Aku mulai mencium pipi Sandy yang manis dan bersih putih itu. Sandy kemudian membalasnya dengan mencium keningku dan menciumi pipiku. Tiba-tiba saja ciuman tersebut berubah jadi ciuman bergairah. Kurasakan getar-getar birahi dalam diriku mulai mengalir dan membangkitkan nafsuku. Dan Sandy pun demikian. Ia mulai mengajakku berdiri sambil berciuman. Kami sangat menikmati ciuman mesra ini. Aku mulai menjilati bibirnya dan sesekali mengulum bibirnya yang seksi. Kedua tangan kami saling merangkul di pinggang dan saling merapatkan tubuh satu sama lain. Namun, ciuman itu terus berlanjut. Sandy lalu menelusuri rongga mulutku dengan lidahnya kesana kemari. Aku merasa sangat bergairah dan terus bergairah dengan ciuman ini. Ini adalah ciuman yang sangat menyenangkan dan mengasyikkan tak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Ciuman yang lama.. Sambil menikmati bibir masing-masing, kedua tangaanku mulai membuka kancing baju Sandy. Begitupun dengan Dia, Sandy mulai melorotkan celana panjangku.
Tag Archives: anal
Cerita Dewasa Gay – Apakah Aku Akan Terus Jadi Gay?( Bonus pic inside)
Putri Ibu Kost
Saat berikutnya, terhamparlah pemandangan yang luar biasa merangsangnya. Jembut Ika sungguh lebat dan subur sekali. Jembut itu mengitari bibir memek yang berwarna coklat tua. Sambil kembali menciumi kulit perut di sekitar pusarnya, tanganku mengelus-elus pahanya yang berkulit licin dan mulus. Elusanku pun ke arah dalam dan merangkak naik. Sampailah jari-jari tanganku di tepi kiri-kanan bibir luar memeknya. Tanganku pun mengelus-elus memeknya dengan dua jariku bergerak dan bawah ke atas. Dengan mata terpejam, Ika berinisiatif meremas-remas payudaranya sendiri. Tampak jelas kalau Ika sangat menikmati permainan ini.
Perlahan kusibak bibir memek Ika dengan ibu jari dan telunjukku mengarah ke atas sampai kelentitnya menongol keluar. Wajahku bergerak ke memeknya, sementara tanganku kembali memegangi payudaranya. Kujilati kelentit Ika perlahan-lahan dengan jilatan-jilatan pendek dan terputus-putus sambil satu tanganku mempermainkan puting payudaranya.
Gejolak Nafsu Terpendam
Tante Sari melepaskan penisku dari kulumannya setelah sekitar lima belas menit. Kemudian dia memintaku duduk dilantai. Dia lalu naik kepangkuanku dengan posisi berhadapan. Diraihnya batang penisku, dituntunnya ke lubang vaginanya. Perlahan-lahan dia mulai menurunkan pantatnya. Kurasakan kepala penisku mulai memasuki lubang yang sempit. Penisku serasa dijepit dan dipijit-pijit. Mungkin karena sudah sepuluh tahun tidak pernah terjamah laki-laki. Meski agak susah, akhirnya amblas juga seluruh batang penisku ke dalam lubang vaginanya.
Tante Sari mulai menaik-turunkan pantatnya, dengan irama pelan. Diiringi desahan-desahan lembut penuh birahi. Sesekali dia memutar-mutar pantatnya, penisku serasa diaduk-aduk dilubang vaginanya. Aku tak mau kalah, kuimbangi gerakkannya dengan menyodok-nyodokkan pantatku ke atas. Seirama gerakkan pantatnya.
Hasrat & Nafsu Part 2
Kapan suamimu pulang .. Marisa ..?”, bisikku letih kepadanya, sejenak setelah hampir sekitar kurang lebih 1 jam aku menggeluti dan menyetubuhinya sebanyak dua kali. Kami berbaring kelelahan diatas kasur kamarnya. Kuelus-elus mesra bukit kemaluannya yang sedikit basah berkeringat sehabis kusenggamai. Begitu tebal dan montok bukit kemaluan mbak Marisa ini. Kucubit gemas berulang kali belahan bibir [...]
Hasrat & Nafsu Part 1
Begitu aku rebah tidur, mbak Marissa pun lalu mengikutiku dan lansung mengangkangi tubuhku. Aku kembali terkagum-kagum menyaksikan keindahan tubuh mulusnya yang sangat sempurna ini. Ooohhh … baru kulihat sekarang bukit kemaluannya yang agak berwarna kecoklatan dibanding bagian tubuhnya yang lain itu tampak besar membentuk sebuah bukit kecil indah dan merangsang. Sebuah belahan memanjang vertikal yang membelah labia mayoranya itu terlihat tebal dan tertutup rapat seolah menyembunyikan lubang vaginanya yang sangat terlarang. Duh … merangsangnya bukit kemaluan milik mbak Marissa ini. Tak tahan menyaksikan pemandangan indah itu jemari tangan kananku mulai meremas batang penisku yang ngaceng lalu kuusap-usap pelan dengan rasa nikmat sembari memandangi keindahan tubuhnya
Yu Neem Pembantuku
Tanpa menjawab aku membuka kancing baju Yu Nem, dan mengeluarkan sepasang tetek dari dalam kutangnya. Aku menghisapnya, memilin dan menggigitnya. Yu Nem mendesah-desah. Tangannya meremas penisku. Disingkapnya jariknya hingga menampakkan paha yang padat dan mulus. Dia lepas CD-nya, dan meraih tanganku, dibawanya ke selangkangan. Lalu dilepasnya celanaku.
Terasa penisku masuk ke dalam mulut hingga terdengar bunyi yang menggairahkan. Crop.cropp.
Yu Nem memutar tubuhnya, mengarahkan vaginanya tepat di depan mulutku. Lalu ditekannya pinggul, hingga vagina itu menempel di mulutku. Refleks lidahku terjulur. Yu Nem mengerang keras. Di tekan lagi, dan digoyangkannya pantat bulat itu. Aku coba menghindar karena nafasku jadi sesak. Tapi Yu Nem kembali menekan sambi terus melumat penisku dengan rakus.
Dada Nyonya Syeni
“Dibuka aja ya Dok” katanya tiba2 sambil tangannya langsung ke punggung membuka kaitan Bhnya tanpa menunggu persetujuanku. Oohhh . jangan dong . Aku jadi tersiksa lho Bu, kataku dalam hati. Tapi engga apa-apa lah ..
Cup-nya mengendor. Daging bulat itu seolah terbebas. Dan .. syeni memelorotkan sendiri cup-nya …
Kini bulatan itu nampak dengan utuh. Oh indahnya … benar2 bundar bulat, putih mulus halus, dan yang membuatku tersengal, putting kecilnya berwarna pink, merah jambu !
Kuteruskan urutan dan pencetanku pada daging bulat yang menggiurkan ini. Jelas saja, sengaja atau tidak, beberapa kali jariku menyentuh putting merah jambunya itu ..
Dan .. Putting itu membesar. Walaupun kecil tapi menunjuk ke atas ! Wajar saja. Wanita kalau disentuh buah dadanya akan menegang putingnya. Wajar juga kalau nafas Syeni sedikit memburu. Yang tak wajar adalah, Syeni memejamkan mata seolah sedang dirangsang !
Akibat Salah Pijat
Riris melotot kearahku dan dia berbicara dengan suara serak,
“Mardi.. kok kamu masukin, khan kita udah janji sayang cuman peting, nggak boleh begini dong.” Namun dalam bahasa tubuhnya pinggul dia tetap mengimbangi gerakanku yang naik turun menggesek vaginanya.
“Riris.. aku cuman masukin kepalanya aja sayang, kamu juga ngerasainkan?”
Tambahku, “Itu juga udah cukup buat kita, lagi nggak usah dimasukin semua.. kamu enak khan digini’in?” sambil aku goyang kekiri dan kekanan. Kepala penisku benar benar dijepit erat oleh vagina Riris.
Riris merem melek keenakan, dan tangan Riris akhirnya memelukku dan mengimbangi gerakanku. Baru aku tahu kalau dalam keadaan begini Riris benar benar dapat berkata vulgar, karena tiba tiba dia berkata,
“Di, penis kamu enak banget sih hangat kena vagina Riris.”
“Oh, Riris ini mah nggak seberapa sayang,” kataku.
Setelah kurang lebih tiga menit kami seperti itu, aku merasakan pantat Riris menaik lebih tinggi, seakan akan ingin merasakan lebih batangku. Maka akupun mulai sedikit demi sedikit mendorong lebih dalam, ternyata makin panas gerakan kami berdua, dan walhasil seluruh batangku terbenam di dalam vagina Riris. Dan aku rasa Riris pun mengetahui hal itu, dan dia mulai meracau lagi,
“Oh Ardi.. enak banget penis kamu masuk semua ke dalem vaginaku sayang.. hh”
“Ohh, Di.. dorong lagi biar makin dalem sayang..”
Airin, Istri Temanku
sementara sipria kembali lagi asyik dengan menjilati nonok Airin yang menganga itu. Aku lebih tertarik dengan cara sipria itu menjilati nonok Airin, karena kulihat lidahnya yang panjang itu menjulur masuk kedalam liang nonok Airin dan bukan sekedar menjilati tepi tepi nonok Airin yang sudah membengkak itu. Kulihat itil Airin justru dibiarkannya menganggur sehingga kadang kadang justru Airin yang mengulurkan tangannya untuk menggosok itilnya sendiri. Benar benar hebat anak muda itu, kontolnya yang lurus itu dengan lancar masuk kedalam mulut Airin dan ketika dikeluarkan, Airin menarik kulitnya kebawah sehingga ujungnya yang seperti topi baja itu terbuka lebar
Aku dan Nadya
“It’s okay….” Nadya mengisyaratkan bahwa dia tidak apa2.
Nadya membuka pahanya sedikit lebih lebar lagi dan dia tampak mencoba untuk rileks. Pelan2 kudekatkan kembali kepala penisku di bibir vaginanya. Kepala penisku sudah mulai masuk. Aku mulai menggerakkan penisku maju mundur, walaupun baru sedikit yang masuk. Perlahan namun pasti, penisku semakin masuk kedalam lubang vaginanya.
“aah….. “ Nadya mengerang pelan dan agak meringis ketika penisku masuk sepenuhnya ke dalam vaginanya. Aku menggerakan penisku maju mundur dalam posisi misionaris.
“Mmmhhh… sayang… pelan2 “ Nadya mengingatkanku untuk tidak bergerak terlalu cepat. Dinding vaginanya seakan memijat2 batang penisku dengan lembut. “Aahhh… sayang… mmmhhh….. uuhhh…” Nadya mengerang, menandakan dia mendekati orgasme. Tetapi aku tidak ingin malam ini berakhir secepat itu. Aku menghentikan gerakanku, dan ketika Nadya akan membuka mulutnya untuk bertanya, aku langsung meraih pantatnya dan menggendongnya. Aku kemudian duduk di kursi rapat dan menaikkan badan Nadya di pangkuanku. Nadya mulai berpegang pada pundakku. Dia mengerti dan segera menaikkan pantatnya, lalu dengan pelan2 dia mengarahkan lubang vaginanya ke kepala penisku. Nadya bergerak naik turun di pangkuanku. Vaginanya terus2an memijat2 batang penisku dengan lembut.
