Ciuman Bonsa mulai turun ke arah payudara milik Marni, dikecupnya payudara Marni walau masih tebungkus BH dan kaosnya, sedangkan tangan Bonsa meremas-remas susunya yang kiri dan tangannya yang satunya sudah berhasil melewati CD-nya.
“Augh..” desah Marni.
Dibuka bajunya dan BH-nya, “Wau besar juga susumu Mar..” kata Bonsa sambil tangannya memainkan susu Marni dan memelintir puting susunya.
“Ah, Tuaan bisaa aja, ayo dong nyusu duluu.. augh..!” jawab Marni sambil mendorong kepala Bonsa higga susunya langsung tertelan mulut Bonsa.
“Augghh..” desah Marni merintih kenikmatan, sedang tangannya Marni masuk ke celana Bonsa dan langsung mengocok batang kejantanan Bonsa.
Dijilat dan dihisap payudara Marni, tangannya meremas serta mempermainkan puting susunya, kadang digigit dan disedot payudara Marni.
“Auughh..!” Marni berteriak kencang saat susunya disedot habis dan tangan Bonsa masuk ke liang senggamanya.
Ciuman Bonsa turun setelah puas menyusu pada Marni, dijilatnya perut Marni dan membuka roknya. Setelah terbuka, terlihat paha putih dan liang senggamanya yang telah basah yang sangat membuat nasfu Bonsa bertambah. Sedangkan Mirna dan Parni sudah telanjang bulat dan melakukan masturbasi sendiri sambil melihat tuannya bercinta dengan temannya.
Diciuminya bibir kemaluan Marni yang masih terbungkus CD.
“Augghh..” desah Marni tidak kuat.
Karena tidak kuat lagi, Marni mendorong kepala Bonsa dan langsung menurunkan CD-nya, setelah itu didorong masuk kepala Bonsa ke liang senggamanya.
Tag Archives: cerita porno
Pembantuku “oh parni oh mirna”
Mengikuti obsesi temanku part 2
“di gini’in gimana ??” Tanya ku, menggoda sambil meningkatkan penetrasi kontol ku yang mulai menimbulkan bunyi
“bodo ach !!mmmpphhh pake nanya lagi..” balas niat yang sambil memaju mundurkan pantat mulus nan mungilnya mengikuti sodok’kan ku dari belakang. Ku angkat tubuh mungilnya dengan tetap membelakangi ku menuju keluar kamar. Nita menyilangkan kakinya melingkari pinggang ku. Ku lihat ina belum muncul, tetapi bukan itu focus ku, melainkan veve, istri teman karib ku ini.
Langsung menuju doni yang dan veve, ku lihat celana dalam veve (CD hitam) cuman di geser kesamping sementara doni memompa vegi veve yang tangannya meremas2 bantal di sofa ruang tengah ku.
“lagi asik, bareng dong..” kata ku sambil menurunkan nita dan membuat posisinya nungging sama seperti veve dan bersebelahan.
Veve kaget, bangkit dan menoleh ke belakang menatap suaminya. Doni cuman mengangguk. Veve kemudian kembali menidurkan tubuhnya. Pandangan veve tertuju pada nita yang sedang ku garap di sebelah yang hanya dua jengkal dari wajahnya.
Mengikuti obsesi temanku part 1
“mas malu ada tamu, gimana sich nanti aja kenapa sich mas ..mmmmpppphhhh!” omongan nita terputus sambil terus ku emut terus bibirnya dan tangan kanan ku meremas toketnya dari balik kaos putihnya dan tangan kiri ku menurunkan celana pendeknya sekaligus celana dalamnya, dan jari ku bermain-main di goa hangatnya yang makin lama mulai basah dan lengket akibat cairan yang keluar dari MeQ berbulu halus ini. Tangan kirinya telah meraih meriam ku dan mengocoknya pelan2.
“mas di kamar ku aja, malu klo temannya sampai keluar kamar” kembali nita, mencoba mengingtkan tetapi dia ga sadar sebentar lagi dia di garap aku dan doni, gue tahu kalo nita sudah horni ga nolak lagi pasti. Dari pada protes melulu, aku bangkit dan berdiri mengarahkan adik ku ke wajahnya dan nita tanggap langsung di emut kepala si otong, diapit bibir tipisnya yang merah ini. Ga lama2 aku di oral nita karena aku kuatir ina datang dan protes juga karena ada tamu (teman ku doni) ku angkat nita dgn saling berhadapan kakinya melingkari pinggang ku dan tangannya mengarahkan adik kecil ku masuk ke Vegi-nya. Nampak di wajahnya yang horni sambil menggigit bibir menahan penetrasi pedang ku yang sedang menerobos ke sarung pedang nita. Setelah diam sebentar aku mulai memompa pelan2 dan sambil mengamati apakah dia sudah benar2 horni, dan jangan sampai orgasme… bahaya nanti. setelah keluar rintihan dari mulutnya dan mulai meracau ga karuan. Sambil ku gendong dan membawanya ke kamar dan terus ku genjot terus pelan2, nita memejamkan matanya, ku percepat langkah ku.
Pak Guru
Tanpa bertanya lagi langsung Pak Freddy mencium mulutku dengan ganasnya, begitupun aku melayaninya dengan nafsu sembari salah satu tanganku mengelus-elus penis yang perkasa itu. Terasa keras sekali dan rupanya sudah berdiri sempurna. Mulutnya mulai mengulum kedua puting payudaraku. Praktis kami berdua sudah tidak berbicara lagi, semuanya sudah mutlak terbius nafsu birahi yang buta. Pak Freddy berhenti merangsangku dan mengambil majalah porno yang masih tergeletak di atas tempat tidur dan bertanya kepadaku sembari salah satu tangannya menunjuk gambar cowok memasukkan penisnya ke dalam vagina seorang cewek yang tampak pasrah di bawahnya.
“Boleh saya seperti ini, Et?”.
Aku tidak menjawab dan hanya mengedipkan kedua mataku perlahan. Mungkin Pak Freddy menganggap aku setuju dan langsung dia mengangkangkan kedua kakiku lebar-lebar dan duduk di hadapan vaginaku. Tangan kirinya berusaha membuka belahan vaginaku yang rapat, sedangkan tangan kanannya menggenggam penisnya dan mengarahkan ke vaginaku.
Babysitter Tetangga
Aku tinggal di komplex perumahan, disitu banyak pasangan muda yang mempercayakan anak balitanya ke para babay sitter. Kalo pagi banyak baby sitter yang ngumpul depan rumahku, memang rumahku rada tusuk sate, sehingga kayanya strategis buat ngerumpi, palagi praktis gak da mobil yang lalu lalang. Kalo lagi dirumah aku suka memperhatikan para baby sitter itu. Umumnya [...]
Pak RT cabul
Kedua tangannya meremas-remas kedua payudaraku, ketika melumatnya terkadang kumisnya yang kasar itu menggesek putingku menimbulkan sensasi geli yang nikmat. Lidahnya bergerak naik ke leherku dan mencupanginya sementara tangannya tetap memainkan payudaraku. Birahiku sudah benar-benar tinggi, nafasku juga sudah makin tak teratur, dia begitu lihai dalam bercinta, kurasa bukan pertama kalinya dia berselingkuh seperti ini. Aku merasa tidak dapat bertahan lebih lama lagi, frekuensi goyanganku kutambah, lalu aku mencium bibirnya. Tubuh kami terus berpacu sambil bermain lidah dengan liarnya sampai ludah kami menetes-netes di sekitar mulut, eranganku teredam oleh ciumannya. Mengetahui aku sudah mau keluar, dia menekan-nekan bahuku ke bawah sehingga penisnya menghujam makin dalam dan vaginaku makin terasa sesak. Tubuhku bergetar hebat dan jeritanku tak tertahankan lagi terdengar dari mulutku, perasaan itu berlangsung selama beberapa saat sampai akhirnya aku terkulai lemas dalam pelukannya.
Bocah Kelas 5 SD VS Gadis SMA
Baju tidur Mona terangkat lagi sampai ke pinggul. Dan dia tetap ngobrol seperti seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Cukup lama juga kami ngobrol dengan posisi dia seperti itu. Kadang-kadang malah kakinya mengangkang menampakkan vaginanya. Dan dia tetap bersikap seakan-akan tidak ada apa-apa dan tetap berbicara biasa.
Akhirnya saya tidak kuat lagi. Suatu saat, pada saat dia mengambil makanan dari atas meja dan posisinya membelakangi saya, vagina Mona mengintip dari celah pahanya dari belakang tepat 1-2 meter di depan wajah saya. Saya buka retslueting saya yang dari tadi sudah berisi penis yang sudah keras tidak kepalang tanggung, dan mengeluarkannya dari celana dalam saya.
Dari belakang saya menghampiri Mona perlahan. Pada saat ini dia masih belum tahu dan masih tetap memilih-milih makanan, sampai terasa ada tangan yang memegang kedua payudaranya dari belakang dan merasakan ada benda panjang, besar dan hangat menyentuh-nyentuh di sela-sela paha dan belahan pantatnya.
Petualangan Akhir Pekan
Melihat pemandangan yang indah ini segera kulanjutkan aksiku dengan menghisap dan menjilati sepasang puting susu miliknya yang sudah menegang dengan rakus. Terkadang tanganku ikut bermain dengan memiting dan memilin puting yang berwarna coklat muda itu.
“Ouhh… ahhh… ahhh”, desah bibir mungil yang setengah terkatup sambil meremas kepala dan pundakku.
Nafasnya naik turun menahan nikmat. Semakin lama desahannya semakin kencang membuatku semakin bergairah. Sambil membalikkan tubuh ABG ini hingga membelakangiku segera kulepas semua pakaian yang kukenakan tinggal celana dalamku. Kemudian sambil memeluk dari belakang kuraih wajahnya dan kulumat kembali bibir mungilnya, sementara kugesek-gesek penisku yang sudah menegang di dalam cd-ku kearah pantatnya. Sedang tangan kiriku asyik memilin puting dan meremas buah dadanya bergantian, jari tengah tangan kananku mulai mengorek-ngorek kemaluan Erni dari luar rok abu-abu panjangnya.
“Emmhh… mmhh..”, desahnya tertahan oleh ciumanku sedangkan kedua tangannya pasif memegangi tangan-tanganku yang sedang bereksplorasi seakan mengikuti permainan ini.
Pramugari Malang
Isak tangis mulai keluar dari mulut Dinda, disaat paul mulai mendekat ketubuhnya. Tangan kanannya memegang batang kemaluannya yang telah tegak berdiri itu dan diarahkannya kewajah Dinda. Melihat ini Dinda berusaha memalingkan wajahnya, namun tangan kiri Paul secepat kilat mencengkram erat kepala Dinda dan mengalihkannya lagi persis menghadap ke batang kemaluannya.. Dan setelah itu dioles-oleskannya batang kemaluannya itu diwajah Dinda, dengan tubuh yang bergetar Dinda hanya bisa memejamkan matanya dengan erat karena merasa ngeri dan jijik diperlakukan seperti itu. Sementara kepala tidak bisa bergerak-gerak karena dicengkraman erat oleh tangan Paul. “Ahhh….perkenalkan rudal gue ini sayang…..akhhh….” ujarnya sambil terus mengoles-oleskan batang kemaluannya diwajah Dinda, memutar-mutar dibagian pipi, dibagian mata, dahi dan hidungnya. Melalui batang kemaluannya itu Paul tengah menikmati kehalusan wajah Dinda.
Adik Iparku
Tapi aku tak peduli omongannya.dengan segera kulucuti handuknya lalu CDnya.dan dalam posisi berdiri ku jilati memeknya,ku sedot sedot penuh nafsu.hebatnya ia tidak menghindar malah menjambak rambutku serta mengerang erang dan merentangkan kedua pahanya.Dan membenamkan wajahku diantara selangkangannya.seraya bergumam”terus mas,aku kangen sekali..”lalu ia mundur perlahan dan akupun maju terus.sehingga sampailah ia di tepi bibir pembaringannya. rupanya ia hendak duduk.lalu perlahan ia mengocok anuku sambil bergumam,”seharusnya benda ini hanya milikku saja,tak ada yg boleh menyentuhnya kecuali aku.”lalu ia mendorongku dan menyuruhku berdiri dan tangannya meraih ******ku dan menjilatinya.serta menelan bulat bulat kepala ******ku.tak terasa tempurung lututku terasa lemas dan kakiku gemetar,luar biasa.akhirnya ia merebahkan diri dan menelentangkan kakinya,membuka lebar lebar pahanya.pertanda ia menginginkannya.serta merta dengan cekatan kutusuk anunya.teman teman taukah anda.sungguh fantastis liang vaginanya !?!penuh lendir dan membuat ******ku lancar maju mundur,rupanya ia benar benar bergairah.hanya dalam hitungan menit memeknya sudah muntah muntah dan mengerang erang.rupanya ia merasa nikmat luar biasa.kini giliranku mengerang dan menekan memeknya,luar biasa.setelah selesai ia hendak melepaskan diri tapi justru kutindih Dia dan ku dekap erat.lalu kubisikkan pdnya,” memekmu hebat,walaupun lebar minta ampun”.jawabnya sewot”udah tau lebar masih doyan,lagian kalau emang lebar kenapa belum di copot juga???!!sambil berusaha melepaskan diri,dan semakin ku pererat jepitan kakiku.dan akupun tersenyum puas.lalu aku berkata”Tus, aku ingin secepatnya menikahimu agar aku bisa menyetubuhimu setiap hari sampai kau jadi nenek nenek.”"agar aku nggak terus terusan ngintipin kamu mandi,juga ngocok dan membayangkan dirimu”.Aku akanterus terang pd mba yumu dan melamarmu.d
