Tag Archives: cerita 17tahun

Lesbi : kartika

41
Filed under Sesama Wanita

“mmmh….” Fifi yang mencium saya dengan ganas itu juga tak kalah gesitnya mencoba kembali membuka BH saya yang akhirnya terlepas juga kebawah, tangannya dengan terampil kembali meremas-remas payudara saya, disamping itu ana berusaha mencopot rok jins dan celana dalam saya hingga saya yang pertama-tama bugil duluan. Entah siapa yang memulai duluan, tahu-tahu saya sudah ditempat tidur dengan payudara saya yang dijilati fifi dengan lincah, bahkan anapun sudah bugil dan sekarang lagi menjilati vagina saya dengan lahap.
“sst…na…mmmh….”
“ssts….sstrrrssss…” rintih saya keras karena tak tahan diperlakukan oleh dua orang wanita cantik yang menjilati bagian sensitip saya.
Beberapa menit kemudian saya pun tak tahan dan orgasme yang pertama, fifi juga minta gantian dibawah untuk kita kerjai yang saya bagi tugas dengan ana, saya bagian menjilat vaginanya dan ana bagian payudara dan bibirnya.

Prahara Calon Lesbian

26
Filed under Sesama Wanita

Lalu Reni menarik tubuhku.. Dan kembali kami saling berpelukan.. Rupanya kami berdua sudah mencapai puncak rangsangan.. Bepelukan.. Berciuman.. Berguling kesana kemari sembari berpelukan.. Oohh.. Nikmatnya
Kini aku berada pada posisi dibawah.. Dan tubuh Reni menindih tubuku.. Lalu ia menciumi leherku.. Ouuhh.. Geli.. Akupun mengelinjang.. Dengan mata setengah terpejam.. Terus Reni beralih kedadaku dan dengan ganas mulai menjilati kedua payudaraku.. Ooh.. Aaakkhh.. Oohh.. Renn.. Renn.. Desahku dengan tubuh mengelinjang keenakan.. Apalagi ketika Reni mulai mempermainkan puting payudaraku dengan ujung lidahnya..
Aahh.. Bergetar hebat tubuhku merasakan nikmat itu.. Lalu jilatan Reni makin kebawah.. Kebawah.. Dan berhenti dipuserku.. Dan segera lidahnya bermain diatas puserku. Ooh.. Aku kembali mengelinjang.. Tapi tidak hanya sampai disitu.. tiba-tiba Reni memegang tepian celana dalam ku dan melorotkan CD ku itu hingga terlepas.. Lalu tampak dia memperhatikan kemaluanku yang terpampang di depan wajah nya.. Dielus-elusnya bulu2 kemaluanku yang masih sedikit itu.
Jantungku berdetak keras.. Aku merasa tegang.. Menunggu apa kira-kira yang akan dilakukan Reni.. Aaahh.. Desisku ketika Reni membenamkan wajahnya diselangkangku.. Oohh Renn.. Rennii.. Jeritku kecil ketika Reni mulai menjilati bibir vaginaku.. Nggkk.. Aakk.. Tubuhku mengelinjang hebat ketika lidah Reni mulai mempermainkan clitoris ku..

Gay : Ketika aku main gila dengan seorang room boy

32
Filed under Sesama pria

Jeffry terbaring terlentang, kedua tangannya di samping badannya,kontolnya yang mengacung itu seperti “terjatuh” di arah jembutnya.Lalu kontol Jeffry aku ambil dan aku main-mainkan! Aku elus elus bagian bawah kepala kontolnya bekas tempat frenulum yang tampak sudah dipotong waktu Jeffry disunat dulu! Kontol Jeffry aku gosok-gosok aku rangsang,lobang kencingnya yang basah oleh mazie [pre-cum]itu aku raba-raba dengan telapak tangan-ku. Jeffry menggelinjang, mungkin merasa nikmat dan perih sekaligus bercampur-baur karena lobang kencingnya tentu sensitif! Telapak tanganku jadi terasa licin dan lengket oleh mazie Jeffry!

Gay : Ada Apa Dengan Valent?

14
Filed under Sesama pria

Setelah itu Valent benar-benar membuatku telanjang, sehingga hanya tersisa CD saja yang membungkus tubuhku. Kini, aksi Valent lebih menggila lagi, dengan liarnya ia menjilati seputar kemaluanku sampai ke paha dan selangkanganku. Kemudian aku disuruh mengangkat ke dua kakiku dan menyandarkannya di pundak Valent. Dengan hati-hati agar tak kehilangan keseimbangan, aku pun melakukannya sementara badanku kusandarkan pada drum, sehingga aku dalam posisi setengah berbaring. Setelah itu Valent kembali mendekatkan mukanya ke kontol kesayanganku. Ia menciumi dan menjilati selangkanganku lagi sambil sesekali mencaplok kontolku yang masih terbungkus CD G-String yang kupakai.

“Urgh, terus Lent!” erangku di tengah-tengah permainan yang dahsyat itu. Aku susah untuk menggeliat sekalipun aku sudah tak tahan lagi untuk melakukannya. Jika aku menggeliat sedikit saja, aku pasti terjatuh dari kursiku.

Selingkuh vs. Selingkuh

42
Filed under gangbang

Taryo masih terus menciuminya, lidahnya terus menyapu rongga mulutnya, begitu pula Yessica juga dengan liar beradu lidah dengannya. Jempol Taryo menggesek-gesek putingnya diselingi pencetan dan pelintiran. Yessica sendiri makin intens mengocoki penis Pak Joko sehingga penjaga villaku ini terpaksa menghentikannya karena tidak mau buru-buru keluar. Kini dia suruh sepupuku merunduk (sehingga posisinya setengah berbaring ke samping) dan mengoral penisnya. Dengan bernafsu, Yessica melayani penis Pak Joko dengan mulut dan lidahnya, mula-mula dia jilati buah pelir dan batangannya dengan pola naik-turun, sampai di kepalanya sengaja dia gelitik dengan lidahnya dan dikulum sejenak. Pemiliknya sampai mengerang-ngerang keenakan sambil meremasi payudaranya yang menggantung.

Taryo menarik gaun itu ke bawah hingga lepas, menyusul celana dalamnya. Setelah menelanjangi Yessica, dia melepaskan bajunya sendiri. Diobok-oboknya vagina Yessica dengan jari-jarinya, liang itu pun semakin becek akibat perbuatannya, cairannya nampak meleleh keluar dan membasahi jarinya.

Permohonan Seorang Teman dan Suaminya

28
Filed under gangbang

Anna langsung merebahkan tubuhnya di tengah ranjang. Suaminya mengikuti sambil melabuhkan ciuman. Aku masih berdiri memandangi mereka, ketika tangan Anna mengisyaratkanku agar mendekati mereka. Aku mengikuti ajakannya dan duduk di sisi lain tubuhnya sambil mengelus-elus lengan dan perutnya. Tangan Anna menarik pergelangan tanganku agar mengelus dan meremas teteknya. Tanganku mulai beroperasi di bagian dadanya dan memainkan pentilnya yang kembali mengeras akibat sentuhan jari-jariku. Kupilin-pilin pentilnya dengan lembut dan kudekatkan mukaku ke dadanya. Lidahku kujulurkan menjilati pentil teteknya. Lama kugelitik pentilnya, setelah itu kumasukkan pentilnya ke dalam mulutku sambil melakukan gerakan menyedot. Saking gemasnya, kusedot juga teteknya yang tidak begitu besar, tetapi masih kenyal karena belum pernah menyusui bayi.

”Ooogghh, ya, yahh, gitu Gus, enak tuch…” desisnya sambil menyambut ciuman suaminya.

Kedua teteknya kuremas sambil terus mengisap, memilin, menyedot pentilnya dengan gerakan bervariasi, kadang-kadang lembut, kadang ganas, hingga Anna menggeliat-geliat dilanda birahi. Kuteruskan penjelajahan bibirku ke arah perutnya dan turun ke rambut-rambut jembutnya yang halus di atas celah pahanya yang putih. Kembali lidahku bermain di itilnya dan celah-celah toroknya yang mulai basah lagi. Ludahku bercampur dengan lendir kawinnya yang harum. Ciumanku semakin buas turun ke celah-celah antara torok dan duburnya. Ketika mendekati duburnya, lidahku kuruncingkan dan kugunakan mengait-ngait celah-celah duburnya.

Nafsu Mbak Ambar

29
Filed under Setengah baya

Sesaat kemudian Ambar berdiri dan mengkangkangi wajahku, naluriku segera menggerakan wajahku untuk medekati selangkangannya. Bibirku yang sudah mulai nakal, menjilati lutut, paha dan sampailah di tengah selangkangan Ambar. Aku melihat CD warna pink yang tadinya masih bersih, sudah mulai banjir dengan lendir yang membasahi permukaan nonoknya.

“Ohhk.. Dandy.. teruss..” desah Ambar.

Dengan lihai, tanganku yang kiri mendorong pantat Ambar supaya lebih maju dan tangan kiriku menyibak CD yang dikenakan Ambar. Lidahku dengan mudah mendarat pada lubang nonok Ambar yang tampak rimbun ditutupi oleh rambut-rambut kemaluan yang hitam pekat. Bagaikan menjilat es cream, aku semakin berani mengoyak nonoknya dengan lidahku.

“Aoowww.. Daannddyy.. nikmat sekali sayaangg” desah Ambar.
“Dannddy.. aku.. keeluuarr.. aaakhh” Ambar mendesah panjang dan bersamaan dengan rintihan tersebut, cairan hangat keluar dari lubang nonoknya. Dengan liarnya aku segera menjilati seluruh cairan birahi yang meleleh itu, dan aku segera berdiri dari tempat dudukku semula.

Sulasmi yang begitu menggoda

26
Filed under Daun Muda

Lasmi melenguh lirih manakala aku dengan lembut meremas payudaranya, kecil dan tampak kenyal. Dan sementara bibirku terus meliuk-liuk di sekitar lehernya dan dengan naluri laki-laki bibirku bermain di telinganya sehiingga membuat bulu kuduknya merinding. Lasmi semakin merapatkan kedua kakinya dan sementara tubuhnya bersandar erat ke tubuhku.

Lasmi merenggangkan dadanya, memberi jarak agar tanganku leluasa bermain-main di payudaranya dan sementara kepalanya sedikit meliuk-liuk mengikuti gerak wajahku dan di seputar lehernya dan bulu kuduknya sesekali meremang. Baju seragam Lasmi bagian depan sudah awut-awutan padahal ini adalah hari senin.

“Hhh….”

“Hhhh…hhh…”

Hanya desah napas kami yang terdengar. Dan berlahan Lasmi semakin menekuk tubuhnya dan terlentang keatas dipan bambu. Pelan aku mendekatkan bibirku ke bibirnya, Lasmi membalasnya penuh gairah. Jemari tanganku membuka satu persatu kancing bajunya seiring dengan berjalannya waktu dari menit ke menit.