payudaranya Karina sedangkan Dahlia mencium bibir Karina agar tidak berteriak ataupun mendesis. Setelah beberapa lama aku menjilati vaginanya terasa badannya mulai menegang dan dia pun mendesah. “Jok… Akuu mauu keeluuarr.”

Nggak beberapa lama keluarlah cairan yang sangat banyak itu akupun langsung menghisapnya sampai bersih tanpa tersisa. Setelah itu aku pun langsung memasukkan penisku ke dalam vagina Karina, perlahan-lahan aku masukkan penisku dan sekali hentakan langsung masuk semua ke dalam vaginanya yang sudah basah itu. Aku pun langsung menggenjotnya dengan sangat perlahan-lahan sambil menikamati sodokan demi sodokan yang aku lakukan dan Karina pun mulai mendesah nggak karuan.

“Aaahh enak Jok, terus Jok, enak Jok, lebih dalam Jok aahh, sstt… ”

Membuat aku bertambah nafsu, goyanganku pun semakin aku percepat dan dia mulai berkicau lagi.

“Aaahh enak Jok, penis kamu enak banget Jok, aahh… ”

Setelah beberapa lama aku mengocok, diapun mulai mengejang yang kedua kalinya akupun semakin mempercepat kocokanku dan tak beberapa lama aku mengocoknya keluarlah cairan dengan sangat derasnya dan terasa sekali mengalir disekitar penisku. Akupun segera mencabut penisku yang masih tegang itu. Miranda segera mengulum penisku yang masih banyak mengalir cairan Karina yang menempel pada penisku, sedangkan Dahlia menghisap vaginanya Karina yang masih keluar dalam vaginanya dengan penuh nafsunya.

Miranda pun mulai mengambil posisi, dia diatas sedangkan aku dibawah. Dituntunnya penisku untuk memasuki vaginanya Miranda dan serentak langsung masuk. Bless… Terasa sekali kehangatan didalam vaginanya Miranda. Dia pun mulai menaik turunkan pantatnya dan disaat seperti itulah dia mulai mempercepat goyangannya yang membuat aku semakin nggak karuan menahan sensasi yang diberikan oleh Miranda.

Dahlia pun mulai menghisap payudara Miranda penuh gairah, sedangkan Karina mencium bibir Miranda dengan garangnya, Miranda mempercepat goyangannya yang membuat aku mendesah.

“Aaahh enak Mir… Terus Mir… Goyang terus Mir… Lebih dalam lagi Mir… Aaahh sstt”

Dan selang beberapa menit aku merasakan penisku mulai berdenyut,

“Mir… Aku… ingiin keeluuaarr”

Seketika itu juga muncratlah air maniku didalam vaginanya, entah berapa kali munceratnya aku nggak tahu karena terlalu nikmatnya dan diapun masih mengoyang semakin cepat. Seketika itu juga tubuhnya mulai menegang dan terasa sekali vaginanya berdenyut dan selang beberapa lama keluarlah cairan yang sangat banyak sekali, aku pun langsung mengeluarkan penisku yang sudah basah kuyup ditimpa cairan cinta. Mereka pun berebutan menjilati sisa-sia cairan yang masih ada dipenisku, Dahlia pun langsung menjilati vaginanya Miranda yang masih mengalir cairan yang masih menetes di vaginanya. Akupun melihat mereka seperti kelaparan yang sedang berebutan makanan, setelah selang beberapa lama aku mulai memeluk Dahlia dan aku pun mulai mencium bibirnya dan mulai turun ke lehernya yang jenjang menjadi sasaranku yang mulai menari-nari diatasnya.

“Ooohh… Joko… Geelli… ” desah Dahlia.

Serangan bibirku semakin menjadi-jadi dilehernya, sehingga dia hanya bisa merem melek mengikuti jilatan lidahku.

Miranda dan Karina mereka asyik berciuman dan saling menjilat payudara mereka. Setelah aku puas dilehernya, aku mulai menurunkan tubuhnya sehingga bibirku sekarang berhadapan dengan 2 buah bukit kembarnya yang masih ketat dan kencang. Aku pun mulai menjilati dan sekali-kali aku gigit puntingnya dengan gigitan kecil yang membuat dia tambah terangsang lagi dan dia medesah.

“Aaahh enak sekali Jok… Terus Jok hisap terus Jok enak Jok aahh sstt… ”

Dahlia pun membalasnya dengan mencium bibirku dengan nafsunya dan setelah itu turun ke pusar dan setelah itu dia mulai mengulum, mengocok, menjilat penisku didalam mulutnya. Setelah dia puas aku kembali menyerangnya langsung ke arah lubang vaginanya yang memerah dan disekelilingi rambut-rambut yang begitu lebat. Aroma wangi dari lubang kewanitaannya, membuat tubuhku berdesis hebat. Tanpa menunggu lama lagi, lidahku langsung aku julurkan kepermukaan bibir vagina.

Tanganku bereaksi untuk menyibak rambut yang tumbuh disekitar selangkangannya untuk memudahkan aksiku menjilati vaginanya.

“Ssstt… Jok… Nikmat sekali… Ughh,” rintihnya.

Tubuhnya menggelinjang, sesekali diangkat menghindari jilatan lidahku diujung clitorisnya. Gerak tubuh Dahlia yang terkadang berputar-putar dan naik turun, membuat lidahku semakin menghujam lebih dalam ke lubang vaginanya.

“Joko… Gila banget lidah kamu… ” rintihnya “Terus… Sayang… Jangan lepaskan… ” pintanya.

Paha Dahlia dibuka lebar sekali sehingga memudahkan lidahku untuk menjilatnya. Dahlia menggigit bibir bawahnya seakan menahan rasa nikmat yang bergejola dihatinya.

“Oohh… Joko, aku nggak tahan… Ugh… ” rintihnya. “Joko cepet masukan penis kamu aku sudah nggak tahan nih,” pintanya.

Perlahan aku angkat kaki kanannya dan aku baringkan ranjang yang empuk itu. Batang kemaluanku sudah mulai mencari lubang kewanitaannya dan sekali hentak.

“Bleest… ” kepala penisku menggoyang vaginanya Dahlia. “Aowww… Gila besar sekali Jok… Punya kamu,” Dahlia merintih.

Gerakan maju mundur pinggulku membuat tubuh Dahlia mengelinjang hebat danm sesekali memutar pinggulnya sehingga menimbulkan kenikmatan yang luar biasa dibatang kemaluanku.

“Joko… Jangan berhenti sayang… Oogghh,” pinta Dahlia.

Dahlia terus menggoyangkan kepalanya kekanan dan kekiri seirama dengan penisku yang menghujam dalam pada lubang kewanitaannya. Sesekali Dahlia membantu pinggulnya untuk berputar-putar.

“Joko… Kamu… Memang… Jagoo… Ooohh,” kepalannya bergerak ke kiri dan ke kanan seperti orang triping.

Beberapa saat kemudian Dahlia seperti orang kesurupan dan ingin memacu birahinya sekencang mungkin. Aku berusaha mempermainkan birahinya, disaat Dahlia semakin liar. Tempo yang semula tinggi dengan spontan aku kurangi sampai seperti gerakan lambat, sehingga centi demi centi batang kemaluanku terasa sekali mengoyang dinding vagina Dahlia.

“Joko… Terus… Sayang… Jangan berhenti… ” Dahlia meminta.

Permainanku benar-benar memancing birahi Dahlia untuk mencapai kepuasan birahinya. Sesaat kemudian, Dahlia benar-benar tidak bisa mengontrol birahinya. Tubuhnya bergerak hebat.

“Joko… Aakuu… Kelluuaarr… Aaakkhh… Goyang sayang,” rintih Dahlia.

Gerakan penisku kubuat patah-patah, sehingga membuat birahi Dahlia semakin tak terkendali.

“Jok… Ooo… Aaammpuunn,” rintihnya panjang.

Bersamaan dengan rintihan tersebut, aku menekan penisku dengan dalam hingga mentok dilangit-langit vagina Dahlia. Aku merasakan semburan cairan membasahi seluruh penisku.

Dahlia yang sudah mendapat kedua orgasmenya, sedangkan aku masih berusaha untuk mencari kepuasan birahiku. Posisi Dahlia, sekarang menungging. Penisku yang masih tertancap pada lubang vaginanya langsung aku hujamkan kembali ke lubang vaginanya Dahlia.

“Ooohh… Joko… Kamu… Memang… Ahli… ” katanya sambil merintih.

Kedua tanganku mencengkeram pinggul Dahlia dan menekan tubuhnya supaya penisku bisa lebih menusuk ke dalam lubang vaginanya.

“Dahlia… Vagina kamu memang enak banget,” pujiku. “Kamu suka minum jamu yaa kok seret?” tanyaku.

Dahlia hanya tersenyum dan kembali memejamkan matanya menikmati tusukan penisku yang tiada hentinya. Batang kemaluanku terasa dipijiti oleh vagina Dahlia dan hal tersebut menimbulkan kenikmatan yang luar biasa. Permainan sexku diterima Dahlia karena ternyata wanita tersebut bisa mengimbangi permainan aku.

Sampai akhirnya aku tidak bisa menahan kenikmatan yang mulai tadi sudah mengoyak birahiku.

“Dahlia… Aku mau… Keluar… “kataku mendesah. “Aku juga sayang… Ooohh… Nikmat terus… Terus… ” Dahlia merintih. “Joko… Keluarin didalam… Aku ingin rasakan semprotan… Kamu… ” pintanya. “Iya sudah… Ooogh… Aaakhh… ” rintihku.

Gerekan maju mundur dibelakang tubuh Dahlia semakin kencang, semakin cepat dan semakin liar. Kami berdua berusaha mencapai puncak bersama-sama.

“Joko… Aku… Aku… Ngaak kkuuaatt… Aaakhh” rintih Dahlia. “Aku juga sudah… Ooogh… Dahh,” aku merintih. “Crut… Crut… Crut… ” spermaku muncrat membanjiri vaginanya Dahlia.

Karena begitu banyak spermaku yang keluar, beberapa tetes sampai keluar dicelah vagina Dahlia. Setelah beberapa saat kemudian Dahlia membalikkan tubuhnya dan berhadapan dengan tubuhku.

“Joko, ternyata Yanti benar, kamu jago banget dalam urusan sex. Kamu memang luar biasa” kata Dahlia merintih. “Biasa aja kok Mbak, aku hanya melakukan sepenuh hatiku saja,” kataku merendah. “Kamu luar biasa… ” Dahlia tidak meneruskan kata-katanya karena bibirnya yang mungil kembali menyerang bibirku yang masih termangu.

Segera aku palingkan wajahku ke arah Karina dan Miranda, ternyata mereka sudah tertidur pulas mungkin karena sudah terlalu lelah, dan akupun tak kuasa menahan lelah dan akhirnya akupun tertidur pulas. Dan setelah 4 jam aku tertidur aku pun terbangun karena ada sesuatu yang sedang mengulum batang kemaluanku dan ternyata Miranda sudah bangun dan aku pun menikmatinya sambil menggigit bibir bawahku. Dan kuraih tubuhnya dan kucium bibirnya penuh dengan gairah dan akhirnya kami pun mengulang kembali sampai besok harinya. Dengan terpaksa aku menginap karena pertarunganku dengan mereka semakin seru aja.

Ketika pagi telah tiba akupun langsung ke kamar mandi di ikuti oleh mereka dan akupun mandi bareng dan permainan dimulai kembali didetik-detik ronde terakhir. Tanpa terasa kami berempat sudah naik didalam bathup, kami mandi bersama. Guyuran air dipancurkan shower membuat tubuh mereka yang molek bersinar diterpa cahaya lampu yang dipancarkan ke seluruh ruangan tersebut. Dengan halus, mereka menuangkan sabun cair dari perlengkapan bag shop punya mereka. Aku mengosok keseluruh tubuh mereka satu persatu, sesekali jariku yang nakal memilih punting mereka.

“Ughh… Joko… ” mereka merintih dan bergerak saat aku permainkan puntignya yang memerah.

Sebelum aku meinggalkan mereka, kami berempat berburu kenikmatan. Dan entah sudah berapa kali mereka yang sedang membutuhkan kehangatan mendapatkan orgasme. Kami memburu kenikmatan berkali-kali, kami berempat memburu birahinya yang tidak kenyang.

Sampai akhirnya waktu menunjukkan pukul 08.00 wib, dimana aku harus berangkat kerja dan pada jam seperti ini jalanan macet akupun mempercepat jalannya agar tidak terkena macet yang berkepanjangan. Aku meninggalkan Hotel H… Sambil menikmati sisa-sisa kenikmatan yang sudah ditinggalkan oleh permainan tadi.

Kisah di Kamar Kos

43
Filed under gangbang

Pertama-tama perkenankan saya memperkenalkan diri dulu. Biasa teman-
temanku memanggilku Nana (nama lengkap/aslinya ga usah disebut yah),
lahir tahun 83. Tubuhku cukup jangkung untuk ukuran wanita, terakhir
kuukur 172 cm, dengan berat 48kg dan tiga lingkar tubuh 86/60/90.
Rambutku lurus sebahu, wajah lonjong ,dan kulit putih karena aku WNI
keturunan. Saat ini masih kuliah di fakultas sastra di salah satu
universitas swasta di Bandung dan ngekost tidak jauh dari kampusku.
Aku termasuk gadis yang sering ke salon dan modis, maka aku sudah
tidak asing dengan tatapan nakal cowok-cowok di kampus kalau aku
memakai pakaian yang ketat atau agak seksi, apalagi ketika ngedugem
dimana aku memakai pakaian yang lebih terbuka. Dalam percintaan,
secara jujur kuakui aku bukan type yang setia. Aku sudah mempunyai
pacar yang sedang kuliah di Amerika sehingga kami jarang bertemu,
kami sudah berjalan lebih dari tiga tahun dan aku mencintainya, tapi
darah muda dalam diriku melibatkanku dalam beberapa hubungan one
night stand dengan teman kuliah maupun teman dugem, bagiku semua itu
hanya hubungan badan tanpa merubah perasaanku pada pacarku.
Waktu itu teman kostku sudah banyak yang pulang, di kostku hanya tersisa seorang pria, dan dua wanita termasuk diriku. Yang dua itu tidak pulang karena ikut semester pendek, tapi aku belum pulang karena waktu itu di rumahku tidak ada siapa-siapa berhubung kedua orangtuaku sedang menghadiri pernikahan di kota lain dan kakakku satu-satunya sudah dua tahun yang lalu
menikah dan ikut suaminya. Jadi pemikiranku lebih baik kutunda kepulanganku sampai papa dan mamaku pulang 2-3 hari lagi, daripada kesepian di rumah mendingan kuisi waktuku untuk having fun bersama teman-temanku di Bandung. Malam itu aku ngedugem di salah satu tempat dugem di jalan Cihampelas. Teman-temanku mencekoki minuman sementara aku tidak kuat minum, mereka bilang untuk merayakan kenaikan IPK-ku. Aku mabuk sehingga dalam perjalanan pulang dengan mobil Ocha aku numpang ke WC di rumah Risa waktu sampai di rumahnya karena tidak tahan mau muntah. Setelah muntah akupun masih pusing- pusing sehingga terpaksa aku minta Risa untuk menginap di rumahnya semalam saja daripada pulang ke kost dalam keadaan sempoyongan, kan ‘ga enak dilihat.
Singkat cerita akupun menginap di rumah Risa malam itu dan baru terbangun besoknya, hari Minggu jam sebelasan. Kepalaku masih agak berat.
“Lu orang sih, nyuruh gua minum terus, aduh kaya mau mati aja kemarin rasanya tau !” omelku pada Risa.
“Hihihi, gapapa lah Na sekali-kali aja, kan kita baru selesai
semester nih !” jawabnya tertawa kecil mengingat keadaanku kemarin. Akhirnya setelah makan sedikit, Risa mengantarku pulang ke kostku di daerah Sukamekar. Kumasuki pintu gerbang kostku, suasanya sepi seperti beberapa hari terakhir. Di depan pos jaga aku berpapasan dengan Gungun, pegawai/ penjaga kostku yang berusia dua puluhlimaan sedang ngobrol-ngobrol dengan dua orang pemuda yang kira-kira sebaya dengannya, aku tidak tahu siapa mungkin temannya yang penduduk sekitar sini. Aku tersenyum kecil sebagai basa-basi dan mereka membalasnya.
Terasa sekali mereka memandangi tubuhku yang masih memakai pakaian seksi semalam berupa sebuah rok putih sejengkal di atas lutut dan tank top berdada rendah yang memperlihatkan sedikit belahan dadaku. Aku mempercepat langkahku ke tangga, di dekat tangga akupun berpapasan lagi dengan pegawai kostku yang lain, si Acep yang masih berusia SMA, sekitar enambelas tahun, orangnya agak culun, berambut cepak dan kerempeng, dia sering bertugas membelikan barang pesanan dan mengantar makanan untuk kami, para penghuni disini.
“Eh…Neng, baru pulang yah !” sapanya sambil cengengesan.
Aku hanya menjawab iya saja lalu menaiki tangga, instingku mengatakan kalau dia berusaha mengintip rokku yang mini ketika aku naik, sempat terlihat sekilas olehku ketika sampai di lantai dua dan membelok. Sampai di kamar, aku langsung membuka pakaianku dan masuk ke kamar mandi, langung kubuka shower dan kuguyur tubuhku dengan air dingin, segar sekali rasanya, udara di luar waktu itu lagi panas ditambah lagi panas alkohol masih sedikit terasa dari dalam tubuhku.
Selesai mandi, aku keluar dari kamar mandi tanpa mengenakan apapun sambil mengelap rambutku dengan handuk. Kuambil celana dalam kuning dan kupakai. Aku tidak menemukan baju barongku yang biasa kupakai tidur di gantungan di pintu, baru ingat kalau baju itu sudah kutaruh
di tempat cucian. Karena malas mencari baju lain di lemari, akupun lantas melempar diriku ke kasur. Biar saja tidur hanya dengan celana dalam, apalagi cuacanya lagi panas, kipas anginnya juga kumatikan. Kututupi tubuhku dengan selimut dan kupeluk guling kesayanganku untuk melanjutkan tidurku yang masih belum puas ditambah masih sedikit pening, maklumlah orang ga kuat minum di suruh minum banyak ya gini nih jadinya. Entah berapa lama aku tertidur lelap sekali sampai kurasakan ada rasa geli pada tubuhku, secara refleks tanganku menepis dan menggulingkan tubuh ke arah lain. Namun perasaan itu datang lagi dengan lebih hebat, kali ini juga kurasakan pada paha dan dadaku seperti ada yang mengenyot. Kali ini aku terbangun dan
kaget sekali melihat ternyata benar-benar ada orang yang sedang mengenyot dadaku dan seseorang lainnya sedang menjilati pahaku. Spontan akupun menjerit, namun sebuah tangan membekap mulutku dari belakang. Ketika aku meronta, gerakanku langsung terkunci oleh
tangan-tangan yang memegangi kedua tangan dan kakiku.
Aku mengedip-ngedipkan mata memperjelas pandanganku, aku makin terperanjat dengan keempat wajah menyeringai diatasku, wajah yang tak asing bagiku. Yang dua adalah pegawai kostku, Gungun dan Acep dan dua orang temannya yang kutemui di bawah tadi. Aku tidak habis
pikir bagaimana mereka bisa masuk sini, padahal pintu sudah kukunci, tapi sekarang bukan waktunya memikirkan itu, sekarang harusnya memikirkan apa yang harus kulakukan menghadapi situasi ini.
“Halo Neng, maaf yah kita masuk sini diam-diam abis ga tahan liat body Neng yang bahenol !” kata Gungun.
“Emmphh…eemhhh !” aku berusaha berteriak walau mulut masih dibekap sambil meronta ketika Gungun meraba payudaraku.
“Udahlah Neng, ga usah ngelawan terus, disini lagi gak ada siapa- siapa kok !” sahut orang yang membekapku yang berambut agak bergelombang dan matanya besar.
Dalam situasi makin kritis seperti ini aku mulai berpikir ulang, aku pernah membaca berita tentang pembunuhan di kost, melawan mereka yang sedang kalap mungkin saja malah mencelakakanku, bukankah lebih baik pasrah saja menuruti mereka. Lagipula aku ini kan bukan perawan dan pria yang pernah main denganku bukan hanya pacarku, bedanya cuma mereka sama-sama WNI keturunan dan yang empat ini bukan. Yah, anggap saja tambah pengalaman seks lah, begitu pikirku positif. Yang masih membuatku risau adalah apakah aku sanggup melawan empat orang
sekaligus mengingat seumur hidup aku selalu bermain konvensional satu lawan satu. Mungkin sekaranglah waktunya bagiku untuk mencoba rasanya digangbang. Seiring dengan birahiku yang mulai naik, rontaanku pun berangsur-angsur berkurang berganti menjadi kepasrahan. Darahku berdesir dan bulu-buluku merinding ketika tangan- tangan itu menggerayangi tubuhku, ciuman dah jilatan juga menghujani tubuhku. Salah seorang teman Gungun tadi menarik lepas celana dalamku. Keempat orang itu menelan ludah menyaksikan keindahan tubuhku yang sudah telanjang bulat, terutama Acep sepertinya ini baru pertama kali dia melihat tubuh wanita secara nyata.
“Anjrit, jembutnya lebat banget euy !” kata Gungun sambil merabai kemaluanku yang berbulu lebat tapi rapi, karena sering kucukur rapi tepiannya agar tidak keluar-keluar kalau memakai baju renangku yang seksi.
Teman Gungun yang rambutnya gondrong sebahu menciumi payudaraku, digigit dan disedot-sedotnya putingku yang sensitif. Kuncian mereka terhadapku mengendur dan tangan yang membekap mulutku juga sudah lepas. Kepalaku menggeleng-geleng ketika Gungun mau menciumku, tapi dia lalu memegangi kepalaku sehingga aku tak bisa lagi menghindari mulutnya. Rangsangan yang datang bertubi-tubi membuatku semakin horny dan mulutku pun membuka menerima serangan lidah Gungun, mau tak mau aku harus beradaptasi dengan bau mulutnya. Kumainkan lidahku mengimbangi lidahnya yang menari-nari di mulutku. Ketika asyik berciuman dengan Gungun setidaknya ada dua jari yang bermain di vaginaku, aku tidak tahu siapa itu karena aku biasa memejamkan mata kalau berciuman agar lebih menghayati, selain itu tangan yang
menggerayangiku ada empat pasang sehingga tidak sempat mengenalinya satu-satu.
Lama juga Gungun menciumiku, itu dia lakukan sambil tangannya menjelajahi lekuk-lekuk tubuhku, hampir lima menit kira-kira, begitu mulutnya lepas aku akhirnya lega bisa kembali menghirup udara segar walau dengan nafas sudah memburu.Ketika kubuka mata, kulihat di
sebelah kananku teman Gungun yang matanya besar itu sedang mengenyoti payudaraku dengan rakusnya, dia sudah membuka pakaiannya, aku melihat penisnya yang sudah tegang itu menggantung di selangkangannya, bentuknya panjang dengan kepalanya disunat. Iihhh…
geli sekaligus terangsang membayangkan aku harus mengulum dan dimasuki benda itu. Si Acep sedang menjilat dan meraba tubuh bagian sampingku (sekitar perut, paha, dan dada), dia juga masih memakai kaos oblongnya tapi celananya sudah dibuka, penisnya yang juga bersunat lumayan juga untuk seumuran dia. Ternyata yang daritadi mengorek vaginaku adalah si pemuda gondrong, kini dia bahkan mendekatkan wajahnya ke sana dan uuhh…lidahnya menyentuh bibir vaginaku dan terasa menggelitik nikmat tubuhku sampai menggeliat karena itu. Aku bingung apa yang kualami saat itu termasuk perkosaan atau bukan, dibilang ya bisa juga karena awalnya mereka yang memaksa, tapi dibilang tidak juga bisa karena toh aku juga mulai menikmatinya.
“mem*knya enak, wangi loh mmm…ssluurrpp !” sahut si gondrong di bawah sana.
“Oh, ya…nanti juga saya mau nyicipin yah, makannya cepet !” kata Gungun.
“Jangan lama-lama yah, nanti kita kebagiannya bau jigong lu” timpal si mata besar
Kini Acep sudah mencaplok payudaraku dengan mulutnya, walau kelihatan culun jilatannya membuat putingku makin menegang. Gungun juga membuka pakaiannya hingga telanjang. Wah, anunya juga ga kalah gede dari kedua temannya, tinggal milik si gondrong saja yang belum
kulihat karena dia masih sibuk menjilat vaginaku. Aku harus mengakui enak sekali diperlakukan seperti ini, dalam seks satu lawan satu aku tidak pernah merasakan bagian-bagian sensitifku dimainkan dalam saat bersamaan.
“Uuhh-eeemm….aaahh !” aku tak tahan untuk tidak mendesah ketika lidah si gondrong menyapu bibir vaginaku, bukan cuma itu, jarinya pun ikut keluar masuk di sana.
Hal itu berlangsung sekitar lima menit lamanya, kemudian Gungun mengambil posisinya.
“Hayo sini, saya juga mau rasain, gantian dong !” katanya menyuruh si gondrong menyingkir.
Langsung Gungun melumat bagian selangkanganku itu dengan bernafsu, tangannya memegangi kedua pahaku sambil mengisap dan menjilat, mulutnya terbenam di kerimbunan bulu kemaluanku, gayanya seperti makan semangka saja. Serangannya lebih mantap dari si gondrong yang
cenderung monoton, lidah si Gungun sepertinya agak panjang sehingga ketika menyusup ke dalam vagina benda itu menyentuh klitorisku juga menjilati dinding kemaluanku, kontan akupun makin menggelinjang tak karuan. Ketiga orang lainnya tertawa-tawa dan berkomentar jorok
melihat reaksiku, mereka pun makin bersemangat mengerjaiku. Payudaraku sedikit nyeri ketika dipencet-pencet si mata besar dengan gemasnya. Si gondrong yang kini sudah membuka bajunya berlutut di sebelahku memegangi penisnya untuk disodorkan padaku.
“Diisep Neng, enak loh !” suruhnya sambil menggosokkan kepala penis itu ke wajah dan bibirku.
Walau sebenarnya geli dengan kemaluannya yang hitam dengan kepala kemerahan itu, aku tertantang juga untuk mencobanya, maka kugenggam batang itu dengan tangan kiri dan kuawali dengan menyapukan lidah pada kepala penisnya. Dia langsung mendesah keenakan karenanya.
Entah kekuatan apa yang membuatku demikian liar, padahal sebelumnya dekat-dekat orang seperti mereka saja aku enggan, apalagi untuk ML.
Awalnya aku sangat tidak nyaman dengan aroma penisnya, namun mau tidak mau aku harus membiasakan diriku. Aku berusaha tidak menghirupnya dan kuemuti dalam mulut sambil sesekali mengocok dengan tangan, kesempatan itulah yang kupakai untuk mengambil udara segar.
Sementara rasa geli pada vaginaku kian menjalari tubuhku, rasanya seperti mau pipis. Tubuhku menggelinjang, aku tidak tahan lagi dan mencapai orgasme pertamaku, dari vaginaku keluarlah lendir yang dijilatinya dengan lahap.
“Eh-eh, gantian dong, saya juga mau ngerasain pejunya si Neng !” kata si Acep
Acep menggantikan posisi si Gungun, dia menjilati sisa-sisa cairan kemaluanku. Jilatannya tidak selihai Gungun, maklum karena dia masih hijau, baru pertama kalinya menikmati wanita. Dia lebih suka menyentil-nyentil klitorisku dengan lidahnya yang memberi rasa geli. Sekarang Gungun berlutut di sebelah ku dan meraih tanganku digenggamkan ke penisnya. Keras dan hangat, egitulah kesan pertama begitu jari-jariku melingkari batang itu. Mulailah aku mengocok
penis itu dengan tangan kiriku dan yang kanan memegangi milik sigondrong sambil mengoralnya. Si mata besar masih menyusu dengan nikmatnya pada payudaraku, sepertinya dia ketagihan dengan payudaraku yang montok itu.
Acep tidak lama menjilati vaginaku, posisinya digantikan oleh si mata besar yang tidak sabar menunggu giliran, karena paling kecil diapun mengalah pada temannya. Si mata besar mencium vaginaku dengan bernafsu dan terkesan terburu-buru. Aku dibuatnya semakin bergairah
melayani kedua penis yang menodongku, secara bergantian kukocok dan kuoral menirukan apa yang pernah kulihat di film porno di rumah temanku. Rasa jijikku pada penis hitam yang kepalanya seperti jamur itu perlahan-lahan sirna. Gungun mengungkapkan ekspresi nikmatnya
dengan meremas payudaraku yang digenggamnya, sedangkan si gondrong sambil menekan-nekan penisnya ke mulutku ketika gilirannya dioral seolah tidak rela melepaskannya. Ditambah lagi Acep sedang asyik memainkan putingku, benda mungil berwarna merah kecoklatan itu dia pilin-pilin dengan jarinya sesekali juga dijilati. Si mata besar pun
tidak lama-lama menjilati vaginaku, dia lalu bangkit berlutut diantara kedua pahaku dan menempelkan kepala penisnya di bibir vaginaku.
Kuhentikan sejenak aktivitas terhadap dua penis dalam genggamanku
untuk memperhatikan penis si mata besar mendesak memasuki vaginaku.
Kutahan nafasku sambil menggigit bibir, proses penetrasi itu
kuresapi dalam-dalam. Setelah masuk sebagian dia menghentakkan
pinggulnya sehingga penis itu menghujam sampai mentok, spontan aku
pun menjerit kecil dan merapatkan pahaku.
“Waaah…enak pisan, sempit oi !” katanya setelah berhasil membobol
vaginaku.
Tanpa buang waktu lagi dia menggenjotku, penis itu keluar-masuk
vaginaku. Aku meneruskan kocokanku terhadap si gondrong dan Gungun,
rasa nikmat yang menjalari tubuhku semakin membuatku bersemangat
mengocok kedua penis itu. Si Acep juga makin seru mengisapi
payudaraku sampai basah kuyup oleh ludahnya juga oleh ludah orang-
orang yang tadi mengisapnya. Tak lama kemudian, ketika aku sedang
mengulum penis Gungun, sesuatu yang basah dan hangat menerpa wajah
dan leherku dari samping. Ow, ternyata si gondrong sudah keluar,
kulepas sejenak penis Gungun dari mulutku, semprotan berikutnya
makin membasahi wajahku begitu aku menengok menghadap todongan benda
itu.
“Uhh…isepin yah Neng !” lenguhnya seraya menjejali mulutku dengan
penisnya.
Dalam mulutku penis itu masih menyemburkan isinya dan itu kuhisapi
tanpa memikirkan rasa jijik lagi walaupun baunya yang agak
menyengat, mungkin karena saking terangsangnya sampai tidak sadar
aku jadi seliar itu. Sampai sejauh ini ponselku yang kutaruh di meja
sana sudah berdering sekali dan dua SMS sudah masuk, kubiarkan saja
karena tanggung. Aku dapat merasakan penis si gondrong menyusut
dalam mulutku dan pemiliknya terengah-engah.
“Yee, payah lu, belum nojos udah ngecrot !” ledek Gungun pada
temannya.
“Enak pisan sih anjrit, sampe ga tahan !” balas si gondrong
Sekarang si mata besar mengajak ganti posisi, mereka lalu
membalikkan tubuhku hingga telungkup. Akhirnya ganti posisi juga
pikirku, aku sudah gerah daritadi berbaring telentang sambil
dikerjai mereka, punggungku panas sekali rasanya dan benar saja
keringatku sudah membasahi sprei dibawahku tadi. Perutku diangkat
dari belakang hingga posisiku seperti merangkak. Kutengokkan
kepalaku ke belakang dan kulihat si mata besar kembali memasukkan
penisnya ke vaginaku.
Tusukan-tusukan kembali kurasakan, kali ini lebih cepat dan dalam.
Di depanku si Acep berlutut minta giliran merasakan mulutku. Akupun
membuka mulut mempersilakan batang itu memasukinya. Kuemut benda itu
tanpa menghiraukan lagi baunya, tidak terlalu besar tapi cukup
keras, namanya juga barang ABG. Aku melirik ke atas melihat anak itu
merem-melek menikmati kulumanku, lucu juga reaksinya yang amatiran
itu.
“Gimana Cep, asyik ga diemot kont*lnya ?”
“Si Acep udah gede euy !”
Celoteh-celoteh yang ditujukan pada si Acep itulah yang sempat
kudengar waktu itu. Sambil terus mengoral Acep, akupun selalu
menggoyang pantatku mengikuti genjotan si mata besar, terus terang
rasanya enak sekali seperti diaduk-aduk. Payudaraku yang menggelayut
sedang dipegang-pegang si gondrong yang sedang mengistirahatkan
penisnya. Tangan kananku menggenggam penis si Gungun dan mengocoknya
pelan.
“Pelan-pelan aja kocoknya Neng, ga pengen cepet-cepet ngecrot sih !”
demikian katanya.
Sibuk sekali aku jadinya dan udara sekitarku serasa makin panas
karena dikerubuti empat orang ini, mana badannya lumayan bau lagi.
Hanya birahi yang meninggilah yang mengalihkanku dari semua itu.
Sekitar lima belas menit menggenjotku, si mata besar sepertinya mau
keluar, kelihatan dari sodokannya yang makin cepat.
“Annjjiiinngg…aaahhh !” lenguhnya panjang diiringi semprotan
spermanya di dalam vaginaku yang tak bisa kutolak.
Sialan juga nih orang pikirku, sembarangan main buang di dalam, ga
minta ijin atau omong dulu kek padahal gak pake kondom, untung waktu
itu aku tidak dalam masa subur, kalo iya kan amit-amit harus hamil
sama orang-orang ginian. Begitu penisnya lepas, aku merasa cairan
hangat meleleh membasahi paha atasku. Gungun langsung mengambil alih
posisinya menusukkan penisnya padaku seolah dapat membaca apa yang
ada dalam hati kecilku yang masih ingin digenjot karena belum
mencapai klimaks alias tanggung. Si Acep yang masih kuoral nampaknya
makin menikmati saja, tanpa sadar dia memaju-mundurkan pinggulnya
seakan sedang menyetubuhi mulutku. Dia mengeluarkan spermanya dalam
mulutku saat Gungun menggenjotku dengan ganasnya sehingga aku tidak
bisa konsentrasi mengisap penis itu, maka cairan itupun meleleh
sebagian di pinggir bibirku.
Setelah Acep melepas penisnya yang telah kubersihkan dari mulutku,
lengan Gungun mengangkat dadaku sehingga kini aku berlutut, Gungun
tidak berhenti menggenjotku sambil menopang tubuhku dengan lengannya
yang melingkari perutku. Si mata besar sambil mengistirahatkan
senjatanya menggerayangi payudaraku yang membusung dalam posisi itu.
Si gondrong memintaku kembali mengoral penisnya yang sudah mulai
bangkit lagi, sepertinya dia suka dengan pelayanan mulutku.
Kugenggam penisnya yang disodorkan padaku, ih…masih lengket-lengket
bekas spermanya tadi, sedikit jijik aku dibuatnya namun juga tak
kuasa menolaknya. Serta merta kumasukkan benda itu kemulutku,
kujilati sisa-sisa spermanya hingga bersih. Di dalam mulutku benda
itu semakin mengeras dan bergetar.
“Pelan-pelan aja Neng, buat persiapan ngejos di bawah nanti !”
katanya.
Tak lama kemudian tubuhku kembali mengejang, seperti ada yang mau
meledak di bawah sana. Aku melepas kulumanku untuk melepaskan
desahan yang tak bisa kutahan lagi, lendirku pun kembali keluar
bersamaan dengan tubuhku. Orgasme kali ini terasa lebih panjang,
Gungun masih menggenjot sampai 2-3 menit kemudian hingga akhirnya
diapun menghujam penisnya lebih dalam dan mempererat pelukannya. Dia
menggeram dan memuntahkan spermanya ke dalam vaginaku, hangat
kurasakan di dalam sana. Kami break sebentar sekitar lima menitan.
Saat itu Gungun dan Acep memperkenalkan dua orang itu kepadaku, yang
gondrong namanya Amad dan yang matanya melotot itu namanya Ifud,
memang benar keduanya adalah teman mereka yang tinggal di pemukiman
penduduk tak jauh dari sini.
Gungun juga bercerita bagaimana mereka bisa masuk sini. Ternyata
mereka iseng mengintipku waktu keluar dari kamar mandi tanpa busana
tadi lewat lubang angin diatas pintu kamarku dengan memakai bangku
tinggi. Tadinya sih hanya sekedar mau ngintip, tapi tak lama
kemudian waktu Amad dan Ifud mau pulang mereka ingin ngintip yang
terakhir kali dan menemukanku telah terlelap hanya dengan memakai
celana dalam dan selimut yang tersingkap. Situasi kost yang sedang
sepi dan nafsu setan mendorong mereka berencana memperkosaku. Maka
setelah yakin aku benar-benar tidur, Gungun mencongkel kaca nako
yang tepat di sebelah pintu lalu meraih grendel sehingga mereka bisa
masuk dan terjadilah seperti ini. Aku sebenarnya marah mendengar
semua itu, lancang sekali mereka berbuat begitu, ini kan pemerkosaan
namanya, tapi mau marah gimana juga toh aku menikmatinya, salahku
juga berpakaian mencolok di depan mereka. Aku menatapi mereka satu-
persatu yang memandangi tubuh telanjangku dengan tatapan kesal
sekaligus berhasrat. Tidak tau mau omong apa deh, soalnya perasaanku
benar-benar campur aduk sih.
“Bentar yah, mau cuci muka dulu” kataku sambil bangkit dan
melangkahkan kakiku dengan gontai ke kamar mandi.
Di sana aku mencuci mukaku dari cipratan sperma agar aroma yang
menyengat itu hilang. Keluar dari kamar mandi, kembali aku duduk di
kasur dikelilingi mereka. Sudah tanggung untuk dihentikan, jadi
kuikuti saja deh permainan mereka. Kali ini si Acep yang masih hijau
itu minta diajari cipokan.
“Boleh yah Neng, soalnya saya pengen ngerasain dicium cewek itu
kayak apa sih, apalagi cewek cakep kaya Neng” pintanya, mukaku
memerah karena malu dan juga tersanjung akan pujiannya.
“Cium-cium-cium !” teman-temannya yang lain menyorakinya
“Sssttt…jangan keras-keras dong, ada yang tau gimana !” kataku
memperingatkan sehingga mereka mengurangi volumenya.
Aku memejamkan mataku seperti kebiasaanku berciuman menunggu Acep
menciumku, pertama-tama aku merasa bahuku dipegang lalu menempellah
bibirnya dengan bibirku. Teknik ciumannya benar-benar amatiran, kaku
dan membosankansekali, sehingga aku yang berinisiatif memainkan
lidahku baru dia mulai bisa membalasnya, aku melingkarkan tangan
memeluknya dan percumbuan kami makin panas.
Selama percumbuan itu juga aku merasakan tangan-tangan lain
berkeliaran di sekujur tubuhku, mengelusi punggung, paha, payudara,
dll. Tidak jelas siapa yang melakukan karena aku memejamkan mata,
yang jelas darahku mulai bergolak lagi karena belaian ditambah
kometar-komentar jorok mereka. Ada seseorang memelukku dari belakang
dan menjilati leherku, oohh…benar-benar sensasional, demikian
rasanya pertama kali dikeroyok. Lama juga aku berciuman sambil
digerayangi, nafasku sampai naik-turun ga karuan karenanya. Setelah
itu si Amad gondrong meminta jatahnya, dia berbaring telentang dan
menyuruhku membenamkan penisnya pada vaginaku. Akupun naik ke atas
penisnya, benda itu kugenggam dan kueluskan pada kemaluanku dulu
supaya nafsu si Amad mendidih. Kemudian baru aku mulai
menjebloskannya perlahan-lahan.
“Ahhh…eeegghh !” desahku saat memasukkan penis itu, aku memejamkan
mata dengan bibir membuka.
Setelah terasa mentok, akupun perlahan menaik-turunkan tubuhku. Amad
juga mendesah kenikmatan karena penisnya dihimpit dinding vaginaku.
Gerak naik-turunku semakin cepat sehingga payudaraku ikut bergoncang-
goncang. Dengan aku yang memegang kendali, si Amad kelihatan
kelabakan, dia mendesah-desah gak karuan. Kelihatan sekali
pengalaman seksnya masih dibawahku. Dia julurkan tangannya meraih
payudara kiriku, sepertinya dia gemas melihat payudaraku yang juga
naik-turun itu. Dua orang lainnya duduk menonton liveshow kami,
Gungun sebelumnya telah turun ke bawah untuk memeriksa keadaan dan
berjaga-jaga di pos jaga dekat gerbang. Tak lama kemudian si Ifud
mendekatiku dan berdiri di sebelah menyodorkan penisnya yang
langsung kugenggam. Jadilah aku bergaya woman on top sambil
mengocoki penis Ifud. Amad, ternyata tidaklah setangguh yang kukira,
tampang boleh sangar kaya preman, tapi dia orgasme dalam waktu yang
relatif singkat, isi penisnya tertumpah dalam vaginaku. Aku paling
senang ML di saat safe seperti ini, bebas dari rasa was-was walau
pasanganku buang di dalam. Tanpa malu-malu lagi, kupanggil si Acep
agar menuntaskan birahiku. Aku duduk di kasur membuka kedua pahaku
seakan mempersilakan anak itu menusuknya, aku harus membimbing
penisnya memasuki vaginaku karena ini pertama kalinya bagi dia.
Setelah kepalanya menekan bibir vaginaku, kusuruh dia mendorong
pantatnya.
“Ohhh…yess !” desahku ketika penis perjaka itu menghujam ke dalam.
Selanjutnya yang kurasakan adalah gesekan-gesekan antara penisnya
dengan dinding kemaluanku. Acep pun semakin menikmati persetubuhan
pertamanya itu dengan makin cepat menusuk-nusukkan penisnya hingga
akhirnya kitapun orgasme bersama atas bimbinganku tentang mengatur
tempo genjotan. Sisa waktu sekitar sejam lebih kedepan aku terus
disetubuhi mereka baik secara bergilir maupun barengan. Hingga
akhirnya kami semua pun kelelahan bersimbah peluh. Wajahku sekali
lagi belepotan sperma karena salah seorang membuangnya di sana
ketika orgasme. Sejak itu mereka sering memintaku melakukan hal yang
sama lagi, terutama Acep dan Gungun. Terkadang memintanya agak
memaksa pula. Memang sih awal-awalnya aku cukup menikmati, tapi lama-
lama kesal juga karena mereka makin gak tau diri, misalnya pernah
satu malam Gungun mengetuk pintu minta jatah lagi, sehingga
mengganggu tidurku.
Aku sampai pernah marah dan mengancam akan melapor ke pemilik kost
sehingga mereka agak ngeper, terutama setelah Gungun keceplosan
ngomong tentang itu ke pamannya yang menengoknya dari kampung,
sehingga pria paruh baya itu juga sempat minta jatah padaku (kalau
sempat akan kuceritakan juga). Aku tidak ingin hal ini tercium
kemana-mana, apalagi sampai `kecelakaan’ gara-gara mereka, maka
kuputuskan setelah sewaku habis bulan itu, aku pindah ke kost lain
yang agak jauh dari tempat itu hingga saat ini. Terkadang terbesit
di benakku ingin mengulangi lagi keroyokan seperti itu, tapi
ah…tidaklah, terlalu berisiko tinggi terhadap imej dan kesehatan
nantinya. Bulan September lalu aku sempat bertemu lagi dengan si
Gungun ketika sedang berjalan di dekat kost lamaku itu, kelihatannya
di baru dari membeli sesuatu.
“Neng, udah lama yah !” sapanya sambil senyum cengengesan.
Aku membalas dengan senyum kecil saja sambil terus melangkah agak
jutek.
“Siapa tuh Na ? masa lu kenal sama yang gituan ?” tanya seorang
temanku yang jalan bareng.
“Ohh, itu cuma babu di kost lama gua, masih inget gua juga dia yah”
jawabku santai.
“Naksir ke lu kali” timpal temanku yang lain disusul tawa kami.

Pengalaman Pulang Dugem

53
Filed under gangbang

Kami adalah suami istri yang bahagia dalam perkawinan kami dan saling cinta, tetapi dalam kehidupan sex kami pasangan yang open-minded, dan suka mengexplor sexual kita. Aku seorang istri dengan dua anak yang masih kecil. Umurku 28 tahun, namun diusiaku ini bodyku masih termasuk kategori sexy ( menurut pria2 lain dan suamiku). Suamiku umur 30 thn (lumayang lah, tapi buat saya ganteng dia), belakangan ini kami telah melakukan swinging dengan pasang lain, dengan hasil yang merangsang selera libido sex kami. Pada saat aku disetubuhi oleh pria lain aku sengaja memperlihatkan penisnya lelaki itu masuk dalam lubang kenikmatanku, dan itu membuatnya on dan terangsang sekali, dan juga pada saat kuoral penis dengan nafsu dan menyemprot spermanya di mulutku / dimuka. Tapi sebaliknya aku juga nikmat melihat dia di oral cewek.
Pada hari sabtu teman business suamiku Teddy ulang tahun yang ke 29, dia tergolong pria muda yang cepat melejit menjalankan usahanya. Mengadakan pesta ulang tahunnya di club X, dia mengundang kami dan beberapa teman dekatnya, juga rekan businessnya. Ada beberapa dari mereka yang kami kenal, ketemu beberapakali, pada saat saya menemani suami saya kerja. Mereka masih ter golong muda yang paling tua umur 33, seperti Joko 25 thn tampan tubuh atletik juga di undang.

Hari sabtu aku mempersiakan diriku agak sexy untuk dugem nanti malam, dengan mengunakan rok mini berwarna merah muda, dan bh dan cd G-string yang matching, kucukur bulu V ku sampai halus agar tidak kelihatan keluar dari G-stringku dan memakai minyak wangi agar badan berbau wangi dan exotic aku siap untuk dugem. Begitu suami melihat aku berhenti sejenak dengan expresi terpesona, wah wah sayang kamu kelihatan sexy sekali. Aku senyum sambil mengoda dia dengan bungkuk dan mengoyangkan pantatku yang sexy kekanan kekiri, dan berkata “mau” hi..hi…

Kamipun berangkat dan tiba di lokasi, dan kamipun segera menuju keruangan yang telah dibooking Teddy. Saat kami masuk ruang yang exclusive, dengan sofa yang kelihatannya nyaman, dan para tamu sudah datang termasuk Joko yang membawa pasangan dia Yanti berumur 20 tahunan, sexy badannya ramping dengan dada yang menonjol (mungkin 36 b kali) dan muka yang manis (cantik sekali), Yanti memakai rok mini coklat dengan sepatu hak tinggi coklat. Tapi aneh aku merasah semua laki laki di situ memandang kesaya, dan aku merasa dilihat dari ujung kaki sampai ujung dada (mungkin perasaanku saja), kami di perkenalkan sama Teddy kepada teman2 nya, Tony umur 24 thn tampang ABG banget cukup ganteng, Bobby umur 30 thn dengan penampilam rapih, dan tentu Joko yang sudah aku kenal (kita pernah dugem bersama Teddy dan Joko), dia merangkul dan mencium pipiku, sambil membuatku terkejut tangan kanan dia meraba dan meremas pantatku tanpa suamiku lihat, itu membuatku malu, terangsang dan pipiku memerah.

Tak lama kemudian cewek masuk dengan pakaian sangat sexy sepatu boot hitam yang tinggi selutut, dada membusung kedepan, dan berjalan dengan PD sekali bernama Indah (menurut saya Indah liar, cantik dan centil), kata suamiku itu cewek stripper untuk mebuat malam lebih asik. Setelah semua duduk di sofa yang telah tersedia botol miniman dan gelas yang sudah penuh minuman. Joko bediri dan mengambil minuman yg dimeja dan bersulang untuk ulang tahunnya Teddy, semua bertepuk tangan dan mengambil minuman, dengan lampu di padamkan sedikit agar remang remang, dan kami semua minum, Teddy bilang “Habis yaaa” minumannya sangat terasa sekali alkoholnya. Dan setelah kami semua minum habis Joko tertawa sambil berkata “nikmati malam ini karena minuman itu telah dicampur Inek hadiah dari Teddy” kami semua berseru ASIK!!!. Saat itu juga lagu house music dimainkan.

Gak lama badanku merasa ringan tangan mulai dingin, dan perasaan enak dan horny mulai terasa (aku kalau di kasih inek membuat aku horny). Dan kamipun berdiri sambil berpelukan dan bergoyang dalam irama denyutan music yang ada. Baru terasa dada suami saya bergesekan dengan dada saya, membuatnya putingku berdiri tegak dan seirama dengan dadaku menyeterum ke memiawku mulai terasa basah. Tiba2 suami melepaskanku untuk mengambil minum di meja. Sendiri aku bergoyang didepan dan serasa semua mata laki2 disitu melihat saya Joko, Tony, Bobby, dan Teddy, akupun mulai bergoyang lebih erotis dan memeluk org didekatku, tanpa sadar Indah sang stripper lndah yang bergoyang dan merangkul saya, karena aku asik aja, kita berdua bergoyang erotis berdempetan dan tangan Indah berada didadaku yg berdiri on. Aku melihat suamiku lagi asik dengan Yanti meraba raba pantatnya sambil bergoyang diantara selangkangan Yanti dan Yantipun memegang kepala suami saya didepan dadanya yang montok sambil digoyangkan. Akupun tak perdulikan aku lagi didunia enak banget.

Tak sadar kalau Teddy mendekat dan gabung ama kita berpelukan sambil tangan kanannya berada di dalam rok mini Indah. Dan yang kiri memelukku dari pundak dan tangannya meremas remas dadaku dan kunikmatinya .(membuatku horny banget). Teddy meninggalkan kita dan tanpa aku sadar memberi aba aba ke Indah untuk mulai melepaskan pakaiannya (striptease), Indah mulai bergoyang lebih erotis didepanku dan mengunakan tubuhku seakan akan aku cowok, dia melekuk lekuk sambil meraba tubuhku dari leher, ke dada, dan ke pantatku berulangkali dia lakukan itu. (membuatku semangkin horny aja hmmm….), Indah memintaku untuk membuka kancing rok mini yang dia kenakan, dengan kondisi horny dan fly aku turuti, dan terdengar suara siul2 dari cowok cowok, sampai kancing terahir rok mini Indah kubuka dan sekarang kelihatan jelas BH berwarna hitam dan CD tembus pandang berwarna hitam yang memperlihatkan vaginanya yang tanpa rambut sehelaipun. Dengan gaya erotis Indah menjilat, dan memilin dadaku dan putinku dari luar rokku sambil bergoyang goyang erotis, sedangkan tangannya meraba raba pantatku sambil menaikan rok miniku sampai terlihat CDku seirama denyutan music yang ada, dan sekali kali meraba vaginaku dengan jarinya secara lembut dan erotis dari luar CDku (hal itu membuat vaginaku on dan basah). Aku merasa sudah didunia nikmat dan gak perduli yang melihaku. Aku berbalik untuk melihat suasana dan suamiku yang masih dengan Yanti, dia sedang meraba raba dada yanti dari dalam BHnya dan tangan satunya berada diselangkangan Yanti sedang memainkan vaginanya, kulihat suamiku sedang on berat dan horny.

Kembali aku menikmati goyangan serta rabaan Indah kepada tubuhku. ternyata Indah telah melepaskan BH dan CDnya dan bergoyang telanjang bulat, siulan kembali ku dengar dan membuatku lebih liar dan berani. Indah mulai melepaskan rokku dengan pelan dan lembut dan berhenti pada kancing yang didepan perutku, membuat BHku kelihatan bagi yang mau lihat dadaku, dengan cepat dan lembut Indah telah melepaskan kaitan belakang BHku dan BHku jatuh kelantai memperlihatkan dadaku yang indah dengan putin yg sedang berdiri menunjukan betapa hornynya aku, dengan gerakan erotisnya Indah bergoyang dengan memainkan dada dan memilin putinku yang telanjang sambil diisep, dan dijilat dengan lembut, dengan tangannya bergerak untuk melepaskan rokku dari pundakku, dengan kenikmatan yang ku rasakan aku tidak memperdulikan rok miniku jatuh ke lantai, membuat saya topless dan bergoyang hanya dengan G-stringku.

Gerakan Indah tambah hot dan erotis melekuk lekuk dan mengerakan pinggangnya seolah olah dia lagi fishing aku, dan tambah ganas Indah mengisep isep dadaku dan tangannya mengelus elus vaginaku sambil jarinya keluar masuk, dia tahu betapa basahnya vaginaku, yang sudah keluar lendir menembus G-stringku. Aku buka mataku aku melihat Joko berada di belakang Indah dengan tangan yang bergerilia ke dada dan vaginanya, dan mencium Indah dengan lidah dijulurkan kemulutnya yg disambut juga dengan lidah indah didepan mataku. Aku termenung melihat mereka sampai aku tak sadar kalau Indah melepaskan G-Stringku, yang membuatku telanjang bulat dan bergoyang, aku segera melihat reaksi suamiku yang ternyata dia lagi sibuk sendiri dengan Yanti yang sekarang juga tidak memakai sehelai pakaianpun, dan lagi mengoral suamiku sambil mengocok penisnya, dan Tony menunggu dioral.

Tiba tiba aku terkejut dengan sesuatu yang hangat dan lembut menyentuh vaginaku, aku berbalik dan melihat kepala Indah berada diselangkanganku dan menjilatin vaginaku sedangkan Joko memelukku dari belakang sambil meremas dadaku. Indah dan Joko mengiring aku ke sofa dan sampai di sofa mereka melanjutkan menjilatin vaginaku dan Joko mengisap dan menjilat dadaku, kenikmatan menerpa tubuhku, tiba tiba aku merasa ada org duduk di sebelah kanan dan kiriku,

Ternyata Teddy dan Bobby. Bobby melihat sambil meraba raba dadaku yg satu lagi, aku malu, terangsang. dikelilingin tiga cowok sambil diisepin vaginaku oleh Indah, aaahhh..aaahhh…oohhh… aku mendesah keenakan. Posissi Indah digantikan oleh Teddy yang sekarang menjilatin clitorisku ooooohhh……oooohh……aaaahhhh…. Rangsangan yang hebat saya rasakan dari dada yg diisep 2 cowok dan vaginaku yang basah dan horny dilahap Teddy. Desahanku membuat para cowok memperlakukan aku lebih liar. Indah pindah ke sebelah Bobby dan melepaskan pakaiannya sambil mengoral penisnya sampai tegak, dan berikutnya Joko dan Teddy, sampai mereka semua tenlanjang bulat, ku lirik penisnya Joko begitu tebal dan panjang 17 cm, Teddy 19 cm dengan ketebalan yg sama, lalu aku meraba punya Bobby karena aku tidak dapat melihatnya, ternyata lebih besar dari semuanya dan tebal sekali sampai jariku tidak dapat melingkari penisnya, Teddy memasukan jarinya kedalam vaginaku sambil clitorisku diisep dan dijilat membuat badanku bergetar dengan maut aku keluaaaaa….rrr …..Arrrrgg……. Arrrrg…..feeww… feww….ooohh… cairan hangatku mengalir keluar dari vaginaku terasa tak henti hentinya mengalir keluar, semua terkena mulut Teddy yang melahap dan menjilatin semua cairanku yang keluar. Teddy memberi aku waktu untuk menikmati orgasmeku sebelum dia mengarahkan penisnya ke vaginaku dengan pelan dia masukan penisnya, sampai penisnya masuk semua baru dia maju mundurkan penisnya membuat aku mengikuti irama yang nikmat dia buat.

Teddy mendorong pinggangnya kedepan agar penisnya masuk semua ke vaginaku. Dengan tak sabar Joko berdiri dan mekangkangi mukaku sampai penisnya didepan mulutku, dan kuraih dengan nafsu dan kumasukan penisnya kedalam mulutku, kulirik ke kiriku untuk melihat Bobby, entah kemana Bobby tetapi sudah tidak berada di sampingku lagi, Indah memainkan dadaku dengan tangan dan mulutnya. sambil penis Joko kuoral dan ku jilat bolanya sampai ujung penisnya, sambil penis Teddy dalam vaginaku yang membuatku terangsang, seirama dengan jilatan Indah yg lembut di dadaku membuat aku mendesah aaaahhh….aaaahh…aaahh…, dan mebuatku lepas kendali, fuuuu..ckk…meee…fuuuuck…me.. Teeeddy… dengan aku mengerang membuat Teddy nafsu dan menyodok vaginaku dengan keras dan badanku mulai bergetar lagi dan Arrrrrggg….. Arrrrrgg… aaahhhh….aaahhhh… kupegang pantat Teddy dan kutarik kedalam agar penisnya masuk lebih dalam lagi ke vaginaku…..oooohh…oooohhhh…Arr rrrgggg…. aaaah…..aaahhh…uuuhhhh… badanku bergetar getar dengan hebat. Melihat aku keluar Teddy meyusul aku tahu dari denyutan penisnya dalam diriku…tak lama Oooooo….. Oooohhhh.. akkk…uuu.. keeee…luaaa…rrr. Dia mencabut keluar penisnya dan ternyata Indah telah menunggu dan Teddy masukan penisnya kedalam mulut Indah untuk menyemprotkan air maninya Aaaaa……hhh….aahhh….ahhh.. ooo… oooohhhh. ..banyaknya air mani yang keluar di mulut Indah sampai keluar kepipinya dan sisanya ditelan habis. Kebanyang olehku kenapa Teddy tidak mengeluarkan dimulut saya (padahal aku belum pernah), Tapi minuman dan inek itu mebuat aku berbuat hal yang belum pernah saya inginkan sebelumnya dan sekarang aku sangat menginginkan. Sambil melamunkan tentang air mani Teddy, tak sadar penis Joko yang sedang ku oral dengan nafsu, sedang berdenyut denyut siap menyemburkan air maninya, aku terkejut tiba tiba Aaaa…hhhh….. Ooohhhh….ooohhh… giiiii…lllee… aku keluuuuuuuaarrr…..croooot…..cr ooot… mulutku dibanjirin air mani Joko, menyembur dengan keras ketongorokanku membuat aku batuk batuk, dan Joko mendorong penisnya lebih dalam sambil memegang kepalaku sampai habis air maninya didalam kemulutku semua, banyak air maninya sampai sebagian tumpah ke sofa dan dadaku. Lemas lah Joko bersandar disebelahku. Kenikmatan pertamaku merasakan air mani keluar dimulutku membuat aku lupa sesaat akan suamiku, ternyata dia sedang duduk asik telanjang di oral oleh Indah dan penis Tony dari belakang menyodok vaginanya Indah dengan irama yang cepat celaaap…. ceeeeplok… celaaap…. Ceeeplok…. Terdengar suaranya.

Aku mengambil minumku dan menuguk minumanku, lalu aku dengan setengah sempoyongan kekamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai aku kembali ke sofa dan minum sedikit lagi mereka santai asik minum2. sambil bergoyang telanjang. Akupun bergabung dengan mereka di lantai bergoyang. Sambil menikmati denyutan lagu house music, aku masuk ke dunia kenikmatanku sendiri, Dan rasanya pada saat itu ingin memeluk semua orang yang hadir. Aku mengenali wajah-wajah yang ada namun pikiranku kosong. Aku pindah bergoyang di atas meja, dan aku bergoyang erotis seolah aku stripper yang hot. Dengan menyambut tangan tangan yang meraba raba setiap lekukan tubuhku yang membuatku sangat horny lagi. dengan jari, lidah di vaginaku dan dadaku tubuhku merasa nikmat.
Yanti naik keatas meja dan bergoyang bersamaku, goyangan kami seperti sepasang lesbi yang sedang terangsang. Yanti memasukan jarinya ke vaginaku dan lidahnya menjilatin dadaku dengan erotis sekali, tak lama Indah bergabug diatas meja dan kami bertiga kelihatan wanita lesbi yang hot dan heboh dikelilingi Joko, Bobby, Teddy, Tony, dan suamiku. Indah mengajak turun ke sofa dan aku terlentang diatas sofa dengan kaki dibuka lebar membuat akses yang mudah bagi Indah melahap vaginaku dan clitorisku, Teddy menyuruh Yanti menduduki mukaku dengan aku ahirnya merasakan rasa vagina wanita untuk pertama kali.

Vagina Yanti yang basah terasa asin, gurih, sedikit amis tapi tak tahu kenapa aku menikmatinya dan melahap vaginanya dengan nafsu. Keahlian Indah menjilain clitorisku membuat aku mendesah. Aaaahhh…aaa…aaaaa…. Aaaahhh.. dan memegang kepala Indah dan mendorongnya ke vaginaku yang berdenyut denyut. Lidahnya dimasukan dalam memiawku membuat tubuhku bergetar keenakan AAaarrrrrggg…..Aarrrgggg… oooooo… ooooohhhh… shiiiiii…tt.. tubuhku bergoyang maut merasakan Orgasme dari Indah Aaa…rrr….gggg Arrrrrggg….. aaahhhh…aaahhh.. aaahh.. keluarlah cairanku kemulut Indah yang mungil, dan bersamaan Yanti mendesah Arrrrrggg….. Arrrggggg…… ooooooo…. oooohhh.. oohh.. cairan Yanti keluar dimulutku dan Yanti menekan vaginanya kemukaku sampai hampir aku gak bisa bernafas, memaksakan aku menelan semua cairannya yang keluar dari vaginanya, dan aku menelan dan mejilat vaginanya sampai habis.

Aku merasa sangat happy, horny, dan nikmat. Aku melihat para cowok (termasuk suamiku) memandangku sambil berbisik bisik. Kemudian Tony dan Bobby menghampiri aku yang sedang terlentang telanjang bulat dapat mereka melakukan semau mereka dan aku akan menikmatinya. Bobby dengan penisnya yang besar dan panjang berhenti didepan mukaku, Tony menyusul dan juga berhenti depan mukaku dengan penis yang setengan berdiri. Suamiku meraih kedua tanganku dan menaruhnya dikedua penis didepanku sambil mengedipkan matanya seolah aku harus melayani mereka. Dalam kondisi horny aku kocok sambil kutarik penis mereka lebih dekat mulutku, ku oral secara bergantian, hanya penis Bobby lebih aku perhatikan, karena tak sabar aku mau merasakannya dalam vaginaku. Aku melihat suamiku, Yanti, Teddy, Joko, dan Indah duduk mengelilingi aku, Tony dan Bobby seolah menonton film porno, dan aku akan menyajikan tayangan yang seru bagi mereka. sambil bermain oral satu sama lain, tetapi pandangan mata mereka tertuju kepadaku melayani 2 cowok. Ku jilat bola Bobby dan kusedot masuk kemulutku berulangkali hingga Bobby mendesah Oooo… oooohh….. Aaaah…, dan kujilat batang penisnya hingga ujung lobang baru kumasukan kemulutku, panjangnya penis Bobby hanya bisa setengah yang masuk ke mulutku.

Penis Tony kuperlakukan sama dan diapun mendesah aaaa… Aaaahhh…. u uuuu…. Uuuuhhh.. tepuk tangan dari penoton claap….claapp… Hebat…Hebat.. membuat aku malu dan sangat terangsang secara bersamaan. Dadaku diremas remas dan putinku dipilin pilin oleh mereka berdua, yang memberiku sensai dan nafsu mengkulum penis mereka. Jari Bobby meraba sambil memasukan jarinya kedalam vaginaku yang hangat membuat aku mendesah ooooo…. Uuuuu….. aaaahhhh…., aku baru sadar kenapa lampu dalam terang sekali hanya dimana aku bermain dengan Bobby dan Tony, seolah aku di atas panggung teater dan dikelilingi penonton. Mukaku memerah sebentar karena malu, tapi tubuhku yang horny banget mengalahkan maluku. Tony pindah duduk di dadaku sambil kuoral, dan Bobby diselangkaanku memainkan mengisap vaginaku sambil jarinya masuk keluar. Aaaaahh… aaaa.. laaaa.giiii… laaaagiii.. desahanku yang keluar dari birahiku dengan tak sadar aku mendesah. Lagi2 tepukan tangan dari penonton bersuara dengan keras. Jilatan Bobby membuatku meram melek dalam kenikmatan yang aku salurkan kepenisnya Tony yang sedang kusepong sepong dengan ganas. Aku merasa ujung penis Bobby berada didepan lubang vaginaku siap memasukannya, dengan pelan kepala penisnya memasuki liang vaginaku, dan terasa amat besar bleeeeesss…… masuk kepala penisnya terasa sedikit sakit dan penuh vaginaku diisi penisnya keluar suara dariku saat itu Aaaaa…. Aaaa…hh… dengan pelan dia masukan semua sampai mentok dalam vaginaku yang merasa sangaaat penuh sekali.

Aku berhenti mengoral penis Tony dan merasakan kenikmatan penis Bobby yang sedang keluar masuk vaginaku dengan lembut dan pelan. Kenikmatan yang luar biasa kurasakan dalam liang vaginaku, dengan penuh nafsu kupegangang pantatnya Bobby dank ku atur tempo keluar masuk penisnya lebih cepat. Aaaaahhhhhh…. Aaaaaaaaa…… Oooooohhhh…… uuuuuu… feuuuu…..huuuuhh…huuuh.. Ooo… Fuuuuuucckk…Meeeee…. Fuuuuuckkk…. Meeee… pleaaaaseee.. desahan dan keliaranku keluar tanpa kusadari, dan tepuk tangan serta kata “fish dia Bobby ent*tin dia yang kencang” dari penonton yang bergairah melihat aku di genjot oleh ****** Bobby.

Yanti menghampiriku dan aku dibalik dan diminta untuk nungging doggie style dengan Yanti dibawahku menjilat clitorisku yang sangat sensitive, dan Tony duduk di sofa depanku sambil kuoral, Bobby kembali masukan penisnya ke dalam vaginaku dari belakang. Kenikmatan yang belum aku merasakan melanda tubuhku aaa….aaaa….ooohhh…..ooohh… ooohhh ….eeeghh…eeeeghh… ooohh.. yaaa…ooohh… yaaa… kenikmatan penis dimulutku, vaginaku, clitorisku dijilatin sambil penis yang besar keluar masuk vaginaku keliaranku mengambil alih Fuuuck…Fuuuuckkk… meeee. Boooobbyyyy… Fuuuuck… meee.. masukin Penismu yang lebih dalam Booooo….bbbyyyy… dengan irama yang cepat membuatku Orgasme yang luar biasa dan tak bisa kutahan lagi AAAAaaRRRRGGGG……… AAARRRRGGGG…. OOOOOOHHHH… Oooohhh… uuuuu….uuuu.. uu.. uu.. bergetar, dan mengejang kejang, tubuhku sampai harus di pegangi Bobby sambil dia menyodok dengan keras memasukan semua penisnya ke dalam vaginaku, dan dia tahu aku sedang orgasme dia berhentikan agar aku dapat menikmatin orgasmeku.

begitu penis Bobby dicabutnya, keluarlah cairanku dengan deras sekali ke mulut Yanti yang sedang menunggu, karena tubuhku bergetar sebagian masuk mulutnya, pipinya, hidungnya. Dan yanti membersihkan semuanya sampai habis. Desahanku masih tak dapat ku kontrol karena lidah Yanti yang hangat dan lembut menyentuh clitorisku berkali kali … oooo…. Oooo…hhhh.. ooohhhhh… Giiiiilleeeee… aaaaa……aahh. Penis Tony dimulutku kulumat habis, kusedot sedot dengan irama yang cepat keluar masuk mulutku. Sambil aku menikmati orgasmeku, Selesainya Yanti membersihkan vaginaku, Yanti berdiri disampingku menjilat dadaku sambil memijat bola Bobby yang sedang kembali mengenjotku vaginaku kembali dengan irama yang sama cepatnya, sambil penis Tony yang ku kelum dengan biji pelirnya Tony berayun ayun mengenai daguku. Dan suara biji pelir Bobby yang menghantam memiawku ceelllakkk….ceeeeplloook… kenikmatan dalam tubuhku yang tiada habisnya membuatku tak tahan lama. Tubuhku mulai menegang sensai kenikmatan melanda tubuhku vaginaku terasa tersetrum, mulutku terasa penuh dengan penis Tony, dadaku terasa geli nikmat dengan sekali kali gigitan sensai diputinku yang di lakukan Yanti, bergetarlah tubuhku lagi ARRRGGgg…..ARRRggg…..OOOhhh…. Fuuuuuckk…meeeee.. please fishkkk….meee… aaaahhh…. Tak lama Orgasmeku terulang lagi tapi yang ini lebih lama dan panjang AAAAAAaaaahhhh….. OOooooooo….. OOo….ooo.. OOOhhhhhh.. uuuuenak…… aaaa… aaa… aaaa… Fuuuuuuuuuuck…… fuuuucckkk… Akuuuuu…… keeeeeeluar…. Shiiiiiiiiiiii…….tt. oh.. oh.. oh.. nafasku tersendat sendat. Ku rasakan Bobby menyodok yodok aku dengan irama lebih cepat Aaakuuu… Keeeeeluar… UuuRRGGgg… UUuuuuu… Uuuu…. Oooo.. uuuuu.. crooooot… crooottt.. dia keluarkan air maninya di pinggangku dan meleleh kebawah sampai lubang pantatku terasa hangat. Penis Tony ku kocok kocok dengan irama cepat sambil kubuka mulutku menanti yang air mani keluar dari ****** Tony. melihat mulutku menunggu membuat tony sangat terangsang dan Aaaaa……hhhh. Aaaahhhh… Ahhhh….. croooooot… croooootttt… menyembur air mani Tony mengisi mulutku yang menunggu. Sambil dia kocok kocok sendiri penisnya dia masukan kembali kemulutku dengan berkata …“TELEN SEMUA” …perintahnya kepadaku, dia masukan dalam sekali kemulutku semuanya ****** kutelan habis, membuatku tersedak sedak. sentakan keras yang disertai semburan cairan hangat gurih di tenggorokan ketika 2-3 menit dia mengosongkan penisnya di mulutku.

Entah karena pengaruh minuman atau memang aku menikmati sensasi seks dengan pria lain, membuat rasa spermanya begitu enak sekali ketika kutelan. Lemaslah kita berempat dan akupun istirahat disofa terlentang. Suamiku membantu mengenakan pakaianku karena tak terasa sudah jam 4 pagi dan pesta sudah mau berahir. Teddy menghampiriku dan berkata “ kamu sexy dan hot banget gak salah aku memilih kamu sebagai hadiahku malam ini ” thank you sambil mencium aku dengan mesera dan lidahnya bergelut dengan lidahku. Lalu dia masukan jarinya kedalam vaginaku untuk terahir kalinya dan memasukan kedalam mulutnya untuk merasakan air maniku sambil tersenyum puas. Kami ahirnya beranjak dari tempat malam yang takan ku lupakan kepuasan yang aku alami malam ini digilir semalaman…..

Mahasiswi gila

48
Filed under gangbang

Cerita ini hanya fiktif belaka, adapun kesamaan nama, tempat dan lain-lain hanya semata ketidak sengajaan penulis..ini asli khayalan penulis yang belum terwujud ampe sekarang…n mudah-mudahan bisa terwujud secepatnya….

Namaku adalah wawan, berumur 23 tahun, aku mempunyai tubuh yang atletis sehingga banyak cewe? yang ingin jadi pacarku, namun aku belum mau terikat sama pacar, aku masih mau bebas menikmati masa muda…statusku adalah mahasiswa disalah-satu PTN dikotaku.

Hari ini adalah hari senin, jadwal kampusku padat sekali sehingga pagi-pagi aku sudah bangun dan bersiap kekampus, o-i-a aku tinggal in the kost…tempat kost ku dilantai 1 sementara dilantai dua adalah tempat kost cewe?..
selesai mandi aku langsung berpakaian kemudian ngopi sambil merokok. Ketika aku sedang nongkrong didepan kamarku turun seoarang laki-laki dari lantai dua, dia tidak menegurku dan langsung lewat didepanku begitu saja..dalam hatiku berkata ?sombong banget nih cowo?..?pasti habis ambil jatah ama tia?…
Yang lewat tadi adalah pacarnya tia, cewe? yang ngekost diatas..tia memang cantik..tinggi, putih dan bodynya padat..pagi itu aku gue langsung konak ingat tia, sempat terlintas untuk ML dengannya.
Sesampainya di kampus Erik langsung menghampiriku, erik adalah teman seperjuanganku, biasa dalam hal berburu kenikmatan sesaat,
?wan, gimana kalau ntar malam kita berburu lagi, udah lama nih nggak pernah diasah? erik berkata sambil tersenyum,
?akh aku lagi ada proyek rik, nanti aja klu sdh selesai, baru kita berburu lagi, tempatnya terserah kamu deh? balasku sambil berlalu..
Sebenarnya aku masih kepikiran sama Tia…maka akupun menyusun rencana untuk ntar malam..
Untuk diketahui sebenarnya keinginan untuk ML itu nggak muncul begitu saja, ini karena kejadian beberapa malam yang lalu, saat itu suasana tempat kost lagi sunyi, akupun iseng naik ke lantai dua untuk minjam buku, sesampainya di depan kamar tia, terdengar eluhan-eluhan nikmat…nalurikupun segera menuntun untuk melihat yang terjadi di dalam, kebetulan sedikit ada celah di balik kaca nako jendelanya..wah ternyata si Tia lagi dientot ama pacarnya? sehingga niatku untuk meminjam buku tidak jadi.
Malam harinya aku pun menyusun rencana……
Malam itu kira-kira pukul 9 malam suasana di kostku lagi sepi, orang disamping kamarku lagi keluar cari tugas diwarnet. Aku pun berfikir inilah saatnya untuk bercinta sama tia..otakku sudah dditutupi oleh nafsu birahi yang tinggi..
Akupun naik keatas kekamar tia, kebetulan kamarnya terbuka, kulihat tia sedang mengerjakan tugas, dia terlihat seksi menggunakan sarung bali dan tanktop.
?Hi..lagi ngapain nih?? tanyaku..
?biasa kerja tugas, kenapa wan lu mau minjam buku lagi..?
?nggak..gue cuman bete dibawah kaga ada orang makanya gue naik..nggak mengganggu kan??
?nggak kok, kebetulan nih gue lagi bikin tugas di corel, lu bantuin gue ya, lu kan jago corel..?
?beres bos..?jawabku ?mana yang lainnya kok sepi banget?
?yeny ada tuh dikamarnya sama cowo?nya,, kayanya lagi asyik..? jawab tia sambil tersenyum
?eh gimana bikin lay out iklan yang baguswan, lu ajarin gue donk?
Akupun mengambil alih komputer sehingga tia kini duduk dibelakangku..
?Wan lu bikinin yang meriah iklannya ya. Kalo bisa ini warnanya lu rubah biar kontras? sambil tia menujuk pada monitor sehingga toketnya menempel di punggungku..
?beres bos..? konsentrasi kupun hilang..yang ada hanya nafsu sementara senjataku sudah mulai tegang…akupun mulai merencanakan sesuatu..
?tia tutup donk pintunya dingin banget nih ntar gue sakit tipes lagi gara-gara batuin lu.?
?Ga usah deh wan..ga enak masa kita berdua dalam kamar..lu kan bukan pacar gue..?
?makanya lu jangan berfikiran kotor terus donk, masa lu ngga percaya ama gue, emangnya lu mau gue apain????
?oke deh, tapi lu jangan macem-macem ya, just kerjain tugas gue tuh..?
Tia pun menutup pintu kamarnya, kemudian duduk kembali disampingku.
Nyali ku agak ciut karena ternyata tia bukan cewe? gampangan baru disuruh tutup pintu aja susah banget gimana kalo gue suruh buka baju bisa teriak nanti. Aku pun berencana mengurungkan niat ku karena takut kalo nanti tia teriak..
Kukerjakan tugasnya sementara sesekali tia menunjuk monitar jika ada yang salah dan toketnya menempel dipunggungku..
Waktu sudah pukul 10 malam nampaknya tia sudah mulai ngantuk di pun menyandarkan kepalanya dibahuku..
?pinjam bahu lu ya..leher gue pegel nih.. wan matiin lagunya udah malem nih..? akupun mematikan winamp dikomputer..
suasana dikamar kini sangat hening namun tiba-tiba terdengar suara rintihan nikmat dari kamar sebelah, dan kami pun saling berpandangan..
?diapain tuh yeni ama pacarnya?? tanyaku pura-pura bego
?biasa…lu kaya kaga? tau aja wan?
Akupun mulai konak sementara tia kambali bersandar dibahuku..
Suara rintihan yeni semakin lama semakin terlihat nikmat dan tanpa kusadari nafas tia kini mulai tidak teratur..wah lagi konak nih cewe? ini kesmpatan gue pikirku dalam hati..akupun bersiap-siap menunggu waktu yang tepat..kuperhatikan tia duduknya mulai gelisah..aku pun berbalik dan memegang tangannya dan langsung melumat bibirnya…tia tampak terkejut dan mendorongku namun langsung kudekap erat-erat tubuhnya sehingga dia tidak bisa bergerak..
?lu apa-apaan sih, dia pun mendorong tubuhku dengan kuat sehingga pelukan ku pun terlepas…?
?sory tia…gue kelepasan…abiz gue konak dengar suara yeny dari sebelah…?
?sory banget yaach? aku pun memohon sama tia
Tia pun pun hanya diam menatapku dan kemudian mengangguk..
Oh..syukurlah tia mau maafin gue..gue takut dia melapor di ibu kost bisa diusir gue..
?lu tidur aja biar tugas lu gue yang selesaikan, gue janji ga bakal ngapa-ngapain lu..?
Tia masih terdiam nampaknya dia bingung harus ngapain…
Akupun kembali mengerjakan tugasnya tia yang tinggal sedikit..
10 menit kemudian tugasnya tia udah selesai..
?tugas lu udah selesai..gue turun ya..sory tadi gue khilaf banget..?
Aku pun berdiri dan keluar dari kamar..tiba-tiba tia memanggilku..
?wan thanks ya..sory tadi gue gu dorong lu terlalu keras..?
?ga papa..gue cabut dulu ya..?
Aku pun kembali kekamar ku menahan konak..kemudian karena terlalu konak akupun onani dikamar dibantu koleksi film bokep ku dikomputer..setelah onani tiba-tiba hpku berbunyi tanda ada sms..teryata dari tia..akupun langsung baca isi sms itu.
?wan lu kekamar donk sekarang, ada yang mau gue kasih?
Wow pucuk dicinta ulam pun tiba pikirku dalam hati..ternyata tia juga konak nih..pasti dia mau ngajak gue ML.
Akupun langsung naik kekamar tia ditangga aku berpapasan sama yeny dengan pacarnya. Kayanya pacarnya udah mau pulang, sampai didepan kamar tia kuketuk pintunya.
?masuk aja ga dikunci kok jawab tia dari dalam…?
Aku pun masuk kedalam dan kulihat tia sedang barbaring dikasurnya sementara sarung balinya agak terangkat sehingga pahanya yang putih terlihat…kututup pintu dan langsung ku cium bibirnya tia..dan tia mendorongku..
?eit sabar dulu donk..lu udah konak banget ya…sebenarnya tadi gue juga konak tapi gara-gara lu tiba tiba brutal gue jadi takut tau..? ?tapi lu janji jangan bilang siapa-siapa yah apalagi ama pacar gue?
?beres sayang? dan langsung kulumat bibirnya..tia pun membalas dengan memainkan lidahnya,,sesekali dia menghisap lidahku..kini tangan ku mulai memainkan toketnya, dan mulai menciumi lehernya
?sshhh..uhfff..terus wan..enak banget wan..?
Kumasukkan tangan ku kedalam tank tonktopnya dan ternyata dia sudah tidak pake bh..kuremas-remas kedua bukit kembarnya..tia nampak sangat menikmatinya..tangannya mengelus-elus kepalaku dan mulutnya mengeluarkan desahan desahan kenikmatan….
Kini kulepaskan tanktop serta sarung balinya dan kini tia telah bugil karena dia juga sudah tidak mngenakan cd..
Tia pun juga melepaskan baju dan celana pendek serta cd ku…
?wow gede banget punya lu wan ga muat nih masuk memek gue? tia pun mengelus-ngelus kontholku.
?lebih gede mana konthol gue atau konthol pacar mu tia? tanyaku
?konthol lu jauh lebih gede, tapi gue takut ntar memek gue jadi longgar, pokoknya ini yang pertama dan terakhir wan ya, soalnya gue kasian tadi liat lu udah konak banget, pasti bawaannya ga enak kan? sementara tangannya tia masih mengelus-elus konthol ku, ?bisa longgar memek gue nih kalo tiap hari dimasukin rudal kaya gini?
?oke deh gue ga bakal minta lagi tapi kalo ntar lu pengen lagi sms aja..?
Tia pun tersenyum dan langsung melumat bibir ku….aku pun membalas dengan hangat dan kumainkan klitorisnya dengan jari-jariku…
Shhh…uhffff..
Kini kujilat puting susunya yang berwarna pink..
Shhh…oh..ouchhh enak banget wan terus wan gue ga tahan nih…
Kini kepalaku turun kearah perutnya dan tangannya tia mendorong kepalaku supaya lebih turun ke bawah. Kuturunkan kepalaku arah vaginannya, jembut nya gondrong..kayanya ngga pernah dicukur namun vaginya sangat harum sehingga birahi ku tambah meningkat dan kumudian ku mainkan klitorisnya dengan lidahku…
?Ouh…uhff…..enak banget wan lidah lu enak banget..terusin wan puasin aku malam ini? suara tia mulai meracau…
Aku pun menegurnya
?jangan terlalu ribut ntar kedengeran ama anak2 disebelah…?
?ga ada orang kok cuman yeny yang ada, yang lainnya lagi pada pulang kampung, biarin aja yeny dengar siapa suruh tadi juga ribut..?
?lanjutin lagi wan lidah lu enak banget..?
Aku pun melanjutan memainkan klitorisnya tia dan jariku memainkan bibir vaginanya.. ?uhfff..enak banget nih wan gue ngga tahan ….?
Akupun semakin liar memainkan lidah ku kadang kumasukkan kedalam lubag vaginanya….tia pun kadang menjambak rambut ku menahan nikmat..
?wan gue ga tahan nih gue meu keluar….terus wan ouhhh…..gue sampe wan….uhffffff?
?cairan kenikmatan keluar dari lubang vaginanya dan aku pu terus menjilatnya sampai bersih…?
Gila kamu wan ternyata lu hebat banget…bisa ketagihan gue…
Akun pun maju kedepan sehingga konthol ku kini berada didepan bibirnya..
?ogah ah wan..gue ga mau isep konthol lu..konthol pacar gue aja ga pernah gue isep…gue jijik?
Namun aku tidak memperdulikkannya karena birahiku sudah memuncak..kutarik kepalanya sehingga konthol ku kini menempel dibibirnya..kupaksa masuk sehingga mulutnya tia kini mulai terbuka. Kudorong pelan pelan dan nampaknya kini tia mulai menikmatinya dia membuka mulutnya sehingga kotolku masuk setengah..
Tia pun mengulumnya. mulutnya memompa konthol ku…
?Ouhhh nikmat banget tia,…terusin isep yang kuat konthol gue….?
tia pun melepaskan kontholku dan menuruhku berbaring…
?lu baring aja wan biar gue isep, ternyata konthollu enak banget?
Kini tia asik mengulum kontholku dengan ganasnya dan tangannya memainkan biji pelirku..
?ouhh..tia enak banget sayang….terus…kocok terus konthol gue pake mulut lu…?
Lagi asik tia mengulum kontholku tiba-tiba pintu kamar dibuka…
Kamipun terkejut..ternyata yeny…
Gue boleh ikutan ngga? gua konak banget nih denger suara lu tia…pacar gue udah pulang tapi gue ngga puas abis dia cepet banget keluar…
?gabung aja, wawan juga kayanya kuat kok muasin kita berdua..kunci pintunya ntar ada yang ganggu? tia langsung menyuruh masuk yeny..
Yeny pun langsung masuk dan melepas dasternya dan langsug bugil karena tidak pake cd dan bh…
Wow tubuh yenny ngga kalah baguss ama tia, putih, bersih n toketnya gede banget mungkin terlalu sering digunakan sama pacarnya kali.
Tia pun melanjutkan mengulum kontholku dan yeny langsung melumat bibirku..
Gila niatnya mau mempekosa kok malah gue yang diperkosa, ama dua cewe cantik lagi..
Yeny turun ke dadaku dan menjilati puting ku..
Ouh..nikmat banget..lu berdua emang jagooo. Terus sayang i love it….kini yeny turun keselangkangan ku dan bergantian mengulum kontholku sama tia..
Sungguh sahabat yang serasi saling berbagi konthol……
Kini tia menghadapkan memeknya ke mulutku..
?sekarang lu makan nih memek gue….?
Tia pun mendorong memeknya kemulutku dan aku pun langsung menjulurkan lidahku…
Tia pun terus memompa semetara yeny teru asyik mengulum kontholku….
Kira-kira sepuluh menit kami saling ber-oral seks…
Aku pun membaringkan tia di kasur semantara yeny duduk sambil memainkan jari di memeknya…
?wan jangan lu tumpain didalem ya..gue lagi masa subur nih..?
?Tenang aja sayang?
Aku pun memainkan kontholku di bibir vaginanya….
?shhhh..ouhhh masukin wan gue ga tahan nih……?
Akupun memasukkan kontholku pelan-pelan…agak susah karena kontholku lumayan besar (18cm) walaupun vaginanya tia sudah sangat becek…
?dorong yang dalem wan konthollu enak banget terus wan…?
Bles…. kontholku masuk semua kedalam memeknya tia…
Aku pun mulai memompa kontholku…
?ouh..hhshhhh…uhfff..terus wan entot teru memek gue….?
?enak kan konthol gue…mana lebih enak konthol gue atau kontholnya pacar lu?
?konthol lu lebih enak sayang…gede banget…terus sayang entot terus, tusuk yang dalem memek gue…?
Sementara yeny kini mulai menjilati puting susunya tia sambil meremas remasnya..
Tia mulai bergerak tidak teraturr menahan nikmat…sementara tangangku asyik bermain fucking finger di memek nya yeny…
?Terus sayang aku mau keluar nihh….entot terus memek gue terusssssssss…ouhhhh…gue sampe wan..?
konthol ku serasa dijepit dan kemudian terasa hangat karena cairan kenikmatannnya tia.. akupun terus memompa memeknya tia yang sudah sangat becek…
Clep..clep…clep..terdengar bunyi dari memeknya tia yang terus ku pompa..sementara yeny kini mengelus-elus dadaku yang penuh keringat…
?Tia memek lu enek banget gue entot lagi ya…konthol gue rasanya ga mau lepas?
?entot terus memek gue wan…gue seneng banget …terus wan…..konthol lu perkasa wan…?
Tia pun mengoyangkan pingulnya mengikuti irama kontholku ku..tampaknya birahinya telah bangkit kembali….
Kuketekuk kakinya kedepan sehingga kontholku lebih leluasa menerobos memeknya tia….
?oh nikmat banget wan konthollu masuk dalam banget…terus wan…entot yang kuat memek gue…nikmatin sepuasmu sayang…ouhhhh…uhfff…?
Kulihat yeny sedang asyik meainkan klitorisnya sendiri.nampaknya dia sudah sangat konak…
?wan gue mau keluar lagi nihh….terus sayang…yang kenceng……. konthollu enak wan…?
Akupun mempercepat goyangan ku dan sekali lagi tubuh tia kembali mengejang dan menumpahkan cairan kenikmatan…kucabut kontholku…dan kulihat memeknya tia nampak merah dan carairan kenikmatannya keluar mebasahi kasur…
?gue cape banget wan…ternyata lu hebat muasin wanita…..?
aku pun melumat bibirnya dengan nafsu…tiba tiba kontholku serasa hangat dan kulihat ternyata yeny telah asyik mengulum kontholku….
?wan lu kok kuat banget sihhh..mulai tadi belum keluar..memek gue aja udah tiga kali..?
aku pun hanya tersenyum..
aku pun duduk dan menyuruh yeny terus mengulum kontholku…
?terus yen..kuluman lu enak banget…isep yang kuat kontholku….?
Yeny pun dengan ganas mengulum kontholku…
?wan entot gue sekarang ya…gue ga tahan nihhh…konthol lu gede banget…memek gue udah gatel nih pengen rasain konthol mu…?
Aku pun menyuruhnya menungging ala dogy style..kudorong pelan-pelan kontholku sampai amblas kedalam…
?ouh…nikmat banget kontholmu wan….terus wan goyang….?
Ku pompa terus memek nya yeny..
?wan enak banget…shhhh..uhff….entot terus wan,….entot yeny terus wan…yeny suka dientot ama kamu…?
Yeny mulai meracau tidak karuan sementara tia memelukku dari belakang dan dan menggesek-gesekkan jembutnya di pantatku sambil menciumi leherku…
Tia terus berbisik kepadaku ?aku sayang kamu wan maukan kamu puasin aku terus..?
Aku hanya diam karena sedang berkonsentrasi mengentot memeknya yeny…
?wan gue mau keluar nih…terus wan….entot terus….ouh….?
Cret..cret..cret..terasa kontholku disiram oleh cairan cintanya yeny….aku pun terus memompanya karena aku belum apa-apa…
Yeny nampak menahan rasa sakit dan nikmat…kutarik rambutnya sehingga wajahnya menghadap kebalakang melihatku….
?enak yen kontholku….??
?enak banget wan…entot terus memek gue….terus wan…?
Kini yeny memutar-mutar pingulnya sehingga kontholku serasa terpilin-pilin
?terus yen..gue mau keluat nih…enak banget…?
?iya wan gue juga mau keluar lagi….entot yang kenceng memek gue wan….?
?gue tumpai dimana ni yen…?
?tumpain didalam aja wan…memek gue pengen ngerasin sperma mu…?
aku pun menggenjot dengan cepat memeknya yeny dan tia sedang asyik mencupang leherku…
?gue keluar nih wan…ouh…aahhhh?
?gue jua yen…..ouhhhhhhhhhh….?
Cret…cret….cret…aku pun menumpahkan spermaku didalam memeknya yeny sambil kupompa pelan-pelan..
Sperma ku sebagian keluar lewat bibir vaginanya…
?enak banget di entot sama elu wan…uhfff…cape? banget gue..?
Aku pun mencabut kontholku, karena tadi aku udah onani jadi kontholku langsung lemes..yeny langsung menjilati sisa2 sperma dikontholku sampai bersih…
Setelah itu dia pamitan
?gue udah dulu ya cape? banget nih soalnya tadi udah juga ama pacar gue..lu lanjutin aja berdua…kasian tuh sih tia, dia kayanya masih konak tuh..bye..?
Yeny pun keluar kamar…dan kini tinggal saya sama tia..
?tia sebenernya gue udah lama banget pengen ML ama elu tapi gue takut ngajak soalnya lu udah punya pacar?
?wan konthol lu enak banget..jauh lebih enak dari kontholnya pacar gue jadi kapanpun lu minta memek gue, bakal gua kasih..hati gue memang milik pacar gue , tapi memek gue boleh lu milikin selama ada kesempatan..?
Akupun sangat seneng mendengarnya..wah bisa ngentot kapan aja nih..tinggal naik keatas..pikirku dalam hati…
?wan entot gue sakali lagi dong gue masih pengen nih…lu masih kuat kan..tapi konthol lu kok udah lemes sih…?
?gue tadi abis onani abis gue udah konak banget..tapi kalo lu masih mau, lu kasi bangun nih ade gue..?
Tia pun tersenyum manis dan denga lahap mengulum kontholku yang masih lemas..dia memasukkan semua kontholku sampai kemulutnya dan menghisapnya..kurasakan lidahnya bermain diujung kontholku..
?ohhh nikmat banget tia…terus ade gue mulai bangun nih….?
konthol ku pun mulai tegang kembali, tia mengulumnya dengan lembut seperti sedang menikmati lolypop…
?cepet juga nih berdiri kontholmu wan..?
?isep terus ya..isepan lu enak banget…?
Tia pun meghisap kontholku sambil lidahnya menggelitik ujung kontholku…
Hampir sepuluh menit dia menhisap kontholku…
?masukkin ya sayang gue udah ga tahan nih liat konthol lu..?
Tia pun jongkok diatas konthol ku dan mengarahkan konthol ku kevaginanya..
Pelan-pelan tapi pasti dia menurunkun pantatnya..kulihat rona mukanya yang memerah menahan sakit campur nikmat yang diberikan oleh konthol ku…
?ouh…konthol lu kok bisa gede banget sih wan..kayanya sampe ke rahim gue nih..?
Tia pun mulai menggoyang pinggulnya seperti inul sedang goyang ngebor….
?ouhh tia…enak banget sayang…terus sayang………?
konthol ku serasa di pijat dari segala arah sementara tangan ku meremas toketnya dengan kuat menahan rasa nikmat…
?oh sayang..kontholmu enak banget …remas yang kuat tete gue sayang…ouhh..uhff….?
Aku pun meremas toketnya dengan kuat dan menggoyang pnggulku…
Nikmat sayang gue mau keluarnih….terus…
Dia pun meremas tanganku yang berda ditoketnya..sepertinya dia sedang menahan sesuatu yang sangat nikmat dan kepalanya mengadah keatas..
?ouhhhh….gue keluar lagi sayang nikmat banget…..uhffff….?
Cairan cintanya pun mengalir dibantang kontholku dan membasahi jembut ku
Dia pun menunduk mencium bibir ku sementara kontholku masih berada divaginanya…
?thanks sayang lu udah muasin gue…gue cape banget nih….?
Aku pun tidak memperdulikannya kubaringkan dia dan ku pompa kembali memeknya.. ?ouhhh sakit sayang……terus…sayang…. .uhfff….?
Aku pun memompa semakin liar…
?memek lu enak banget tia ….terus tia …goyang terus pinggul lu…gue mau keluar nih?
Tia pun menggoyang pinggulnya…
?sayang jangan dikeluarin didalam ya….?
Aku pun mencabut konthol ku kemudian berdiri dan menyuruh tia mengocoknya..
Tiapun jongkok mengocok konthol ku
?ayo sayang keluarin spermamu….gue pengen rasain spermamu…?
Tia terus mengocok dengan semangat sambil menjilat ujung kontholku…
?hisap sayang pake mulutmu gue mau keluar nihhh..?
Tia pun langsung memasukkan kontholku kemulutnya dan menghisapnya semantara tanganya memainkan bijinya..
Ku entot terus mulutnya tia, terasa sangat hangat kontholku didalam mulutnya tia..
?hisap tia gue keluar nih….ouhhhh achhh……..?
Creeet…creett…crettt…spe rma ku tumapah semua dimulutnya….tia langsung menelannya dan menjilati sperma yang masih tersisa di kontholku…diapun menjilat sperma yang disekitar bibirnya….
?sperma lu enak banget..rasanya asin…tapi nikmat wan..?
kontholku pun langsung lemas karena sudah keluar tiga kali dalam waktu beberapa jam..
?Gue cape banget nih tia….?
tia pun berbisik…?wan gue konak lagi sekarang gara gara isep konthol lu..?
Gila nih cewe nafsunya tinggi banget sementara tenaga ku sudah habis terkuras…
?wan lu jilatain memek gue ya ampe keluar…?
Dia pun berbaring dan mengangkang…aku pun mulai menjilati memeknya yang sudah sangat becek….terasa asin namun nikmat….
?wan lu balikin badan lu donk biar gue isep konthol lu…soalnya gue tambah konak kalo isep konthol lu?
Aku pun berbalik, kini kami bergaya 69 menyamping….kepalu ku dijepit oleh pahanya tia dan lidah terus memainkan lubang vaginanya dan kadang kutusuk masuk kevaginanya. Semantara jari ku kutusuk masuk kedalam lubang anusnya…
?enak wan tangan lu…kocokkin anus gue wan…terus wan…?
Kini pinggul tia mulai bergoyang menekan mulutku…semantara kontholku terus dihisap dengan kuat sehingga kini kontholku telah berdiri kembali…
?terus sayang hisap yang kuat lubang vaginaku….ohhh aku mau keluar sayang…ouhhhhh…achhh…?
Cret..crett…terasa cairan asin membasahi lidahku….aku pun menjilatnya sampai habis…
?udah sayang kan..kamu puas kan?? aku pun memeluknya
?puas banget sayang kontholmu enak banget, pengen rasanya isep kontholmu terus..sayang kontholmu masih berdiri tuh gara-gara ku isep tadi….?
?Biarin aja aku udah cape banget nih ntar lemes sendiri kok…?
Kulihat jam telah pukul 2 pagi dan aku sangat ngantuk namun nampaknya tia tidak mau menyia-nyiakan konthol ku yang lagi ngaceng..
?kamu tiduran aja ya,,biar kontholnya ku isep ampe keluar….kasian udah terlanjur berdiri nih..?
Ternyata tia punya nafsu yang tinggi….dia pun mengulum kontholku dengan lahapnya sementara aku hanya berbaring menikmatinya…
?shhh…uhfff terus sayang..?
Sekitar setengah jam dia mehisap akhirnya aku mau keluar….
?isep sayang aku mau keluar nih…..?
Dia pun mengulum kontholku dengan cepat dan cret..cret…sperma ku kembali keluar di mulutnya dan nampaknya hanya sedikit…dia pun asik menjilati nya sampi bersih dan badanku pun terasa lemas sekali…
?Gila kayanya gue yang diperkosa ama tia nih…dia kok kuat banget ya…?pikirku dalam hati.. Kulihat tia terus menjilat kontholku dan aku pun memejamkan mata karena mengantuk dan akhirnya tertidur….dan tia pun tertidur disamping kontholku..
Kira-kira pukul 10 aku terbangun..kulihat tia sedang menyiapakan makanan, rambutnya basah habis keramas…dia hanya memakai sarung bali yang dililitkan sampai didadanya..
?udah bagun wan…mandi gih sana trus makan nih..pasti lu laper banget kan..?
?Oke deh sayang….?jawabku..
Kamar di kosku ada kamar mandinya didalam jadi ga perlu repot-repot keluar kamar..akupun mandi dan tidak menutup pintu..kulihat tia memandangku terus penuh nafsu…
?pacar lu ga datang hari ini tia..??tanyaku
?katanya mau datang ntar siang jam 2..? balas tia ?wah…gue harus balik nih kekamar gue..? ?ntar lagi aja ..baru jam 10..lu makan aja dulu..?
Tia terus memandangiku dan kini tangannya meremas toketnya sendiri..akupun memanggilnya..
Tia pun langsung masuk ke kamar mandi dan melepaskan sarung balinya..
?wan lu entot gue lagi sekarang ya…memek gue gatel nih liat konthol lu…?
?gila lu tia…ga ada cape? nya…?
?abis lu sih mandi kaga tutup pintu, ya konak deh gue liat konthol lu..?
Dia pun jongkok mulai menghisap kontholku yang masih lemas…
Tidak berapa lama kemudian konthol ku kembali berdiri tegak….
Kusuruh Tia nungging dan tangang nya berpegang ke bak mandi…
Kumasukkan kontholku kedalam memeknya yang sudah basah..dan ku entot dengan brutal…
?achhhh sakit sayang…pelan-pelan dong ntar memek gue robek nih..?
Aku tiadak peduli dan terus menggoyang pinggulku semakin ganas…
?sakit sayang…nikmatttt….terus… perkosa aku…entot terusss..?
Aku memompa memeknya tia dan tanganku meremas-remas toketnya yang bergelantungan..
?nikmat sayang terus….konthol mu panjang banget?
Tia terus meracau dan Tidak lama kemudian kurasakan tubuh tia mengejang
?ouhhh gue keluar sayang…enak konthol mu sayang…?
Aku pun mencabut konthol ku dari memeknya….
?sini gue isep lagi ampe keluar wan..?
?Ngga ah gue mau entot lu aja ampe keluar..sekarang lu baring yah?
?dimana ? disini sayang…?? ? ya iyalah…suasana pasti tambah asyik…?
Kemudian kubaringkan tia di lantai kamar mandi dan kubuka lebar lebar pahanya sehingga terlihat jelas vaginanya yang merekah…
Ku tancapkan kontholku perlahan lahan dan beberapa saat kemudian kontholku sudah keluar masuk di memeknya…
?ouchhh nikmat sayang entot terus sayang,,siram rahimku dengan sperma mu…
Terus sayang..?
Nampaknya gejolak birahi tia sudah memuncak sehingga dia meracau tidak karuan..kepalanya menggeleng kekiri dan kekanan di lantai kamar mandi sehinga terlihat sangat seksi…
Aku pun memompa semakin cepat…
?entot terus sayang,, tusuk terus memek ku..?
?aku mau keluar lagi…terus sayang….ouchhh..ahh… uhff..aku sampe sayang..?
Cairan cinta pun keluar dari vaginanya tia sementara itu aku juga udah mau keluar…
Kemudian kucabut kontholku dari memeknya dan kuarahkan kewajahnya…
Crot…crott…crot…sperma ku keluar membasahi wajah tia…kumasukkan kontholku kedalam mulutnya dan dia langsung menjilat dengan lahapnya….
kubersihkan wajah nya dari spermaku menggunakan tangan ku dan dia langsung menjilat jari-jari ku yang penuh dengan sperma……
Aku pun kemudian menariknya untuk berdiri…dan kami pun mandi bersama-sama
Setelah mandi kami langsung makan..kulihat sekarang telah pukul setengah dua..
?gue turun dulu ya sayang..pacar lu udah mau datang kayanya tuh…?
?oke deh sayang, kalo lu mau entot gue lu sms aja truz bilang kalo mau pinjam buku..kalo gue bales lu langsung naik aja ya…?
?oke sayang aku pun mencium bibirnya sekali lagi dan turun meninggalkan tia…?
Diluar aku ketemu yeny…
?gila nih..kayanya lembur ya…kirain lu udah turun ternyata masih didalem..?
yeny pun berbisik…ntar kalo gue panggil lu entot gue lagi ya…gue ketagihan ama konthol lu yan gede…
?oke deh kapan pun lu panggil gue selalu siap..?
Akupun kembali kekamarku…dan tidak berapa lama kemudian pacarnya tia datang dan langsung naik keatas…
?kasian pacarnya baru gue garap semalaman..? kata ku dalam hati
Aku pun langsung beli telur ayam kampung untuk memulihkan stamina ku..
Ketika aku mau tidur tiba-tiba hp ku berdering dan ternyata yeny yang telpon…
?wan lu naik donk entot gue nih…gue konak nih abis tia lagi konthol ama pacarnya tuh..?
?oke deh sayang?
Aku pun naik keatas dan kembali memuaskan yeny….
Begitulah kegiatan ku satiap hari jika sedang tidak ada kuliah…
Aku kaya cowo panggilannya tia ama yeny.. dan kadang kami pun main langsung bertiga..

Kegilaan Agnes

28
Filed under gangbang

Hari itu latihan rutin, Agnes dan 10 penari latar prianya sedang melakukan latihan rutin menjelang sow di tv.

Agnes yang bergairah dan muda, enerjik dan cantik, meliuk-liuk merangsang birahi, dan ia bukannya tidak tahu itu.

‘Ok guys, take five’ serunya. Dan ditengah istirahat itu Agnes berseru
‘Thank you guys karena sudah Bantu aku…. Sekarang biar aku hibur kalian’. Sambil itu Agnes memutar house music dan ia mulai menari erotis.

Para penari latarnya ternganga melihat Agnes yang bergerak liar dan mulai striptease.
Gerakannya benar-benar memancing birahi, tanpa disadari mereka mulai menggesek penis mereka.

Satu persatu pakaian Agnes terlepas sehingga bugil total di hadapan mereka, Agnes sama sekali tidak merasa malu bahkan ia semakin berani. Ia mendekati penarinya yang mulai horny dan menggesekkan tubuhnya di dada bidang mereka serta menggesek penis mereka.

Lalu ia mundur sedikit dan berkata ‘Do you guys wanna fuck me or what’
Tanpa dikomando lagi para penari melepas pakaian mereka hingga bugil, mereka serempak menggerayangi tubuh montok Agnes, dan mereka mulai berani melakukan French kiss karena memang Agnes yang memulainya.
Agnes tanpa jengah menghisapi penis mereka satu persatu dan mengocok penis lainnya dan ia tanpa segan mengisap sperma yang muntah di mulutnya.
Lalu Agnes merebahkan dirinya, ia mengangkankan kakinya dan berkata ‘who wanna be the first?’
Maka Andre, penari latarnya yang paling oke maju, ia meletakkan kepalanya di vagina Agnes yang berbulu halus dan terawat rapih dan dengan rakus menjilati, mecium dan mengisapinya. Agnes merasakan sensasi yang sangat tinggi terlebih dengan gerakan erotis yang tadi dilakukannya, ia tidak tahan lagi dan melenguh keras seiring orgasmenya. Andre lalu mengarahkan penisnya ke vagina Agnes yang sudah basah dan dengan sekali entak menerobosnya.

Agnes berteriak tertahan namun segera mneggoyangkan pinggulnya seiring kenikmatan yang dirasakannya.
Tak lama dirasakannya Andre sudah akan orgasme, ia sengaja menahan pinggul andre yang keheranan dan akhirnya memuntahkan sperma di dalam rahim Agnes.
‘Don’t worry’ ujar Agnes sambil tersenyum nakal dan ia melirik ke belakan bahu Andre

Darren segera maju menggantikan Andre, ia mengangkat kaki Agnes ke bahunya dan menghujamkan penisnya, ia sangat bernafsu karena tak pernah dalam mimpinya ia menyetubuhi Agnes yang selama ini memang menjadi objek masturbasinya, hujaman demi hujaman sampai ia tidak kuat lagi dan menembakkan lahar putihnya di dalam vagina Agnes.

Waren segera menyusul, menunggingkan Agnes dan menghujam vaginanya doggy style, tangannya meremas payudara Agnes memilin-milin putingnya. Perlakuan ini membuat Agnes tidak tahan dan kembali orgasme.

Adi yang tidak tahan menunggu giliran menjambak rambut Agnes hingga terdongak dan melesakkan penisnya ke dalam mulut Agnes hingga ke tenggorokannya.
Agnes melayani itu semua, ia tidak menahan Adi untuk tidak merejok penisnya sedalam itu, bahkan Agnes mengeluarkan kemampuan deep throat nya untuk memuaskan Adi, dan tak lama kemudian mereka ejakulasi bersamaan.

Dony menghampiri Agnes yang masih tetap dalam posisi nungging menantikan serangan berikutnya. Ia melihat cairan sperma yang mengalir dari selangkangan Agnes bercampur dengan cairan kewanitaan Agnes sendiri.
Ia mendekati Agnes dan membisikkan sesuatu
Agnes tersenyum liar dan berbisik lirih ‘Go ahead darling, just be gentle, it’s my first and you had such a long dick’

Kemudian Dony memasukkan kepala pensnya ke vagina Agnes yang sudah sangat becek, lalu perlahan ia mengarahkan penisnya ke lubang pantat Agnes, rekan-rekannya terkesima dan perlahan dengan halus penis itu dilesakkan ke dalam pantat Agnes sampai amblas semuanya.

Agnes sedikit menggelinjang menahan sakit bercampur nikmat, sekarang tidak ada lagi lubangnya yang perawan but she doesn’t give a damn, aku cuma ingin sex.
Setelah yakin Agnes sudah siap, secara perlahan namun pasti Dony mengaduk pantat Agnes yang montok itu,walau masih agak seret, Agnes mulai bisa menikmati dan mulai bergerak liar membuat dony kewalahan dan akhirnya orgasme berbarengan dengan Agnes.

Tiga penari lainnya yang sudah tidak tahan maju berbarengan mengeroyaok Agnes.
Agnes didudukkan di atas penis seorang, disodomi yang lain dan men deep throath penis ketiga.

Agnes benar-benar kewalahan dibuatnya apalagi mereka melakukan rotasi sehingga masing masing merasakan nikmatnya vagina, anus dan mulut Agnes, dan yang membuat mereka makin bernafsu karena Agnes sama sekali tidak menunjukkan kalau ia jijik bahkan dengan semangat mengisapi penis mereka, dan tanpa dikomando mereka orgasme ditiga liang kenikmatan Agnes

Dua penari yang tersisia mengangkat Agnes, dan menyadwichnya sambil berdiri, Agnes yang berbadan montok dan mungil, tergantung di antara mereka berdua, kakinya tidak menyentuh lantai. Hal ini membuat Agnes makin melayang karena penis mereka menyodok tempat terdalam di anus dan vaginanya.
Penari yang menyodomi anus Agnes ingin bertukar tempat namun ditolak, hampir terjadi keributan bila Agnes tidak melerai dengan berkata ‘jangan rebutan sayang, lubangku cukup untuk kalian berdua.

Peanri yang dibelakang mulanya ragu, namun kemudian memasukkan penisnya dengan hati-hati supaya tidak merobek vagina Agnes. Agnes menggelinjang kenikmatan, ia merasa vaginanya penuh seperti ada baseball batt di vaginanya, Agnes orgasme dengan hebat menikmati tiap entakan dan sensasi yang dirasakannya, ia orgasme berkepanjangan sampai akhirnya kedua penari itu orgasme di dalam rahim Agnes.
Dan mereka mengulanginya lagi dan lagi sampai semuanya kelelahan dan tertidur Agnes dalam posisi mengangkang terlentang di atas tubuh penari yang menyodominya, seorang teerkulai dengan penis di vagina Agnes, satu dimulutnua dan dua tanganya menggengam penis, yang lima lagi sudah berceceran entah dibagian mana tubuh Agnes.

Dan mereka baru bisa bangun setelah larut malam.
Agnes melihat penarinya yang terpuaskan, puas karena telah meniduri sang primadona, dan ia juga terpuaskan dengan amat sangat, gairah sexnya mengalir deras bagai air bah.
Dan dengan kerlingan nakal sebelum mereka berpisah ia berkata
‘C U next rehearsal guyz’
——————————————————————

Agnes yang seksi sedang melalukan olah vocal sendirian di studio, yang ada hanya Anto, penjaga studio yang berbadan kerempeng.

Hari sudah larut, pukul 10 malam, Agnes yang sedang asyik bernyanyi tidak menyadari kalau Anto memanggil beberapa temannya, mereka sudah menunggu malam ini, malam yang begitu dinantikan.

Agnes yang merasa sudah cukup latihan berjalan menuju pintu studio, belum lagi tangan nya memegang handel, mulutya dibekap dan lehernya ditempel pisau.

‘janga ribut atau mampus’ bentak suara dibelakangnya.
Agnes mengangguk takut dan menurut saja ketika mereka membawanya ke lantai atas ke sebuah ruangan kosong, dan ia di dorong ke tengah ruangan.

Agnes berbalik dan memandang penculiknya, ia mengenali Anto dan teman-temannya, tukang parkir studio, tukang becak yang sering mangkal, tukang jualan dan loper Koran lampu merah dekat studio.

Anto maju dan berkata ‘silahkan teriak sampai pita suaramu putus, tak akan ada yang dengar, ruangan ini kedap suara’
Agnes lemas mendengarnya dan ia sedikit takut karena melihat mereka begitu berliur menatap tubuhnya yang hanya berbalut tank top dan celana pendek.
‘Kamu selalu mengudang syahwat kami’ ujar Anto, ‘Sekarang kamu harus bayar itu semua. Kami akan entot kamu sampai kami puas’

Mendengar penghinaan itu Agnes merinding, namun ia bingung karena ada sedikit kegairahan dalam dirinya.
‘Turiti mau kami, kamu selamat’ kata Anto lagi, ‘Atau ….’ Anto mengguratkan jempolnya ke leher.

Agnes makin merinding, namun ia memutuskan pasrah daripada nyawa menjadi taruhan.
Dengan kasar Anto menelanjangi Agnes hingga tersisa sepatu ketsnya yang membuat Agnes tampak seksi dan pasrah, ia menciumi bibir Agnes dengan rakus dan memaksa French kiss. Mendapat perlakuan itu Agnes merasa birahinya terusik, namun ia mencoba menyangkalinya, ‘kamu lagi diperkosa bodoh jangan terpancing’

Tangan-tangan lainnya menggerayangi Agnes, payudaranya yang montok, putingnya yang merekah, pahanya, vaginanya, belahan pantatnya. Setiap jengkal tubuh Agnes tak ada yang terlewat, dan Agnes berusaha setengah mati menahan untuk tidak merespon.
Anto lalu mendorong Agnes hingga terlentang, membentang kakinya dan menghujamkan penisnya ke vagina Agnes yang masih sedikit kering.

Agnes mengaduh karena perih, namun Anto tidak perduli, ia terus memajumundurkan penisnya dengan brutal, dendamnya selama ini ditumpahkan ‘gue entol lu cokin, makan nih ****** gua. Agnes… entot lo’ racau Anto.

Agnes sendiri tidak percaya, hinaan itu justru membuat ia makin birahi, dan kemudian ..
‘aaahhh makan peju gua ******….’ Seru Anto sambil menyemburkan spermanya ke rahim Agnes. Kemudian Anto menarik penisnya yang mengecil dan berkata ‘biar lo hamil sama penjaga malam ha ha ha’.

Agnes tertawa dalam hati mereka tidak tahu kalau Agnes melakukan tubektomi pada salah satu liburannya di Eropa sehhingga dia bisa menikmati sex sebanyak mungkin tanpa takut hamil.

Lalu loper Koran maju menggantikan Anto, ia memaksa Agnes untuk mengangkanginya dan melakukan woman on top, ‘gileee… liat coy… gue dientot Agnes, dia entot gue….’

Agnes makin panas mendengar penghinaan itu, birahinya makin terpacu, apalagi tukang parkir itu mulai mengerayangi dadanya.
‘toket cokin ini memamng empuk….’
Akhirnya loper Koran itu orgasme.

Anto nampak kurang puas…’ nih lonte, dientot biar enak masih ngga orgasme juga.. apa kita ptong aja itilnya?’
Agnges ketakutan mendengarnya, ia sedikit menyesal karena tidak orgasme padahal dia sangat ingin….
‘Jangan coy sayang kan?’ kata tukang parkir yang keturunan Indonesia timur. ‘Kita liat apa ****** dari timur bisa buat dia takluk’

Agnes terbeliak melihat penis tukang parkir itu… diameternya sebesar kaleng bir dan kepalanya sebesar kepalan tangannya. ‘mati aku kalau penis itu masuk..’ piker Agnes. Namun Anto sigap. Ia dan rekannya memegang kaki Agnes, menekuknya kearah dada dan meregangkannya selebar mungkin.

‘makan nih ******’ seru tukang parkir sambil menghujamkan penisnya ke vagina Agnes.
Agnes coba melawan namun sia-sia, ia kesakitan waktu penis itu merejok sampai ke dalam, dan sampai semuanya sepanjang 30 cm amblas.
‘aaaah memek cokin memang asiiiiiikkk’ lenguh tukang parkir sambil mulai memaju mundurkan penisnya.

Rasa sakit berlangsung menghilang, vagina Agnes mulai bisa menerima penis besar tukang parkir itu, dan gelombang orgasme yang tertahan datang lagi, seiring genjotan bertenaga tukang parkir itu. Akhirnya pertahanan Agnes jebol, bagai air bah Agnes berteriak menandakan orgasmenya.

Mereka semua bersorak kegirangan, Agnes merasa malu namun juga bahagia karena orgasme itu sungguh diluar dugaan, sangat nikmat.
Tukang parkir itu lalu mencabut penisnya dan menampung spermanya dalam gelas, hampir penuh.
‘Eh lonte… sekarang kau minum peju sampai habis atau gue sodomi biar pantat lo ancur’.
Agnes buru-buru mengambil gelas itu dan meminumnya sampai habis, dan tanpa mereka sadari Agnes orgasme lagi.

Dalam kondisi lemas, Agnes ditunggingkan, tukang becak mengambil posisi dan tanpa peringatan langsung menyodomi Agnes.
Agnes menjerit kesakitan namun tukang becak itu tidak perduli. ‘tenang ****** gua nggak sebesar itu say’. Memang benar namun tetap saja perih bagi Agnes karena pantatnya kering.

Lagi meringis kesakitan dan keenakan, tukang jualan memposisikan tubuhnya didepan Agnes, dan memaksa Agnes men deep throat penisnya, untungnya tidak lama karena tukan jualan itu langsung orgasme karena begitu bernafsu menyetubuhi sang idola.

Tak lama tukang becak itu ejakulasi di anusnya lalu mencabut penisnya dan membawanya ke wajah Agnes.
Agnes bisa melihat campuran sperma, sedikit darah dan kotoran di penis itu, lalu tukang becak berkata, ‘kalo lu mau pantat lu nggak gua sodok pake tangan, lo isep ****** gua ampe bersih, lagian itukan tai lo sendiri.’
Wajah Agnes memerah, yang ia tak mengerti kenapa ia tidak bisa marah atau menangis? Ia di perkosa, dihina, direndahkan. Tetapi kenapa ia bisa orgasme dan bahkan menikmatinya? Dan dengan pasrah menerima penis kedua yang bercampur kotorannya sediri kedalam mulutnya? Tidak seperti yang dengan rela ia lakukan pada rekan-rekannya?

Sambil ia menghisap penis tukang becak itu akhirnya Agnes mengerti. Perasaan tak berdaya ini yag membangkitkan birahinya, stelah selalu ‘di atas’ sebegitu lama. Ia sebenarnya ingin ditaklukkan ingin dibuat tak berdaya, rapuh.
Akhirnya pikiran Agnes cerah lagi dan ia menikmati ‘perkosaan’ ini, walau tetap pasang tampang pura-pura agar ‘pemerkosanya’ tidak curiga.

Terakhir tukang parkir itu mendudukkan Agnes di atas penisnya, lalu Anto ambil giliran menyodomi Agnes, tukang becak dan loper Koran bergantian disepong Agnes sampai semuanya ejakulasi.
Lalu mereka mengancam Agnes agar tidak melapor kepada siapapun atau mereka akn bertindak lebih brutal lagi, dan sebelum pergi loper Koran itu menyetubuhi Agnes sekali lagi di anus kemudian di vaginanya bergantian dan menyemburkan spermanya di wajah Agnes.

Lalu mereka kabur, meninggalkan Agnes yang lemas namun tersenyum senang karena ia menemukan sisi gelapnya dan gairah sexnya dapat dikeluarkan dengan bebas, dan hari itu ia orgesme berkali-kali tanpa diketahui.
Dan ia berharap akan ‘diperkosa’ lagi oleh mereka.
End

Kegilaan Agnes 3_Para penggemar

Agnes yang merasa jenuh dengan kehidupan kota dan rutinitas yang dijalananinya memutuskan untuk menyepi di daerah puncak yang sepi dan jarang dikunjungi orang.
Agnes menemukan sebuah villa terpencil yang jauh dari keramaian, di villa itu Agnes disambut penjaganya yang dipanggil Kaka.

Malam itu ketika Agnes sedang merenung, menikmati hangatnya perapian hanya berbalut piyama terusan, kaka berdiri disampingnya dan berkata kalau teman-temannya ingin berkenalan dengannya,.

Agnes mengeluh dalam hati ‘aduh, apa aku tidak bisa tenang barang sebentar, dasar penggemar’ namun ia berdiri dan berbalik menyambut penggemarnya.

Dan Agnes terkejut.
Di hadapannya berdiri sepuluh orang laki-laki dengan tampang mesum dan menelan liur melihat siluet tubuh agnes melalui piyama tipis yang menerawang akibat nyala api di belakang Agnes, Agnes mengenali mereka sebagai, empat orang adalah tukang ojek yang mangkal di dekat pasar dan lima orang kuli bangunan yang membangun villa dekat situ.

Kaka berkata ‘Kita-kita mau ngewe sama non, abis non seksi sekali. Ngga usah ngelawan, ngga bakal ada yang dengar. Kecuali kalo non mau dikasarin dan kita buang ke penampungan gelandangan biar non diewe sama mereka’

Agnes tersenyum binal, ia sama sekali tidak berkeinginan melawan karena melihat tampang mesum mereka Agnes justru merasa terbakar gairahnya, terlebih lagi ia membayangkan sensasi bercinta dengan orang kampong dan kuli bangunan, lalu ia berkata ‘shut up, jangan ancam saya’ katanya sambil membuka kancing piyamanya, meloloskannya melalui bahu, berdiri menantang. ‘Kalian mau ewe aku?’ katanya sambil berpose seperti patung dewi, ‘silahkan… makan malam sudah tersedia’
Kecuali Kaka semuanya maju merangsek Agnes. Tubuh agnes digerayangai, diciumi, dijilat. Agnes mendesah-desah kenikmatan menerima serangan bertubi begitu, remasan kasar, cubitan, French kiss, jilatan nakal.

Tak lama, Agnes jongkok dan mulai mengoral penis mereka satu persatu, mereka semua sudah bugil dan mengerang nikmat merasakan isapan Agnes.
40 menit Agnes mengoral mereka. Agnes begitu liar, ia men deep throath penis itu satu persatu, ia begitu terangsang melihat penis mereka yang antara 25 sampai 30 cm itu, ia minum sperma mereka.

Kaka menjambak Agnes, dan melemparkannya ke karpet lembut di depan perapian, dan mengangkannya. ‘Pernah di ewe ****** model begini?’ katanya yang membuat Agnes membeliak, karena penis Kaka yang hampir sepanjang lutut dan diameter kaleng bir, akhirnya Agnes tahu Kaka kependekan ****** Kuda.

Agnes harus bekerja keras, menerima sodokan , menggelinjang, menaik turunkan pinggul, sambil mendesah keenakan merasakan penis Kaka mengisi rahimnya, bahkan Agnes mendapat orgasmenya yang pertama bersamaan dengan amblasnya keseluruhan penis Kaka. Agnes menggeletar.

‘Dasar lonte’ ejek Kaka ‘baru gitu dah keluar, nih terima sodokan gue, biar tambah kelojotan’ kata Kaka sambil mulai menggejnot Agnes, yang makin menggelinjang, dan mengerang keenakan.

Agnes mendapat orgasmenya yang keempat ketika Kaka menyemburkan spermanya ke rahim Agnes, namun Agnes sama sekali tidak kuatir karena tubektominya memastikan ia aman untuk bercinta. Tempatnya langsung digantikan, orang kedua, yang mengangkat kaki agnes ke atas bahunya dan menggenjot Agnes sebrutal yang ia bisa, mengi
Orang ketiga menunggingkan Agnes dan menyetubuhinya doggy style, sementara orang keempat menyetubuhi mulut Agnes dengan ganas, membuat Agnes sedikit tersedak menahan serangan mereka. dan mereka orgasme bersamaan dengan Agnes.

Lalu Jai, salah seorang kuli bangunan menjilati anus Agnes. Agnes mengerang merasakan sensasi tersebut, lalu Jai meludahi lubang anus Agnes, dan tanpa ba bi bu, menghujamkan keseluruhan penisnya ke anus Agnes.

Agnes berteriak tertahan menerima serangan mendadak tersebut, kepalanya terdongak ke belakang merasakan hujaman itu, mulutnya menganga, namun segera mengeluarlkan desah kenikmatan dan erangan nafsu. Agnes sudah dapat menguasai dirinya kembali dan menggerakkan pinggulnya seiring hentakan Jai yang menyodominya. dan tak lama mereka orgasme berbarengan, kemudian Jai menyorongkan penisnya ke mulut Agnes yang langsung memberikan deep throat walau penis itu membawa sedikit kotoran dari anusnya.

Lima orang lainnya, membopong tubuh Agnes ke kamar, menghenyakkan tubuhnya di kasur empuk, seorang dari mereka menyodomi Agnes dan menelentangkannya di atas tubuhnya, seorang lagi segera menggasak vagina Agnes, sekarang Agnes berada dalam posisi sandwich. Kepalanya yang agak terjulur ke luar kasur menyebabkan mulutnya membuka dan memudahkan orang ke tiga untuk merasakan deep throat dari Agnes, sementara dua orang lagi menerima kocokan tangan mungil Agnes, dan mereka bergantian menyetubuhi seluruh lubang tubuh Agnes. Agnes tak tau lagi berapa lama ia bercinta dengan mereka, namun samara-samar ia melihat Kaka masuk ke dalam kamar dan bergabung dengan mereka.

Paginya Agnes terbangun dengan penis Kaka menancap tegar di anusnya, dengan sedikit lemas Agnes melangkah ke dalam kamar mandi, dan membasuh tubuhnya dengan air hangat di bawah shower. namun tak lama kemudian, Kaka dan seorang tukang ojeg masuk dan menyanwich Agnes sambil berdiri. tukang ojeg tersebut menyodominya sambil meremasi payudara Agnes, dan Kaka ber French kiss ria dengan Agnes.

Agnes keluar dari kamar mandi bertelanjang bulat karena mereka menyembunyikan handuk miliknya. Agnes lalu berjalan santai ke meja makan. Jai menantinya dengan senyum nakal, ‘makan dulu non biar kuat di ewe sama kita-kita’ ia lalu menyuruh agnes duduk dipangkuannya dan Agnes mulai sarapan dengan penis di anusnya, dan sarapannya diakhiri dengan semburan sperma di anusnya.

Melihat cuaca yang cerah, Agnes melangkah ke kebun belakang untuk menikmati suasana, dan ia ditunggu oleh para kuli bangunan.
Satu orang menyuruh agnes ber woman on top, yang satu meminta Agnes mengangkanginya, satu orang menyodomi Agnes, yang satu lagi melengkungkan tubuh Agnes sampai hanya bahu dan kepalanya tertahan di tanah, dan menyetubuhinya dengan brutal. orang terakhir mendapat deep throat dari Agnes, dan ia menyemburkan spermanya ke wajah Agnes, melihat ini teman temannya mengikutunya dan menyemburkan sperma ke seluruh tubuh Agnes, yang sudah lemas terbaring di rumput. Dan kemudian Agnes jatuh tertidur di rerumputan itu di selimuti angin gunung dan sinar mentari, setelah sekitar 3 jam ia disetubuhi ke lima orang itu

Agnes kemudian terbangun ketika hari sudah berangsur petang, Ia membasuh tubuhnya menggunakan selang penyiram rumput, para ‘penggemarnya menatap Agnes penuh birahi melihat tubuh berkilat mulus sang idola’
Mereka memberikan Agnes kesempatan untuk beristirahat sebelum akhirnya mereka membawa Agnes ke dekat perapian, mereka menyuruh Agnes untuk menghibur mereka, dan Agnes menjawabnya dengan tarian erotis, dan gerakan sensual.
Keringat yang mengalir membuat tubuh Agnes tampak makin sensual ditemaram perapian.

Agnes benar-benar liar, gairah sexnya mengalir bak air bah, jebol seperti kuda binal lepas dari kandang, walaupun sebenarnya yang menyetubuhinya adalah orang kampong yang tidak selevel dengan dirinya. Agnes tidak perduli, yang diperlukannya adalah pemuas dahaganya akan sex dan itu diperolehnya dari mereka.

Bahkan hinaan justru membuatnya makin bernafsu, seperti ketika seorang kuli berkata ‘gila nih cina, memeknya seret dan sempi banget, ada empotnya lagi’
atau ketika rekannya tukang ojeg bilang ‘iya nih, gua udah berapa kali dapet daging cina, biasanya becek, apalagi abis dipake si Kaka, biasanya memek dan boolnya nya langsung longgar.’ dan tujkang ojeg itu langsung menusukkan penisnya ke vagina Agnes yang masih dipakai kuli bangunan. ‘ Biar longgar’ ejeknya.

Atau ketika Kaka berkata ‘Entotannya memang hebat, lebih hebat dari bayur yang sering gua pake di warem. Sepongannya juga mantap’, sambil menekan kepala Agnes agar penisnya bisa masuk lebih dalam lagi ke tenggorokan Agnes, sembari Jai yang hobi menyodominya menggenjot anusnya dengan penuh nafsu diledek ‘hobi banget si lo ewe boolnya?’
‘Mumpung ada kesempetan. Kapan lagi bisa ewe bool artis kaya gini, lagian bini gua mana mau di ewe model begini.’

Semua hinaan itu dianggap pujian oleh Agnes, karena berarti ia berhasil memberikan kepuasan pada penggemarnya, dan seharusnya itu yang terjadi di mana penggemar mendapatkan yang terbaik dari idolanya, dalam kasus ini sex terhebat, liar dan menjurus brutal.
Selain itu Agnes menganggap ucapan mereka sebagai penghargaan atas usahanya berlatih keras setiap saat untuk mempertahankan bentuk tubuhnya dan kelenturannya, ramuan-ramuan yang diminum untuk stamina tubuhnya serta treatment khusus untuk vagina dan anusnya yang menjadi pelabuhan penis penggemarnya sehingga memiliki kelenturan mulut ular yang mampu menelan mangsa yang besar namun dengan cepat kembali ke bentuk aslinya.

Keesokannya Agnes memutuskan untuk kembali karena ada pekerjaan yang harus dikerjakannya.
Kaka berkata ‘kita punya oleh-oleh buat non’, sambil mereka menelentangkan tubuh Agnes dan mengangkat kakinya kea rah dada. kaka menyelipkan potongan bagian atas botol aqua ke dalam vagina Agnes, dan menuangkan sperma dingin satu gelas bir besar yang mereka kumpulkan pada saat Agnes tertidur kelelahan.

Agnes menggeletar merasakan dingin di vaginanya, dan setelah seluruhnya terserap, Kaka mencabut ‘corong’ itu dan menutup celah vagina Agnes dengan lakban sehingga sperma mereka tidak dapat keluar dari dalam vagina Agnes.
Mereka tertawa melihat tubuh agnes menggelinjang, menggeletar seperti ayam disembelih merasakan dingin di vaginanya yang menstmulasinya untuk kemudian mengejang hebat dan berteriak ‘gilaaaaaaaaaa’ seiring orgasme terdahsyat yang diperolehnya. Setengah jam kemudian Agnes baru bisa mengusai diri.

Para ‘penggemarnya’ mengambil semua baju Agnes sebagai kenang-kenangan sehingga Agnes pulang hanya dberbalut tanktop putih tipis ketat, yang dengan jelas mencetak lekuk tubuhnya, terutama putingnya dan daerah areolanya nyang berwaran coklat. Dan celana hot pants pendek model hipster yang tidak dapat menutupi pangkal pantat Agnes dan bagian depannya bermotif jala halus, sehingga lakban yang menutupi vaginanya membayang jelas. Dan secara keseluruhan membuatnya makin tampak seperti professional bitch

Agnes tidak perduli karena ia sendiri memperoleh kepuasan amat sangat, karena dahaga sexnya terpuaskan dengan kebrutalan mereka dan keroyokan yang dialaminya.
wajahnya menyunggingkan senyum puas, liar dan binal, dan tampak berseri-seri. Tubuhnya tampak makin berisi, segar bercahaya, terlebih setelah mendapat donor protein di seluruh tubuhnya termasuk yang sekarang mulai terserap di vaginanya.
Selama perjalanan pulang yang dipikirkan Agnes hanya satu,. Mencari waktu yang tepat untuk kembali ke villa itu dan berpesta sex dengan ‘penggemarnya’.

Pesta sex anak smp

104
Filed under gangbang

Namaku Sonny, dulu sewaktu masih SMP ada beberapa teman wanita yang naksir denganku, maklumlah waktu itu aku bintang kelas di SMP tersebut, di antara perempuan-perempuan tersebut adalah Rere, Vinvin (nama samaran) yang ada hubungannya dengan ceritaku ini.
Aku sekarang sudah bekerja di suatu perusahaan swasta di Jakarta yang kebetulan aku termasuk eksekutif muda. Nah, bulan mei 99 kemarin, aku ada meeting di Surabaya dan kebetulan hari itu ulang tahun Rere (Rere termasuk wanita yang lumayan tingginya 170, branya 36 dan bodinya itu tuch yang semok alias seksi montok). Sehabis meeting, aku iseng menelepon Rere dan dia mengundangku datang ke rumahnya. Kemudian aku langsung saja cabut ke rumah Rere, eh nggak tahunya di situ ramai juga teman-temennya yang datang, termasuk Vinvin. Acara pesta tersebut berlangsung sampai jam 9 malam. Di pesta tersebut Rere cerita kepadaku kalau minggu depan dia mau menikah terus Vinvin minggu depannya lagi, lalu Rere cerita masa-masa dia naksir aku terus sampai sekarang dia masih kangen berat. Maklumlah sudah 2 tahunan nggak jumpa. Kebetulan waktu itu komputer dia lagi ngadat. Nah kesempatan buatku untuk tinggal lebih lama. Langsung saja kucoba membetulkan PC-nya. Sementara di rumahnya tinggal Vinvin saja yang belum pulang dan orang tuanya juga nggak ada.
Pas sedang asyik mengutak-atik PC-nya, dia menungguku di sampingku dengan sekali-sekali melirikku, aku sendiri masih hati-hati mau menembak dia. Eh nggak tahunya si Vinvin main serobot saja. Dari belakang Vinvin langsung memelukku dan meng-kiss pipiku (Vinvin nggak beda jauh sama Rere, bedanya mata Rere kebiru-biruan sedikit dan lebih hitam dari Vinvin). Punggungku terasa ada benda kental yang bikin aku naik. Habis itu Vinvin membisikan kalau dia masih kepingin denganku, terus aku responin juga kalau aku kangen juga, terus kulumat saja bibirnya yang mungil kemerah-merahan itu. Vinvin langsung balas dengan penuh nafsu dan tetap memelukku dari belakang tapi tangannya sudah langsung menggerayangi penisku, dalam hati ini anak kepingin di embat nich. Aku lihat Rere disampingku bengong saja dan cemberut merasa kalah duluan. Terus Rere pergi sebentar, aku masa bodoh saja, kutarik si Vinvin ke pangkuanku dan bibirnya masih kulumat habis. Gila! nafsunya besar sekali! Setelah itu kualihkan dari bibir, kukecup terus ke bawah sambil tanganku meraba buah dadanya yang besar dan kenyal. Pas kukecup di belahan buah dadanya, Vinvin berteriak, “Sstt aahh” dan semakin kencang remasan tangannya yang sudah masuk ke CD-ku, kubuka saja bajunya terus branya sekalian. Kelihatan buah dadanya menggantung siap diremas habis. Dengan gemasnya kulumat habis buah dadanya sampai dia menggelinjang keenakan dan suara yang “sstt sstt aahh…” Setelah itu tanganku pindah ke CD-nya yang sudah basah, langsung saja kulepas roknya. Dia pun kelihatan bugil tapi masih pakai CD.
Terus Rere datang dengan membisikanku bahwa kalau mau meneruskan di dalam kamarnya saja. Tanpa pikir lama-lama, langsung saja kugendong Vinvin sambil buah dadanya terus kuhisap ke dalam kamar Rere. Terus aku telentangi Vinvin di tempat tidur Rere, aku lihat Vinvin sudah pasrah menantang, langsung saja kubuka CD-nya, ehh ternyata bulu Vinvin rapi dan kecil-kecil, langsung saja kulepas celanaku sama CD-ku sampai aku bugil ria. Terdengar teriakan Rere kaget melihat penisku sepanjang 22 cm dan gede banget katanya sambil ngeloyor pergi meninggalkanku dan Vinvin. Aku tidak peduli lagi sama dia, langsung saja penisku aku arahkan ke vagina Vinvin, uhh seret banget, dan kulihat Vinvin menggigit bibirnya dan berteriak, “Aakkhh eegghh…” Kepalanya menggeleng ke kiri dan ke kanan sambil tangannya meremas seprei. Rupanya dia masih Virgin sehingga seret sekali memasukannya. Baru kepalanya saja Vinvin sudah teriak. Aku tahan sebentar, terus tiba-tiba langsung saja kusodok lebih keras, Vinvin langsung saja teriak kencang sekali. Masa bodoh, aku teruskan saja sodokanku sampai mentok. Rasanya nikmat banget, penisku seperti diremas-remas dan hangat-hangat basah.
Sambil menarik napas, kulihat kalau Vinvin sudah agak tenang lagi, tapi rupanya dia meringis menahan sakit, kebesaran barangkali yach? Setelah itu aku tarik penisku pelan-pelan dan kelihatan sekali vagina Vinvin ikut ketarik terus kepalanya geleng-geleng ke kiri dan ke kanan sama matanya terpejam-pejam keenakan sambil teriak, “Sstt aahh sshh egghh…” Sampai penisku tinggal kepalanya saja, langsung saja aku sodok lagi ke vaginanya sekeras-kerasnya, “Bleesshh…” Vinvin berteriak, “aahh..” Kira-kira 5 menitan vagina Vinvin terasa seret. Setelah itu vaginanya baru terasa licin hingga semakin nikmat buat disodok, semakin lama sodokanku semakin kupercepat sampai Vinvin kelihatan cuma bisa menahan saja. Rupanya Vinvin kurang agresif. Terus kusuruh Vinvin menggerakan pantatnya ke kiri dan ke kanan sambil mengikuti gerakanku. Baru beberapa menit Vinvin sudah teriak nggak karuan, rupanya dia mau orgasme. Makin kupercepat gerakanku, akhirnya Vinvin berteriak kencang sekali sembari memelukku kencang-kencang, lama sekali Vinvin memelukku sampai akhirnya dia telentang lagi kecapaian tapi penisku masih menancap di vaginanya. Sekilas kulihat kalau Rere melihatku sambil menggigit jarinya, terus Rere mendekati kami berdua kemudian bertanya “Bagaimana tadi?” Aku senyum saja sambil penisku masih kutancapkan di vagina Vinvin, terus Rere duduk di tepi ranjang dan ngobrol kepadaku. Aku iseng, kupegang tangan Rere terus aku remas-remas. Tapi dia tetap diam saja. Setelah itu kutarik dia lalu kucium bibirnya yang ranum dan tubuhnya kutelentangi di atas perut Vinvin tapi penisku masih tetap menancap di vagina Vinvin, tidak ketinggalan kuremas-remas buah dada Rere sambil matanya terpejam menikmati lumatan bibirku dan remasan tanganku.
Sementara si Vinvin mencabut penisku lalu pergi ke kamar kecil dan jalannya sempoyongan seperti vaginanya ada yang mengganjal. Terus kubuka saja baju Rere sementara tangannya sudah merangkul tengkukku. Setelah itu kujilati saja buah dadanya sambil sekali-kali kuhisap sampai dia menggelinjang kegelian. Terus kuraba CD-nya. Rupanya sudah basah, nggak ambil peduli langsung saja kulepas seluruh celananya sampai Rere benar-benar bugil. Terus aku suruh Rere pegang penisku sampai muka dia kelihatan kemerahan. Rupanya dia belum pernah merasakan begituan. Setelah itu aku perbaiki posisinya biar nikmat buat menyodok vaginanya. Kemudian Rere bertanya kalau dia mau diapakan. Aku suruh Rere pegang penisku lalu kugesek kevaginanya. Dia tercengang mendengar kataku, tapi dia tetap melakukan juga. Sambil matanya terpejam, Rere mulai menggesek penisku kevaginanya, pas menyentuh vaginanya, dia kelihatan nyegir sambil mendesah-desah, “Aahh…”, sementara aku sibuk meremas-remas sambil menjilati buah dadanya yang semakin lama semakin mengeras dan kelihatan puting buah dadanya semakin munjung keatas.
Pelan-pelan kudorong pantatku sampai penisku menempel lebih kencang di mulut vaginanya. Rere diam saja malah semakin keras rintihannya, eh nggak tahunya Vinvin tiba-tiba saja mendorong pantatku sekeras-kerasnya secara langsung penisku kedorong masuk kedalam vagina Rere sedangkan Rere menjerit keras, “aakkh sakit Sonny, apa-apaan kamu”, sambil badan Rere menggeliat-geliat kesakitan sementara tangannya menahan pinggulku. Sedangkan Vinvin bilang ke Rere kalau sakitnya hanya sebentar saja, terus Vinvin malah mendorong lebih keras lagi sambil menarik tangan Rere biar tidak menahan gerakan pinggulku. Rere kelihatan menahan sakit sambil menggigit bibirnya. Sampai akhirnya masuk semua penisku. Rere kelihatan mulai mengatur nafasnya yang tersengal-sengal selama menahan tadi. Aku biarkan dulu beberapa menit sambil mencumbu Rere biar dia tambah naik sementara Vinvin yang masih bugil tadi melihat saja di samping tempat tidur sambil tertawa centil. Tidak lama Rere sudah mulai dapat naik lagi, malah semakin menggebu saja. Mulai kutarik penisku pelan-pelan terus kusodok lalu masuk agak kencangan sedikit, seret sekali. Tiba-tiba bell pintu berbunyi lalu Vinvin mengintip lewat jendela kamar lalu pakai bajunya yang panjang sampai lutut terus Vinvin ngeloyor pergi sambil ngomong, “Nyantai saja, terusin biar aku yang nemuin”, tahu gitu aku teruskan saja kegiatanku yang sempat terhenti, aku lihat Rere masih nyengir sambil kepalanya geleng kekiri dan kekanan terus pinggulnya digerakan pula mengikuti irama gerakanku. Rupanya vaginanya cepat basah dan mampu menelan penisku sampai penuh.
Sementara tanganku sibuk meremas buah dada Rere, aku terus menggenjotnya semakin cepat sampai dia mendesah-desah lebih keras terus tangannya meraba-raba punggungku lalu tiba-tiba kakinya dilipat ke atas pantatku sambil memelukku dan berteriak “aagghh”, kencang sekali hingga gerakanku tertahan dan terasa ada cairan hangat keluar dari vaginanya hingga menambah rasa nikmat. Rupanya dia orgasme beruntun, setelah pelukan dia mulai kendor. Aku teruskan lagi genjotanku pelan-pelan sambil mulai mencumbu dia biar naik lagi. Tidak lama dia sudah naik lagi terus aku ambil posisi lebih tegak sambil tanganku pegang pinggulnya dan tangannya memuntir-muntir putingku sambil tersenyum manis. Makin lama gerakanku semakin kupercepat sodokanku, waktu kudorong ke vaginanya aku keras-kerasi lalu kulihat Rere sudah mulai memejamkan matanya dan kepalanya geleng-geleng ke kiri dan ke kanan mengikuti irama genjotanku. Aku sendiri rupanya sudah mau orgasme, maka aku genjot lebih kencang lagi sampai vaginanya bunyi kencang banget, nggak lama aku mau keluar kutarik penisku biar ejakulasi di luar. Dia malah menahan pantatku biar nggak ditarik ke luar langsung saja kudorong lagi sembari kupeluk dia erat-erat sambil teriak, “Aargghh.. eegghh..”, kemudian Rere juga teriak lama sekali, aku ejakulasi di dalam vagina Rere sampai Rere gelagapan nggak bisa napas, kira-kira semenitan aku dekap Rere erat-erat sampai aku kehabisan tenaga, terus kucabut penisku dan kelihatan maniku sampai keluar dari vaginanya bareng darah perawannya yang sobek karena kerasnya serobotan penisku dibantu dorongan Vinvin yang keras dan tiba-tiba tadi.
Sementara itu Vinvin kedengarannya ngobrol sama seorang cewek, rupanya teman Rere itu ketinggalan dompet terus kebetulan Vinvin juga kenal sama dia, nggak lama kemudian Vinvin masuk ke kamar terus menanyakan aku, “Mau kenalan nggak sama temanku?” aku jawab, “Masa aku bugil begini mau dikenalin”, “Cuek saja, lagian tadi aku sama dia sudah ngintip lu waktu sama Rere tadi”, aku bengong saja terus Vinvin membisikan sesuatu ke Rere terus Rere mengangguk sambil tertawa cekikikan terus Rere membisikan kepadaku supaya aku nanti menurut saja, katanya asyik sich. Lalu Vinvin dan Rere yang cuma pakai selimut menemui temannya tadi terus diajak masuk sebentar ke kamar Rere sambil matanya ditutup pakai T-shirt Vinvin. Setelah itu Vinvin kasih isyarat ke aku biar diam saja sambil menuntun Christ (nama temannya tadi) supaya rebahan dulu di tempat tidur. Tentu saja Christ bertanya kalau ada apa ini. Lalu Vinvin bilang kalau entar pasti nikmat dan nikmati saja. Christ mengangguk saja lalu Vinvin menyuruh Rere pegang tangan Christ yang diangkat di atas kepalanya dan Vinvin meraba-raba sekujur badan Christ di dalam bajunya, tentu saja Christ teriak kegelian sampai akhirnya mendesah-desah keasyikan lalu Vinvin pindah posisi dari duduk di atas paha Christ beralih ke samping sambil kasih kode ke aku biar aku duduk menggantikan dia sambil tangan Vinvin dimasukan ke dalam bra punya Christ, aku menurut saja sambil mulai mengikuti Vinvin meraba-raba tubuh seksi Christ, sementara Christ kaget dan mulai meronta-ronta nggak mau diteruskan, aku yang sudah tanggung begitu langsung saja turun lalu menarik kaki Christ supaya posisi pantatnya pas di sudut tempat tidur kelihatan Rere mengikuti dan tetap memegang tangan Christ yang sudah mulai meronta dan berteriak-teriak “Jangan”, lalu Vinvin menutup mulut Christ dan melumat bibirnya sembari kasih kode ke aku biar diteruskan saja, langsung kubuka ritsluiting celananya dan kelihatan pahanya yang putih dan bentuk kakinya yang seksi membuat aku cepat naik, waktu aku mau peloroti CD-nya, Christ malah meronta-ronta sambil kakinya menendang-nendang hingga aku kesulitan. Aku jepit kakinya dengan pahaku lalu CD-nya aku tarik paksa sampai di bawah lututnya terus aku berdiri sedikit buat melepas CD-nya tadi habis itu aku kangkangi pahanya sembari aku arahkan penisku yang sudah tegang berat ke vagina Christ yang ada di sudut tempat tidur itu.
Setelah kepala penisku menyentuh mulut vaginanya, aku pegangi pinggulnya biar Christ agak diam nggak meronta-ronta supaya aku bisa menyodok dengan mantap, gerakan pinggul Christ sudah dapat aku tahan lalu aku cepat-cepat menyodok penisku sekeras-kerasnya ke vaginanya, sesaat kelihatan gerakan Christ yang berontak tertahan selama aku dorong masuk penisku tadi sampai mentok, seret banget dan masih agak licin, aku lihat Vinvin masih melumat bibir Christ sementara Rere melihat penisku yang sudah menancap 3/4 saja di vagina Christ tadi, setelah aku diamkan beberapa saat, aku tarik lagi penisku lalu kudorong masuk lagi sementara Christ kembali meronta-ronta menambah nikmatnya goyangan liarnya, lama-lama Christ mulai melemah rontanya dan mulai kedengaran desahan Christ, nggak tahunya Vinvin sudah nggak melumat bibirnya tadi. Mendengar desahan dan rintihannya itu bikin aku semakin ganas, tanganku mulai meraba ke atas dibalik T-shirtnya sampai menyentuh buah dadanya yang masih terbungkus bra. Lalu aku singkap bajunya ke atas terus Vinvin membantu membukakan bra Christ tadi sementara Rere sudah melepaskan pegangan tangannya dan Rere mengambil guling lalu memeluk guling itu sambil menggigit bibirnya sambil terus melihatku yang lagi “ngerjain” Christ dengan ganas, lalu Vinvin ke kamar mandi sementara aku semakin percepat gerakanku yang semakin keras sambil kuremas-remas dan kujilati puting buah dadanya yang sudah merah merona serta desahan dan rintihan Christ yang menambah nafsuku.
Rupanya rontaan Christ yang liar membuatku semakin cepat keluar, baru 5 menitan aku sudah nggak tahan lagi, aku dorong keras-keras sambil kupeluk Christ sekencang-kencangnya sampai Christ nggak bisa nafas tapi masih tetap menggoyang pinggulnya, aku ejakulasi 30 detik lamanya kemudian Christ gantian mendekapku sambil menggigit telingaku sembari melenguh menahan kenikmatan yang baru dia rasakan, sementara penisku yang masih di dalam vagina Christ terasa hangat karena cairan yang keluar dari vaginanya tadi. Christ orgasme sampai 15 detik lalu aku terkulai lemas di samping tubuh Christ lalu Vinvin kembali ke tempat tidur lagi dan kami berempat pun terdiam tanpa ada yang berbicara sampai tertidur semuanya.

Bercinta dengan Linda dan Rika, sahabat istriku part 2

29
Filed under gangbang

Segera Linda berjingkat masuk ke kamarku, mungkin sekalian membersihkan tubuhnya karena dikamarku ada kamar mandi. Aku tau ada sebersit ekspresi kecewa di wajahnya, karena Linda hampir meledakkan orgasmenya, yang terputus oleh kedatangan Rika, sahabatnya sekaligus sahabat istriku.

Setelah kupakai kaos dan celana yang kuambil dari lemari dan cuci muka sedikit, aku menuju ke ruang tamu, membuka pintu.

“Halo, mas….’Pa kabar..?” sahut Rika begitu melihatku membuka pintu.
“Baik, dik. Ayo masuk dulu. Tumben nih pagi-pagi, kayaknya ada yang penting?” tanyaku seraya mengajak Rika menuju ruang tengah.
Mataku sedikit terbelalak melihat pakaiannya. Bagaimana tidak?
Kaos ketat menempel dibadannya, dipadukan dengan celana spandex ketat berwarna putih. Aku melihat lipatan cameltoe di selangkangannya menandakan bahwa didaerah itu tidak ada bulu jembutnya, dan saat aku berjalan dibelakangnya, tak kulihat garis celana dalam mebayang di spandexnya.
Hmm…mana mungkin dia gak pake CD..mungkin pake G-string, pikirku.
Kami berdua segera menuju ruang tengah. Untung saja, film bokep yang aku setel udah selesai, jadi Rika nggak sempat melihat film apa yang tengah aku setel.
“Ini lho mas, aku mau anter oleh-oleh. Kan kemarin aku baru dateng dari Jepang. Nah, ini aku bawain ….sedikit bawaan lah, buat kamu sama Indah. Itung-itung membagi kesenangan.”
“Wah…tengkyu banget lho…kamu baik banget”
“Ah, biasa aja lageee..hehehe”
Kami berdua sejenak ngobrol-ngobrol, karena memang sudah beberapa bulan Rika nggak berkunjung ke rumahku. Rika ini adalah salah satu sahabat istriku, selain Linda
.
Diam-diam, akupun juga terobsesi dapat menikmati tubuhnya. Ya, Rika seorang wanita yang mungil. Tinggi badannya nggak lebih dari 155cm. Bandingkan dengan tinggiku yang 170. Warna kulitnya putih, tapi cenderung kemerahan. Hmm..aku sering berkhayal lagi ngent*tin Rika, sambil aku gendong dan aku rajam memiawnya dengan tongkolku. Pasti dia merintih-rintih menikmati hujaman tongkolku…

“Hey…bengong aja…ngeliatin apa sih..” tegur Rika.
“Eh…ah…anu…enggak. Cuma lagi mikir, kapan ya gw bisa jalan-jalan sama kamu…”
Eits..kok ngomongku ngelantur begini sih. Aduh…gawat deh…
“Alaaa..mikirin jalan-jalan apa lagi ngeliatin sesuatu?” Rika melirikku dengan pandangan menyelidik.
Mati aku…berarti waktu aku ngeliatin bodynya, ketahuan dong kalo aku melototin selangkangannya. Wah….
“Ya udah, mas. Aku pamit dulu, abis Indah pergi. Lagian,dari tadi kamu ngeliatin melulu. Ngeri aku…ntar diperkosa sama kamu deh..hiyyy…” Rika bergidik ambil tertawa.
Aku Cuma tersenyum.
“Ya udah, kalo kamu mau pamit. Aku gak bisa ngelarang.”
“Aku numpang pipis dulu ya.”Rika menuju kamar mandi di sebelah kamarku.
“Iya.”

Tepat saatRika masuk kamar mandi, sambil berjingkat Linda keluar dari kamarku.
Aku terkejut, dan segera menyuruhnya masuk lagi, karena takut ketahuan. Ternyata CD Linda ketinggalan di kursi yang tadi didudukinya waktu sedang aku jilat memiawnya. Astagaaa…untung Rika nggak ngeliat…atu jangan-jangan dia udah liat, makanya sempat melontarkan pandangan menyelidik? Entahlah…
“Cepeeeett..ambil trus ke kamar lagi.”perintahku sambil berbisik.
Linda mengangguk, segera menyambar Cdnya dan…

“Ceklek….!”
Pintu kamar mandi terbuka, dan saat Rika keluar, kulihat wajahnya terkejut melihat Linda berdiri terpaku dihadapannya sambil memegang celana dalamnya yang belum sempat dipakainya. Ditambah keadaan Linda yang hanya memaki kaos, tetapi dibawah tidak memakai celana jeansnya. Akupun terkejut, dan berdiri terpaku. Hatiku berdebar, tak tahu apa yang harus kuperbuat atau kuucapkan. Semuanya terjadi dalam waktu yang sangat singkat dan tak terelakkan. Kepalaku terasa pening.

“Linda…? Kamu lagi ngapain?” Rika bertanya dengan wajah bingung campur kaget.
“Eh…anu…ini lho…”kudengar Linda gelagapan menjawab pertanyaan Rika.
“Kok kamu megang celana dalem? Setengah telanjang lagi?” selidik Rika. “Oo…aku tau…pasti kamu berdua lagi berbuat yaaa…?”
“Enggak Rik. Ngaco kamu, orang Linda lagi numpang dandan di kamarku kok.” Sergahku membela diri.
“Trus, kalo emang numpang dandan, ngapain dia diruangan ni, pake bawa celana dalem lagi.” Udah gitu telanjang juga..Hayo!!!” Rika bertanya dengan galak.
“Sini liat.” Rika menghampiri Linda dan cepat merebut celana dalam yang dipegang Linda, tanpa perlawanan dari Linda.
“Kok basah…?”Rika mengerutkan keningnya. “Nhaaaaa..bener kan…hayooooo….kamu ngapain…?”
”udah deh, Rik…emang bener, aku lagi mau ML sama Linda. Belum sempet aku ent*t, sih. Baru aku jilat-jilat memiawnya, keburu kamu dateng.” Aku menyerah dan memilih menjelaskan apa yang barusan aku lakukan.
“Kamu tuh ya…udah punya istri masih doyan yang lain. Ini cewek juga sama aja, gatel ngeliat suami sahabatnya sendiri.” Rika memaki kami berdua dengan wajah merah padam.
“Terserah kamu lah…kamu mau laporin aku sama Linda ke polisi…silakan. Mau laporin ke Indah…terserah….”ucapku pasrah.
“Hmm…kalo aku laporin ke Indah…kasian dia. Nanti dia kaget.Kalo ke polisi….ah…ngrepotin.” Rika meninmbang-nimbang apa yang hendak dilakukannya.
“Gini aja mas. Aku gak laporin ke mana-mana. Tapi ada syaratnya.” Rika memberikan tawarannya kepadaku.
“Apa syaratnya, Rik?”
“Nggak berat kok. Gampang banget dan mudah.”
“Iya, apaan syaratnya?” Linda ikut bertanya
“Terusin apa yang kamu berdua tadi lakuin. Aku duduk disini, nonton. Bagaimana?”
“WHAT?” aku dan Linda berteriak bebarengan. “Gila lu ya, masa mau nonton orang lagi ML?”
“Ya terserah kamu.Mau pilih mana…?”Rika mencibir dengan senyum kemenangan.

Aku dan Linda saling berpandangan. Kuhampiri Linda, kubelai tangan dan rambutnya. Linda seolah memahami dan menyetujui syarat yang diajukan Rika.
Segera saja kulumat bibirnya yang ranum dan tanganku meremas pantatnya yang sekel. Linda segera membuka kaosnya.
Sambil terus berciuman dan meremas pantatnya, kubimbing Linda menuju sofa. Kurebahkan ia disana, dan dengan cekatan dilepaskannya kaos dan celana ku sehingga aku sekarang telanjang bulat di hadapan Linda dan Rika.
Aku melirik Rika, yang duduk menyilangkan kakinya. Kulihat wajahnya menegang seperti tegangnya tongkolku. Aku tersenyum-senyum kearahnya, sambil memainkan dan mengocok-ngocok tongkolku, seolah hendak memamerkan kejantananku.
“Ayo, ndrew…cepetan deh…udah gak tahan, honey…”Linda merintih. “Biarin aja si Rika…paling dia juga udah basah.”
“Enak aja kamu bilang.”sergah Rika. “Udah buruan, aku pengen liat kayak apa sih kalian kalo ML.”

Aku menatap mata Linda yang mulai sayu dan tersenyum. Setelah melepas seluruh pakaiannya, sempurnalah ketelanjangbulatan kami berdua. Tak sabar, segera kusosor memiaw Linda yang sangat becek oleh lendir birahinya.
“Achhhh….sshhhh….ooouufffffggg…Andreeeeewwwwww….”L inda menjerit dan mengerang menerima serangan lidahku. Pantatnya tersentak keatas, mengikuti irama permainan lidahku.
Hmmm…nikmat sekali. memiawnya berbau segar, tanda bahwa memiaw ini sangat terawat. Dan yang membutku girang adalah lendir memiawnya yang meleleh deras, seiring dengan makin kuatnya goyangan pinggulnya.
“Hmmmppppppff…Andrew…Andrew…sayaaaanngg.. akh…akh…akkkkkuu…”Linda terus merintih. Nafasnya tersengal-sengal, seolah ada sesuatu yang mendesaknya.
‘Akku……mmmhhhhh…ssshhh….”
“Keluarin sayang….keluarin yang banyak…..”aku berbisik sambil jari tengahku terus mengocok memiawnya, dan jempolku menggesek itilnya yang sudah sangat keras. Baik itil maupun memiaw Linda sudah benar-benar berwarna merah, sangat basah akibat lendirnya yang meleleh, hingga membasahi belahan pantat dan sofa.

Segera aktivitas tanganku kuganti dengan jilatan lidahku lagi. Hal ini membuatpaha Linda menegang, tangannya menjambak rambutku, sekaligus membenamkan kepalaku ditengah jepitan pahanya yang menegang. Aku merasakan memiawnya berdenyut, dan ada lelehan cairan hangat menerpa bibirku.
“ANDREEEEEEWWWWWWW…..AAAAACCCCHHHHHHHHH……”Lin da menjerit keras sekali, menjepit kepalaku dengan pahanya, menekan kepalaku di selangkangannya dan berguncang hebat sekali.
Tak kusia-siakan lendir yang meleleh itu. Kusedot semuanya, kutelan semuanya. Ya, aku tidak mau membuang lendir kenikmatan Linda. Sedotanku pada memiawnya membuat guncanganLinda makin keras…dan akhirnya Linda terdiam seperti orang kejang. Tubuhnya kaku dan gemetaran.
“Oooohhhh…Ndreww…aaachhh…..”Linda menceracau sambil gemetaran.
“Enn..en….Nik…mat…bangeth….sssse….dothan…sama jhiilatan kkk…kamu…”

Kulihat Linda tersenyum dengan wajah puas. Segera kuarahkan bibrku melumat putingnya yang keras dan kemerahan. Meskipun sudah melahirkan dan menyusui dua anak, payudara Linda sangat terawat, kencang. Dan putingnya masih berwwarna kemerahan. Siapa lelaki yang tahan melihat warna putting seperti itu, apalgi sekarang puting merah itu benar-benar masih keras dan mengacung meski pemiliknya barusan menggapai orgasme.
“Shhh…Dreeewwww…iihhhh…geli….” Lnda menggelinjang saat kuserbu putingnya. Aku tidak mempedulikan rintihannya. Kulumat putingnya dengan ganas sehingga badan Linda mulai mengejang lagi.
“Acchhh….Andreww….sayaaaannggg…”Linda merintih. “Terus sayang…iss…ssseeeppp…pen….til…kuhh…ooofffffhhhhhhh hh……”

Tanpa aba-aba, segera kusorongkan tongkolku yang memang sudah mengeras seperti kayu ke memiaw Linda. Blessss…….
“Ahhhhkkk…..mmmmppppfff…..ooooooggggghhhh….”p antat Linda tersentak kedepan, seiring dengan menancapnya tongkolku di mekinya. Kutekan tongkolku makin dalam dan kuhentikan sejenak disana. Terasa sekali memiaw Linda berkedut-kedut, walaupun tergolong super becek.
“Ayo, nDrew…..gocek tongkol kamuh….akk….kkuuuu….udah mau…keluarrrrr…laggiiiihhh…”Linda merintih memohon.

Segera kugocek tongkolku dengan ganas. “crep.crep…cplakkk….cplaakkkk…cplaakkkk ….” suar gesekan tongkolku dengan memiaw Linda yang sudah basah kuyup nyaring terdengar. Tak lupa kulumat bibirnya yang ranum, dan tanganku menggerayang memilin menikmati payudara dan putingnya.
Sesaat kemudian kulihat mata Lnda terbalik, Cuma terlihat putihnya. Kakinya dilipat mengapit pinggul dan pantatku. Tangannya memeluk ubuhku erat.
“AN…DREEEWWWW…….OOOOGGGHHHH…>AAAKKKKKKKKKK KK….” Linda menjerit keras dan sekejap terdiam. Tubuhnya bergetar hebat. Terasa di tongkolku denyutan memiaw Linda…sangat kuat. Berdenyut-denyut, seolah hendak memijit dan memaksa spermaku untuk segera mengguyur menyiram memenya yang luar biasa becek.

Makin kuat kocokan tongkolku didalam memiaw Linda, makin kencang pula pelukannya. Nafas Linda tertahan, seolah tidka ingin kehilangan moment-moment indah menggapai puncak kenikmatan.
Karena denyutan memiaw Linda yang membuatku nikmat, ditambah rasa hangat karena uyuran lendir memiawnya, aku pun tak tahan. Ditambah ekspresi wajahnya yangmemandang wajahku dengan mata sayu namun tersirat kepuasan yang maat sangat.
“Ayo nDrew…keluarin pejuh kamu…keluarin dimemiawku….”Linda memohon.
“Kamu gak papa aku tumpahin pejuh di rahim kamu?”tanyaku sambil terengah-engah.
“No problem honey…aku safe kok….”sahut Linda. “C’mon honey..shot your sperm inside…c’mon honey….”

LIN……LINDAAAA…..LINDAAAAAAAA….ARGGGGGGHHHHH…”aku merasakan pejuhku mendesak. Kupercepat kocokanku, dan Linda juga mengencangkan otot memiawnya, berharap agar aku cepet muncrat.
AAACCHHHHHHH………..” Jrrrrrooooooooootttt…..jrrrrooooooooottttt..jrrrro ooooottttt…..tak kurang dari tujuh kali semprotan pejuhku. Banyak sekali pejuh yang kusemprotkan ke rahim Linda, sampai-sampai ia tersentak. Kubenamkan dalam-dalam tongkolku, hingga terasa kepalaku speerti memasuki liang kedua.Ah….ternyata tongkolku bisa menembus mulut rahimnya. Berarti pejuhku langsung menggempur rahimnya.
Ohhh…nDrreeeww…enak sayang….nikmat, sayaaannggg…offffffghhhh……” Linda merintih lagi. “Uggghhh…hangat sekali pejuh kamu, Ndrew…” ucap Linda.
Setelah beristirahat sejenak dengan menancapkan tongkolku dalam-dalam, secara mendadak kucabu tongkolku.
“Plllookkkkk….”

Kupandangi memiaw Linda yang masih membengkak dan merah denganlubang menganga. Linda segera mengubah posisi duduknya dan…ceeerrrrrr……pejuhku meleleh. Segera saja jemari Linda meraih dan mengorek bibir memiawnya, menjaga agar pejuhku tidak tumpah kesofa. Akibatnya, telapak tangan Linda belepotan penuh dengan pejuhku yang telah bercampur lendir memiawnya. Dengan pejuh di telapak tangan kanannya, Linda menggunakan jari tangan kirinya,mengorek memiawny untuk membersihkan memiawnya dari sisa pejuhku.
“Brani kam telen lagi?” tantangku.
“Idih…syapa takut….”Linda balas menantangku. “Nih liat ya….”
Clep…dijilatnya telapak tangan yang penuh pejuhku…
“MMmmmm….slrrpppp….glek….aachhhh….” Linda nampak puas menikmati pejuh ditangannya.
“Hari ini kenyang sekali aku…sarapan pejuh kamu duakali..hihihihi…”Linda tertawa geli.
“Tuh…masih ada sisanya ditangan. Mbelum bersih.” Sahutku.
“Tenang, nDrew..sisanya buat…ini.” Sambil berkata begitu, Linda mengambil sebagian pejuhku dan mengusapkannya diwajahnya.
“Bagus lho buat wajah…biar tetep mulus…”sahut Linda sambil mengerling genit.
“Astagaaaa….kamu tuh, Lin…diem-diem ternyata…”kataku terkejut.
“Kenapa…? Kaget ya?”
“Diem-diem, muka alim..tapi kalo urusan birahi liar juga ya..”
“Ya iyalaaahhh..hare gene, Ndrew…orang enak kok ditolak.”
”Tau gitu tadi aku semprot di uka kamu aja ya..” sesalku
“Iya juga sih..sebenernya aku pengen kamu semprot. Cuman aku dah gak bisa ngomong lagi…nahan enak sih..lagian aku pengen ngerasain semprotan pejuh kamu di memiawku.” Linda tersenyum
“Eh, Ndrew…ssstttt…coba liat tuh…jailin yuk…..”ajak Linda

Ya ampuuunnnn…aku lupa bahwa aktivitasku tengah diamat Rika. Segera kulirik Rika, yang ternyata tanpa kami sadari tengah beraktivitas sendiri. Tangannya menggosok-nggosok sapndexnya, yang mulai membasah. Kulihat lekukan cameltoenya makinbesar, lebih besar dari yang kulihat diruang tamu. Pertanda bahwa Rika juga telah dilanda birahi.

Bercinta dengan Linda dan Rika, sahabat istriku part 1

21
Filed under gangbang

Aku bangun kesiangan. Kulirik jam dinding…ah… pukul 8 pagi…Suasana rumahku sepi. Tumben, pikirku. Segera aku meloncat bangun, mencari-cari istri dan anak-anakku..tidak ada…Ahh…baru kuingat, hari Minggu ini ada acara di sekolah anakku mulai jam 9 pagi. Pantas saja mereka sudah berangkat. Istriku sengaja tidak membangunkan aku untuk ikut ke sekolah anakku, karena malamnya aku pulang kantor hampir pukul 4 pagi.

Yah, beginilah nasib auditor kalo lagi dikejar tenggat laporan audit. Untung saja, ada anggota timku yang bisa mengurangi keteganganku. Ya, Agnes tentunya, yang semalam telah memberikan servis untukku. Baginya, bersetubuh dengan lelaki lain selain suaminya bukan hal yang tabu, karena dia sendiri juga tidak mempermasalahkan jika suaminya berkencan dengan wanita lain. Prinsip mereka, yang penting pasangan tidak melihat kejadian itu dengan mata kepala sendiri.

Aku tersenyum mengingat kejadian semalam. Sebenarnya jam 11 malam kami sepakat untuk pulang kantor, tapi ternyata aku dan Agnes sama-sama lagi horny. Akhirnya, terjadilah seperti yang sudah kuceritakan diatas. Tak terasa, aku mulai horny lagi. tongkolku pelan-pelan mengangguk-angguk dan mulai mengacung.
“Walah…repot bener nih, pikirku. “Lagi sendiri, eh ngaceng.” Kebetulan, di rumah tidak ada pembantu, karena istriku, Indah, lebih suka bersih-bersih rumah sendiri dibantu kedua anakku. “Biar anak-anak gak manja dan bisa belajar mandiri. Lagian, bisa menghemat pengeluaran,” kilah istriku. Aku setuju saja.

Kurebahkan tubuhku di sofa ruang tengah, setelah memutar DVD BF. Sengaja kusetel, biar hasratku cepet tuntas. Setelah kubuka celanaku, aku sekarang hanya pakai kaos, dan tidak pakai celana. Pelan-pelan kuurut dan kukocok tongkolku. Tampak dari ujung lubang tongkolku melelehkan cairan bening, tanda bahwa birahiku sudah memuncak. Aku pun teringat Linda, sahabat istriku. Kebetulan Linda berasal dari suku Chinese. Dia adalah sahabat istriku sejak dari SMP hingga lulus kuliah, dan sering juga main kerumahku. Kadang sendiri, kadang bersama keluarganya. Ya, aku memang sering berfantasi sedang menyetubuhi Linda. Tubuhnya mungil, setinggi Agnes, tapi lebih gendut. Yang kukagumi adalah kulitnya yang sangat-sangat-sangat putih mulus, seperti warna patung lilin. Dan pantatnya yang membulat indah, sering membuatku ngaceng kalo dia berkunjung.

Aku hanya bisa membayangkan seandainya tubuh mulus Linda bisa kujamah, pasti nikmat sekali. Fantasiku ini ternyata membuat tongkolku makin keras, merah padam dan cairan bening itu mengalir lagi dengan deras. Ah Linda…seandainya aku bisa menyentuhmu..dan kamu mau ngocokin tongkolku..begitu pikiranku saat itu.

Lagi enak-enak ngocok sambil nonton bokep dan membayangkan Linda, terdengar suara langkah sepatu dan seseorang memanggil-manggil istriku.
“Ndah…Indah…aku dateng,” seru suara itu…
Oh my gosh…itu suara Linda…mau ngapain dia kesini, pikirku. Kapan masuknya, kok gak kedengaran? Linda memang tidak pernah mengetuk pintu kalau ke rumahku, karena keluarga kami sudah sangat akrab dengan dia dan keluarganya.

Belum sempat aku berpikir dan bertindak untuk menyelamatkan diri, tau-tau Linda udah nongol di ruang tengah, dan…
“AAAHHH…ANDREEEEW…!!!!,”jeritnya. “Kamu lagi ngapain?”
“Aku…eh…anu…aku….ee…lagi…ini…,”aku tak bisa menjawa pertanyaannya. Gugup. Panik. Sal-ting. Semua bercampur jadi satu. Orang yang selama ini hanya ada dalam fantasiku, tiba-tiba muncul dihadapanku dan straight, langsung melihatku dalam keadaan telanjang, gak pake celana, Cuma kaos aja. Ngaceng pula.
“Kamu dateng ok gak ngabarin dulu sih?” aku protes.
“Udah, sana, pake celana dulu!” Pagi-pagi telanjang, nonton bf sendirian,lagi ngapain sih?”ucapnya sambil duduk di kursi didepanku.
“Yee…namanya juga lagi horny…ya udah mending colai sambil nonton bf. Lagian anak-anak sama mamanya lagi pergi ke sekolah. Ya udah, self service,”sahutku.
“Udah, Ndrew. Sana pake celana dulu. Kamu gak risih apa?”
“Ah, kepalang tanggung kamu dah liat? Ngapain juga dtitutupin? Telat donk,”kilahku.
“Dasar kamu ya. Ya, udah deh, aku pamit dulu. Salam aja buat istrimu. Sana, terusin lagi.” Linda beranjak dari duduknya, dan pamit pulang.
Buru-buru aku mencegahnya. “Lin, ntar dulu lah…,”pintaku.
“Apaan sih, orang aku mau ngajak Indah jalan, dia nggak ada ya udah, aku mau jalan sendiri,”sahutnya.
“Bentar deh Lin. Tolongin aku, gak lama kok, paling sepuluh menit,”aku berusaha merayunya.
“Gila kamu ya!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”Linda protes sambil melotot. “Kamu jangan macem-macem deh, Ndrew. Gak mungkin donk aku lakukan itu,”sergahnya.
“Lin,”sahutku tenang. “Aku gak minta kamu untuk melakukan hal itu. Enggak. Aku Cuma minta tolong, kamu duduk didepanku, sambil liatin aku colai.”
“Gimana?”
Linda tidak menjawab. Matanya menatapku tajam.
Sejurus kemudian..
“Ok, Lin. Aku janji gak ndeketin apalagi menyentuh kamu. Tapi, sebelum itu, kamu juga buka bajumu dong…pake BH sama CD aja deh, gak usah telanjang. Kan kamu dah liat punyaku, please?” aku merayunya dengan sedikit memelas sekaligus khawatir.
“Hm…fine deh. Aku bantuin deh…tapi bener ya, aku masih pake BH dan CDku dan kamu gak nyentuh aku ya. Janji lho,”katanya. “Tapi, tunggu. Aku mau tanya, kok kamu berani banget minta tolong begitu ke aku?”
”Yaaa…aku berani-beraniin…toh aku gak nyentuh kamu, Cuma liat doang. Lagian, kamu dah liat punyaku? Trus, aku lagi colai sambil liat BF…lha ada kamu, kenapa gak minta tolong aja, liat yang asli?”kilahku.
“Dasar kamu. Ya udah deh, aku buka baju di kamar dulu.”
“Gak usah, disini aja,”sahutku.

Perlahan, dibukanya kemejanya…dan…ah payudara itu menyembul keluar. Payudara yang terbungkus BH sexy berwarna merah…menambah kontras warna kulitnya yang sangat putih dan mulus. Aku menelan ludah karena hanya bisa membayangkan seperti apa isi BH merah itu. Seteah itu, diturunkannya zip celana jeansnya, dan dibukanya kancing celananya. Perlahan, diturunkannya jeansnya…sedikit ada keraguan di wajahnya. Tapi akhirnya, celana itu terlepas dari kaki yang dibungkusnya. Wow…aku terbelalak melihatnya. Paha itu sangat putih sekali. Lebih putih dari yang pernah aku bayangkan. Tak ada cacat, tak ada noda. Selangkangannya masih terbungkus celana dalam mini berbahan satin, sewarna dengan Bhnya. Sepertinya, itu adalah satu set BH dan CD.
“Nih, aku udah buka baju. Dah, kamu terusin lagi colinya. Aku duduk ya.”
Linda segera duduk, dan hendak menyilangkan kakinya. Buru-buru aku cegah.
“Duduknya jangan gitu dong…”
“Ih, kamu tuh ya…macem-macem banget. Emang aku musti gimana?”protes Linda. “Nungging, gitu?”
”Ya kalo kamu mau nungging, bagus banget,”sahutku.
“Sori ye…emang gue apaan,”cibirnya.
“Kamu duduk biasa aja, tapi kakimu di buka dikit, jadi aku bisa liat celana dalam sama selangkanganmu. Toh veggy kamu gak keliatan?”usulku.
“Iya…iya…ni anak rewel banget ya. Mau colai aja pake minta macem-macem,”Linda masih saja protes dengan permintaanku.
“Begini posisi yang kamu mau?”tanyanya sambil duduk dan membuka pahanya lebar-lebar.
“Yak sip.” Sahutku. “Aku lanjut ya colinya.”

Sambil memandangi tbuh Linda, aku terus mengocok tongkolku, tapi kulakukan dengan perlahan, karena aku nggak mau cepet-cepet ejakulasi. Sayang, kalau pemandangan langka ini berlalau terlalu cepat. Aku pun menceracau, tapi Linda tidak menanggapi omonganku.

“Oh…Liiiinnn….kamu kok mulus banget siiiihhh….”aku terus menceracau. Linda menatapku dan tersenyum.
“Susumu montok bangeeeettttt… pahamu sekel dan putiiiihhhh….hhhhh….bikin aku ngaceng, Liiiiiinnn……”
Linda terus saja menatapku dan kini bergantian, menatap wajahku dan sesekali melirik ke arah tongkolku yang terus saja ngacai alias mengeluarkan lendir dari ujung lobangnya.
“Pantatmu, Liiiinnn….seandainya kau boleh megang….uuuuhhhhh….apalagi kena tongkolku….oouuufff…..pasti muncrat aku….,”aku merintih dan menceracau memuji keindahan tubuhnya. Sekaligus aku berharap, kata-kataku dapat membuatnya terangsang.

Linda masih tetap diam, dan tersenyum Matanya mulai sayu, dan dapat kulihat kalo nafasnya seperti orang yang sesak nafas. Kulirik ke arah celana dalamnya…oppsss….aku menangkap sinyal kalo ternyata Linda juga mulai ternagsang dengan aktivitasku. Karena celana dalamnya berbahan satin dan tipis, jelas sekali terlihat ada noda cairan di sekitar selangkannya. Duduknya pun mulai gelisah. Tangannya mulai meraba dadanya, dan tangan yang satunya turun meraba paha dan selangkangannya. Tapi Linda nampak ragu untuk melakukannya. Mungkin karena ia belum pernah melakukan ini dihadapan orang lain.

Kupejamkan mataku, agar Linda tau bahwa aku tidak memperhatikan aktivitasku. Dan benar saja…setelah beberapa saat, aku membuka sedikit mataku, kulihat tangan kiri Linda meremas payudaranya dan owww…BH sebelah kiri ternyata sudah diturunkan…
Astagaaa..!!! Puting itu merah sekali…tegak mengacung. Meski sudah melahirkan, dan memiliki satu anak, kuakui, payudara Linda lebih bagus dan kencang dibandingkan Agnes. Kulihat tangan kiri Linda memilin-milin putingnya, dan tangan kanannya ternyata telah menyusup ke dalam celana dalamnya.

“Sssshh….oofff….hhhhhh…..:” Kudengar suaranya mendesis seolah menahan kenikmatan. Aku kembali memejamkan mataku dan meneruskan kocokan pada tongkolku sambil menikmati rintihan-rintihan Linda.

Tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang hangat…basah…lembut…menerpa tongkol dan tanganku. Aku membuka mata dan terpekik. “Lin…kamu…,”leherku tercekat.
“Aku nggak tega liat kamu menderita, Ndrew,”sahut Linda sambil membelai tongkolku dengan tangannya yang lembut.
My gosh…perlahan impin dan obsesiku menjadi kenyataan. tongkolku dibelai dan dikocok dengan tangan Linda yang putih mulus. Aku mendesis dan membelai rambut Linda. Kemudian secara spontan Linda menjilat tongkolku yang sudah bene-bener sewarna kepiting rebus dan sekeras kayu. Dan…hap…! Sebuah kejadian tak terduga tetapi sangat kunantikan…akhirnya tongkolku masuk ke mulutnya. Ya, tongkolku dihisap Linda. Sedikit lagi pasti aku memperoleh lebih dari sekedar cunilingis.
Tak tahan dengan perlakuan sepiha Linda, kutarik pinggulnya dan buru-buru kulepaskan Cdnya.
“Kamu mau ngapain, Ndrew?” Linda protes sambil menghentikan hisapannya. Aku tidak menjawab, jariku sibuk mengusap dan meremas pantat putih nan montok, yang selama ini hanya menjadi khayalanku.
“Ohh..Lin…boleh ya aku megang pantat sama memiaw kamu?”pintaku.
“Terserah…yang penting kamu puas.”
Segera kuremas-remas pantat Linda yang montok. Ah, obsesiku tercapai…dulu aku hanya bisa berkhayal, sekarang, tubuh Linda terpampang dihadapanku.
Puas dengan pantatnya, kuarahkan jariku turun ke anus dan vaginanya. Linda merintih menahan rasa nikmat akibat usapan jariku.
“Achh…Liiiinn…enak bangeeeeett….sssshhh…….”aku menceracau menikmati jilatan lidah dan hangatnya mulut Linda saat mengenyot tongkolku. Betul-betul menggairahkan melihat bibir dan lidahnya yang merah menyapu lembut kepala dan batang kelelakianku. Hingga akhirnya….
“Liiinn….bibir kamu lembut banget sayaaaannggg….aku…kach…aku…”
“Keluarin sayang…tongkol kamu udah berdenyut tuh….udah mau muncrat yaaa….”
“I…iiy…iiyyaaa….Liiiiinnnnnnnnn….Ouuuuufuffffff….. argggghhhhhhhhhh…..”
Tak dapat kutahan lagi. Bobol sudah pertahananku. Crottt…..crooottt….crooootttt…
Spermaku muncrat sejadi-jadinya di muka, bibir dan dada Linda. Tanganhalus Linda tak berhenti mengocok batang kejantananku, seolah ingin melahap habis cairan yang kumuntahkan
Ohhhh…….my dream come true….. Obsesiku tercapai…pagi ini aku muncratin pejuhku di bibir dan muka Linda.
“Lin…kamu gak geli sayang…? Bibir, muka sama dada kamu kenas permaku?”
Linda menggeleng dengan pandangan sayu. Tangannya masih tetap memainkan tongkolku yang sedikit melemas.
“Kamu baru pertam kali kan, mainin koto orang selain suami kamu?”
“Iya, Ndrew. Tapi kok aku suka ya…terus terang, bau sperma kamu seger banget…kamu rajin maka buah sama sayur ya?” tanya Linda.
“Iya…kalo gak gitu, Indahmana mau nelen sperma aku.”
“Aihhh….” Linda terpekik. “Indah mau nelen sperma?”
Aku mengangguk. “Keapa Lin? Penasaran sama rasanya? Lha itu spremaku masih meleleh di muka sama dada kamu. Coba aja rasanya,”sahutku.
“Mmmm…ccppp…ssllrppp….” terdengar lidah dan bibir Linda mengecap spermaku. Dengan jarinya yang lentik, disapunya spermaku yang tumpah didada dan mukanya, kemudian dijilatnyajarinya smape bersih.Hmmm….akhirnya spermaku masuk kedalam tubuhnya…
“Iya, Ndrew, sperma kamu kok enak ya. Aku gak ngerasa enek pas nelen sperma kamu…”
”Mau lagi….?”
“Ih…kamu tuch ya…masih kurang, Ndrew?”
“Lha kan baru oral belum masuk ke meqi kamu, Lin.” Sahutku…”Tuh, liat…bangun lagi kan?”
“Dasar kamu ya….”
”Benerkamu gak mau spermaku ? Ya udah kalo gitu, aku mau bersih-bersih dulu.”ancamku sambil bangkit dari kursi.
“Mau sih…Cuma takut kalo Indah dateng…gimana donk….”Linda merajuk.
Perlahan kuhampiri Lida, kuminta dia duduk di sofa, sambil kedua kakiya diangkat mengangkang.
Kulihat meqinya yang licin karena cairan cintanya meleleh akibat perbuatan jariku.
“Hmmm…Lin…meqi kamu masih basah…kamu masih horny dong…”tanyaku.
“Udah, Ndrew….cepetan deh…nanti istrimu keburu dateng…Lagian aku udah…Auuuwwww….!!!! Ohhh..Shhhhh…….”Linda memiawik saat lidahku menari diujung klitorisnya.
“Ndrewwww…kamu gilaaa yaaa…”bisiknya samil menjambak rambutku.
Kumainkan lidahku dikelentitnya yang udah membengkak. Jari ku menguak bibir vagina Linda yang semakin membengkak. Perlahan kumasukkan telunjukku, mencari G-spotnya.
Akibatnya luar biasa. Linda makin meronta dan merintih. Jambakannya makin kuat. Cairan birahinya makin membasahi lidah dan mulutku. Tentu saja hal ini tak kusia-siakan. Kusedot kuat agar aku dapat menelan cairan yang meleleh dari vaginanya. Ya…aroma vagina Linda lain dengan aroma vagina istriku. Meskipun keduanya tidak berbau amis, tapi ada sensasi tersendiri saat kuhirup aroma kewanitaan Linda.
“C’mon..Ndrew…I can’t stand…ochhh…ahhhhhh…shhhh……c’mon honey….quick…quick….”
Aku paham, gerakan pantt Linda makin liar. Makin kencang. Kurasakan pula meqinya mulai berdenyut…..seentar lagi dia meledak, pikirku.

“Ting…tong…”bel rumahku berbunyi.
“Mas…..mas Andrew….”suara wanita didepan memanggil namaku.
Sontak kulepaskan jilatanku. Linda memandang wajahku dengan wajah pucat. Aku pun memandang wajahnya dengan jantung berdebar.
“Ndrew..kok kyaka suara Rika ya…”Linda bertanya
“Wah..mau ngapain dia kesini…..gawat dong…”ucapku ketakutan. “Udah Lin, kamu masuk kamarku dulu deh…cepetan…”